Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
P. 1
Kepemimpinan Soekarno-Hatta Dalam Revolusi Kemerdekaan 1945 – 1949

Kepemimpinan Soekarno-Hatta Dalam Revolusi Kemerdekaan 1945 – 1949

Ratings: (0)|Views: 517 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Ketika Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Itu adalah awal revolusi Indonesia, yang berlangsung dari 17 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Belanda masih menganggap dirinya berhak atas Hindia Belanda, tetapi bangsa Indonesia juga merasa dirinya berdaulat atas Nusantara ini, yang telah diperjuangkan sebagai negara kesatuan sejak lama.

Disitulah awal konflik antara dua negara yang berbeda kepentingan, yang melibatkan negara-negara besar. Pada waktu yang bersamaan, terjadi persaingan antara kelompok yang mempunyai ideologi yang berbeda Mereka menjadikan dirinya sebagai pemimpin revolusi dengan mencoba mengarahkan jalannya revolusi Indonesia.

Ketika revolusi nasional berkobar, kepemimpinan Soekarno dan Hatta menghadapi ujian. Kepemimpinan Dwitunggal ini semula disangsikan oleh sejumlah orang, seperi Sutan Sjahrir. Tetapi setelah Sutan Sjahrir berkeliling Pulau Jawa, ia melihat bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia mengakuinya sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Akhirnya Sutan Sjahrir memutuskan untuk membantu Soekarno-Hatta.

Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Iwa Kusumasumantri dan Wongsonegoro merupakan orang kepercayaan Soekarno–Hatta, untuk menggantikannya apabila kedua proklamator ini nantinya ditangkap atau dibuang Sekutu. Masalahnya mereka berdua pernah bekerjasama dengan balatentara Jepang, yang ditaklukan Sekutu. Hal ini tercantum dalam testamen politik yang dibuat berdasarkan usulan dari Tan Malaka.

Sebulan setelah kemerdekaan, kepemimpinan Soekarno-Hatta menghadapi ujian dengan diadakan rapat raksasa oleh golongan muda pada tanggal 19 September 1945 di Lapangan Ikada, Jakarta. Sebenarnya pemerintah kurang menyukai rapat raksasa tersebut, karena hal ini secara tidak langsung dianggap sebagai tantangan terhadap kekuasaan Jepang. Apabila massa rakyat tidak sabar, bisa menimbulkan kerusuhan dan menelan korban jiwa.

Berhubung rapat raksasa sudah diumumkan, kalau dibatalkan tentunya akan memberi kesan pengecut, maka tidak ada jalan lain kecuali memutuskan untuk hadir dalam rapat raksasa itu. Setelah lima jam massa rakyat menunggu, akhirnya Soekarno-Hatta berada di tengah lautan massa. Di atas mimbar, Soekarno menyatakan kegembiraan atas kesetiaan rakyat dan meminta massa pendengarnya membubarkan diri. Mendengar perintah itu ternyata massa patuh, dan melihat kenyataan itu penguasa Jepang mau tak mau menunjukkan rasa kagum dan hormat terhadap kepemimpinan Soekarno-Hatta.

Ketika Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Itu adalah awal revolusi Indonesia, yang berlangsung dari 17 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Belanda masih menganggap dirinya berhak atas Hindia Belanda, tetapi bangsa Indonesia juga merasa dirinya berdaulat atas Nusantara ini, yang telah diperjuangkan sebagai negara kesatuan sejak lama.

Disitulah awal konflik antara dua negara yang berbeda kepentingan, yang melibatkan negara-negara besar. Pada waktu yang bersamaan, terjadi persaingan antara kelompok yang mempunyai ideologi yang berbeda Mereka menjadikan dirinya sebagai pemimpin revolusi dengan mencoba mengarahkan jalannya revolusi Indonesia.

Ketika revolusi nasional berkobar, kepemimpinan Soekarno dan Hatta menghadapi ujian. Kepemimpinan Dwitunggal ini semula disangsikan oleh sejumlah orang, seperi Sutan Sjahrir. Tetapi setelah Sutan Sjahrir berkeliling Pulau Jawa, ia melihat bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia mengakuinya sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Akhirnya Sutan Sjahrir memutuskan untuk membantu Soekarno-Hatta.

Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Iwa Kusumasumantri dan Wongsonegoro merupakan orang kepercayaan Soekarno–Hatta, untuk menggantikannya apabila kedua proklamator ini nantinya ditangkap atau dibuang Sekutu. Masalahnya mereka berdua pernah bekerjasama dengan balatentara Jepang, yang ditaklukan Sekutu. Hal ini tercantum dalam testamen politik yang dibuat berdasarkan usulan dari Tan Malaka.

Sebulan setelah kemerdekaan, kepemimpinan Soekarno-Hatta menghadapi ujian dengan diadakan rapat raksasa oleh golongan muda pada tanggal 19 September 1945 di Lapangan Ikada, Jakarta. Sebenarnya pemerintah kurang menyukai rapat raksasa tersebut, karena hal ini secara tidak langsung dianggap sebagai tantangan terhadap kekuasaan Jepang. Apabila massa rakyat tidak sabar, bisa menimbulkan kerusuhan dan menelan korban jiwa.

Berhubung rapat raksasa sudah diumumkan, kalau dibatalkan tentunya akan memberi kesan pengecut, maka tidak ada jalan lain kecuali memutuskan untuk hadir dalam rapat raksasa itu. Setelah lima jam massa rakyat menunggu, akhirnya Soekarno-Hatta berada di tengah lautan massa. Di atas mimbar, Soekarno menyatakan kegembiraan atas kesetiaan rakyat dan meminta massa pendengarnya membubarkan diri. Mendengar perintah itu ternyata massa patuh, dan melihat kenyataan itu penguasa Jepang mau tak mau menunjukkan rasa kagum dan hormat terhadap kepemimpinan Soekarno-Hatta.

More info:

Published by: Peter Kasenda on Feb 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/12/2014

 
 
    
       
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
 
 
 
    
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->