Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PROSENTASE ZAKAT PROFESI

PROSENTASE ZAKAT PROFESI

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 1,937 |Likes:
Published by A Khudori Soleh
Prosentase zakat profesi tidak harus 20% atau hanya 2,5%. Kadar 2,5% dan 20% hanya batas minimal dan maksimal yang diberikan Rasul. Zakat profesi bergeser diantara keduanya; 20%, 17,5%, 15%, 12,5%, 10 dan seterusnya sampai turun mencapai 2,5%.
Prosentase zakat profesi tidak harus 20% atau hanya 2,5%. Kadar 2,5% dan 20% hanya batas minimal dan maksimal yang diberikan Rasul. Zakat profesi bergeser diantara keduanya; 20%, 17,5%, 15%, 12,5%, 10 dan seterusnya sampai turun mencapai 2,5%.

More info:

Published by: A Khudori Soleh on Aug 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

 
PROSENTASE ZAKAT PROFESI
===========================
Oleh A. Khudori Soleh
Pada akhir tahun 80-an, bermula dari gugatan beberapa orang,seperti Amien Rais
1
dan Jalaluddin Rahmad,
2
 persoalan zakat profesimenjadi muncul ke permukaan. Organisasi NU dan Muhammadiyah jugaikut membahas. Akan tetapi, semua pembahasan dan diskusi tidakberlanjut sampai final. Masalah zakat profesi dimauqufkan, padahaldengan begitu persoalannya tidak berarti selesai atau hilang, karenamasyarakat tetap akan menantikan jawabannya, apalagi dalam eraindustri seperti saat ini dimana banyak masyarakat yang penghasilannyatidak dari usaha-usaha konvensional seperti dulu.Tulisan ini mendiskusikan usaha-usaha modern dalam kaitannyadengan kewajiban zakat, nisab dan prosentase zakat yang harusdikeluarkan serta bagaimana dana zakat mesti didistribusikan.
Semua Ada Zakatnya
.Kalau memperhatikan kitab “Madzahib al-Arba`ah”, maka hartayang wajib dizakati hanya meliputi lima kelompok; binatang ternak, emasperak, perdagangan, barang tambang dan rikaz, dan pertanian. Di luaritu, seperti pegawai negeri, bankir, dokter, konsultan, penulis dan lain-lain dari profesi-profesi zaman modern tidak ada zakatnya, tidak terkenazakat. “
Tidak ada zakat perkara di luar yang lima kelompok ini
”, kata al-Jazairi.
3
Benarkah demikian? Al-Jazairi sesungguhnya tidak benar-benarmenafikan zakat dari kekayaan yang ada diluar lima golongan tersebut.Itu hanya dikarenakan adanya perbedaan ijma,
ijma tam
dan
ijma ghairutam
.
Ijma tam
(ijma sempurna) adalah masalah-masalah yang telahdisepakati hukumnya oleh seluruh ulama --imam madzhab. Ini
1
Amin Rais,
Cakrawala Islam
, (Bandung, Mizan, 1989), tentang zakat profesi.
2
Jalaluddin Rahmat,
Islam Aktual
, (Bandung, Mizan, 1991), soal prosentase zakatprofesi.
3
al-Jazairi,
Kitab al-Fiqh Ala Madzahib al-Arba`ah
, I, (Beirut, Dar al-Fikr, tt), 596.
 
 Khudori/Zakat Profesi/2008-08-18
mempunyai ikatan hukum yang kuat, misalnya tentang kewajibanmengerjakan salat lima waktu, kewajiban melakukan puasa Ramadlan,kewajiban melakukan ibadah haji bagi yang mampu dan lain-lain. Siapayang mengikari berarti kufur. Sedang
ijma ghairu tam
adalah masalah-masalah yang hukumnya hanya disepakati oleh sebagian ulama --imammadzhab-- saja, tidak oleh seluruhnya, sehingga ikatan hukumnya jugatidak sekuat yang pertama.
4
Meski demikian, apa yang telah diijmai secara tam tidak mestilanggeng, tidak mesti terus berlaku dan terus ada. Bisa berubah atauhilang. Tentu tidak semua. Untuk ibadah-ibadah mahdlah atau ibadah-ibadah tertentu seperti salat dan puasa jelas tidak akan berubah, sebab halitu didasarkan dan telah diatur oleh nas yang jelas. Sedang untuk ibadah-ibadah yang berhubungan dengan muamalah (sosial) dimana setiapdaerah mempunyai aturan tersendiri dan di setiap masa mengalamipergeseran, maka ini banyak mengalami perubahan, atau bahkanberganti. Ketentan zakat mempunyai hubungan yang erat denganmasalah yang kedua, maka ia juga mengalami perubahan.Contoh paling mudah bisa dilihat dalam soal barang tambang danrikaz. Telah menjadi ketentuan bersama bahwa barang tambang termasukdalam sesuatu yang harus dikeluarkan zakatnya. Akan tetapi, diIndonesia, ketentuan tersebut tidak bisa diberlakukan, karena barangtambang dan semua yang memenuhi hajat hidup orang banyak dikuasainegara, bukan oleh perorangan. Begitu pula tentang rikaz. Tidak selaluorang yang menemukan rikaz harus mengeluarkan zakat. Barang antikdan temuan yang sangat berharga harus diserahkan negara, tidak bolehdikuasai sendiri.Dengan demikian, sesuatu yang telah ditentukan dalam kitab-kitabkuning tidak mesti selalu berlaku. Begitu pula yang belum, bukan berartilantas tidak ada hukumnya, atau tidak perlu dibahas. Semua serbakondisional dan situasional. Tentang penyataan Al-Jazairi, “
La zakata fi ma'ada hadzihi al-Anwai al-khamsah
” (tidak ada zakat diluar golongan lima ini)adalah karena memang saat itu baru lima golongan kekayaan tersebutyang telah ada dan --sempat-- diijmai. Yang lain belum ada atau belumditemukan. Andaikata para imam madzhab hidup saat ini, mungkin akan
4
Abd Rahman al-Dimasyqi,
Rahmah al-Ummah fi Ikhtilaf al-Aimmah
, I, (Beirut, Daral-Fikr, tt), 3.
2
 
 Khudori/Zakat Profesi/2008-08-18
berbeda pernyataannya. Disinilah tugas para ulama, para pakar dan kamcendekia untuk menyelesaikannya.Alqur'an menyatakan, apapun hasil usaha yang baik harusdikeluarkan zakatnya (QS. al-Baqarah, 267). Kata “ma” disana termasukkata yang mengandung pengertian umum. Jadi kata “
mimma kasabtum
berarti “dari hasil (apa saja) yang kamu usahakan” harus dikeluarkanzakatnya. Tidak ada batasan lima golongan, empat atau tiga. Semua hasilusaha yang baik, bisa dari membuat tanaman bonsai, pelihara anggrek,konsultan, surat kabar, rumah kontrakan, dan lainnya ada zakatnya.Tidak hanya itu, bahkan --jika melihat hadits-- semua anggota badan jugaada zakatnya. Zakat mulut adalah berdzikir dan berkata benar, zakat mataadalah melihat sesuatu yang baik, zakat tangan dengan memberi danmenulis sesuatu yang benar, kaki untuk berjalan kearah keadilan dan lain-lain.Selain itu, zakat berfungsi untuk membersihkan harta, disampingbahwa hal itu adalah hak kaum fakir dan miskin. Jika dibatasi hanya limagolongan yang lebih bersifat angrokultur seperti itu misalnya, makabagaimana harus membersihkan hasil usaha lain diluar lima golongantersebut? Memang ada aturan sedekah dan infaq, tapi itu hanyamenduduki tingkatan sunnah, sehingga sering diremehkan. Walhasil,semua usaha manusia yang baik harus dikeluarkan zakatnya untukmensucikan.
2,5% sampai 20%.
Berapa nisab dan prosentase zakat profesi? Inilah yang masihmenjadi masalah. NU dan Muhamadiyah memauqufkan. Sebagian adayang menyatakan bahwa nisab zakat profesi adalah 93,6 gram emasdengan zakat sebesar 2,5%, diqiyaskan pada nisab dan prosentase zakatemas. Sebagian lain menyatakan 20% setelah diambil kebutuhan pokoksehari-hari. Masalahnya, mengapa nisab dan prosenstse zakat profesimesti diqiyaskan dengan emas yang 2,5% dan 93,6 gram, mengapa tidakdiqiyaskan dengan nishob rikaz yang 20%? Kalau bisa diqiyaskan padaemas berarti juga bisa diqiyaskan pada rikaz atau pertanian yang 5% dan10%. Tidak ada ketentuan bahwa kita harus mengqiyaskan zakat profesipada salah satu lima golongan diatas. Begitu pula tentang pernyataan
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->