Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
CRS Ascariasis

CRS Ascariasis

Ratings: (0)|Views: 330 |Likes:
Published by Handre Putra

More info:

Published by: Handre Putra on Feb 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
KECACINGAN
Kecacingan atau dalam istilah sehari-hari biasa disebut cacingan adalahkumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.
.
Cacing - cacing usus yang merupakan persoalan kesehatan masyarakat di Indonesiamencakup 4 spesies utama yaitu
 Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus
,
dan
 Ancylostoma duodenale.
Cacing usus umumnya tergolong nematodadan penularannya perantaraan tanah (
 soil transmitted helminths).
Tanah tergolong hospes perantara atau tuan rumah sementara
,
tempat perkembangan telur-telur atau larva cacingsebelum dapat menular dari seorang kepada orang lain. Penularannya sebagian melaluimulut menyertai makanan atau minuman
,
sebagian lagi larvanya menembus kulitmemasuki tubuh. Namun ada juga cacing yang sering menyerang anak-anak dan
non soil transmitted helminthes
yaitu
 Enterobius/Oxyuris vermicularis.
 
A.
 
 Ascaris lumbricoides
(
Al)
1
.
 
Epidemiologi
Infeksi yang disebabkan oleh cacing ini disebut Ascariasis.
 Ascarislumbricoides
merupakan nematoda usus terbesar. Angka kejadiannya di dunia lebih banyak dari cacing lainnya
,
diperkirakan lebih dari 1 milyar orang di dunia pernahterinfeksi dengan cacing ini. Hal ini disebabkan karena telur cacing ini lebih tahanterhadap panas dan kekeringan.
 
Tidak jarang ditemukan infeksi campuran dengancacing lain
,
terutama
Trichuris trichiura
. Manusia dapat terinfeksi dengan caramenelan telur cacing
 Ascaris lumbricoides
yang infektif (telur yang mengandunglarva). Di daerah tropis
,
infeksi cacing ini mengenai hampir seluruh lapisanmasyarakat
,
dan anak lebih sering terinfeksi. Pencemaran tanah oleh cacing lebihsering disebabkan oleh tinja anak. Perbedaan insiden dan intensitas infeksi pada anak dan orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh karena berbeda dalam kebiasaan
,
 aktivitas dan perkembangan imunitas yang didapat. Prevalensi tertinggi
 Ascariasis
didaerah tropis pada usia 3±8 tahun.
2
.
 
Morfologi
Cacing dewasa berwarna putih atau merah muda. Cacing ini dapat langsungdiidentifikasikan karena ukurannya yang besar 
,
yaitu cacing jantan 10±31 cm dengandiameter 2±4 mm
,
betina 22±35 cm
,
kadang-kadang sampai 39 cm dengan diameter 3±6mm. Pada kepala terdapat tiga bibir 
,
satu yang lebar di
medio dorsal 
dan sepasang di
 
ventro lateral 
. bagian anterior tubuh
,
mempunyai dentakel-dentakel halus. Ujung posterior cacing jantan melengkung kearah ventral dan sepasang spikulum terdapatdalam sebuah kantong. Vulva cacing betina letaknya di tengah ventral dekat perbatasan bagian anterior dan bagian tengah.Telur yang dibuahi besar dan berbentuk lonjong dengan ukuran 45±75 mikron x35±50 mikron. Pada waktu dikeluarkan dalam tinja telur belum membelah. Denganadanya
mamillated outer coat 
,
telur ini dapat bertahan hidup karena partikel tanahmelekat pada dinding telur yang dapat melindunginya dari kerusakan. Telur yang tidak dibuahi yang ditemukan dalam tinja berukuran 88±94 mikron x 44 mikron. Telur yangtidak dibuahi dihasilkan oleh cacing betina yang tidak dibuahi atau cacing yang masihmuda dan belum lama mengeluarkan telur. Isi telur yang tidak dibuahi terdiri atasgranula dengan berbagai ukuran dan tidak teratur. Dinding telur yang lebih bujur ini
,
 lebih tipis dari dinding telur yang dibuahi.
3
.
 
Siklus hidup
 
S
iklus hidup
ascaris
dimulai dari telur yang dihasilkan oleh cacing betinadewasa di dalam usus manusia
,
dan dikeluarkan melalui feses. Manusia merupakansatu-satunya hospes defenitif.
S
eekor cacing betina dapat mengeluarkan 100.000± 200.000 telur perhari
,
yang terdiri atas telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi.Dengan kondisi yang menuntungkan seperti udara yang hangat
,
lembab
,
tanah yangterlindung dari matahari
,
embrio akan berubah menjadi larva di dalam telur dalamwaktu kurang lebih 3 minggu. Telur yang infektif bila tertelan oleh manusiadindingnya akan mulai dicernakan di lambung
,
selanjutnya telur masuk keduodenum. Perbedaan keasaman cairan lambung dan duodenum akan melemahkandinding telur serta merangsang pergerakan larva yang terdapat didalamnya sehinggadinding telur pecah dan larva keluar. Larva akan menembus dinding usus dan menuju pembuluh darah atau saluran limfe
,
lalu dialirkan melalui sirkulasi portal masuk kehepar 
,
kemudian ke jantung dan paru-paru. Di paru-paru larva menembus dinding pembuluh darah dan dinding alveolus
,
masuk kerongga alveolus kemudian naik ketrakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea larva menuju ke faring danmenimbulkan rangsangan batuk. Adanya rangsangan batuk ini menyebabkan larvatertelan ke esofagus
,
lalu menuju usus halus. Di usus halus larva berubah menjadicacing dewasa.
S
ejak telur matang tertelan sampai cacing dewasa diperlukan waktulebih kurang 3 bulan
,
cacing dewasa dapat hidup di usus halus selama 1 tahun di usushalus.
4
.
 
Gejala klinik 
G
ejala klinik yang disebabkan infeksi
 Ascaris
dihubungkan dengan responimun hospes
,
efek migrasi larva
,
dan efek mekanik cacing dewasa serta defisiensigizi akibat keberadaan cacing dewasa. Dalam perjalanan larva melalui hati dan paru- paru biasanya tidak menimbulkan gejala. Bila jumlah larvanya cukup besar dapatmenimbulkan tanda-tanda
 pneumonitis
. Ketika larva menembus jaringan paru±parumasuk ke dalam alveoli
,
mungkin terjadi sedikit kerusakan pada epitel bronkhial.Dengan terjadinya reinfeksi dan migrasi larva berikutnya
,
jumlah larva yangsedikitpun dapat menimbulkan reaksi jaringan yang hebat. Reaksi jaringan yanghebat dapat terjadi di sekitar larva di dalam hati dan paru-paru
,
disertai infiltrasieosinofil
,
makrofag
,
dan sel sel epiteloid. Keadaan ini disebut sebagai
 pneumonitis Ascaris
yang dapat disertai reaksi alergi seperti dispnea
,
batuk kering atau produktif 
,
 mengi
,
demam.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nafira00 liked this
Lembah Barokah liked this
Muhammad Alfian liked this
A. Fajar Apriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->