Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sifat, Arti Dan Hubungan Ilmu Politik Dgn Ilpeng Lainnya (Pertemuan 1-2)

Sifat, Arti Dan Hubungan Ilmu Politik Dgn Ilpeng Lainnya (Pertemuan 1-2)

Ratings: (0)|Views: 358 |Likes:
Pertemuan 1-2
Pertemuan 1-2

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Faranudia Julfirdana on Feb 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2011

pdf

text

original

 
1
 
Pengantar Ilmu Politik (1)| Universitas Karimun 2010
SIFAT, ARTI DAN HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAINNYAA.
 
Perkembangan dan Definisi Ilmu Politik 
y
 
Ap
abila ilmu
 p
olitik di
 p
andang sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangkafokus dan ruang lingku
 p
yang jelas, maka ilmu
 p
olitik da
 p
at dikatakan masih muda usianya karena baru lahir 
 p
ada akhir abad ke ± 19.
y
 
A
kan teta
 p
i a
 p
abila ilmu
 p
olitik ditinjau dalam rangka yang lebih luas yaitu sebagai
 p
embahasan secara rasionaldari berbagai as
 p
ek negara dan kehidu
 p
an
 p
olitik maka ilmu
 p
olitik da
 p
at dikatakan jauh lebih tua umurnya bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf 
 p
erkembangan itu
 p
olitik banyak  bersandar 
 p
ada sejarah dan filsafat.
y
 
D
i Yunani kuno misalnya,
 p
emikiran mengenai negara sudah dimulai
 p
ada tahun 450 SM. Se
 p
erti terbuktidalam karya-karya ahli sejarah
 Herodotus
, atau filsuf-filsuf se
 p
erti
 Plato, Aristoteles
, dan sebagainya.
D
i
A
siaada bebera
 p
a
 p
usat kebudayaan, antara lain india dan China, yang telah mewariskan berbagai tulisan
 p
olitik yang bermutu. Tulisan dari India terkum
 p
ul antara lain dalam kesusasteraan
 Dharmasastra dan Arthasastra
 yang berasal dari masa kira-kira 500 SM.
D
iantara filsuf China yang terkenal adalah
Confusius
(350 SM),
 Mencius
(350 SM) dan mazhab Legalists antara lain
Shang Yang 
(350 SM).
D
i Indonesia bebera
 p
a karya tulisyang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, misalnya
 Negarakertagama
yang ditulis
 p
ada masa Maja
 p
ahitsekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan
 Babad Tanah Jawi
.
y
 
D
i negara-negara benua Ero
 p
a se
 p
erti Jerman,
A
ustria, dan Prancis bahasan mengenai
 p
olitik dalam abad ke-18dan ke-19 banyak di
 p
engaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus
 p
erhatiannya adalah negara semata-mata.Bahasan mengenai negara termasuk dalam kurikulum fakultas Hukum sebagaimata kulian ilmu negara.
D
iinggis
 p
ermasalahan
 p
olitik diangga
 p
termasuk filsafat, terutama moral
 p
hiloso
 p
hy dan bahasannya diangga
 p
 tidak terle
 p
as dari sejarah.
A
kan teta
 p
i dengan didirikannya
 E 
cole Libre des Sciences Politiques
di Paris (1870)dan
 London School of 
 E 
conomics and Political Science
(1985), ilmu
 p
olitik untuk 
 p
ertama kali di negara-negaratersebut diangga
 p
sebagai disi
 p
lin tersendiri yang
 p
atut menda
 p
at tem
 p
at dalam kurikulum
 p
erguruan tinggi. Namun
 p
engaruh dalam ilmu-ilmu hukum, filsafat dan sejarah sam
 p
ai
 p
erang dunia II masih teta
 p
terasa.
y
 
Perkembangan yang berbeda terjadi di
A
merika Serikat. Mula-mula tekanan yuridis se
 p
erti yang terda
 p
at diEro
 p
a mem
 p
engaruhi bahasan masalah
 p
olitik, akan teta
 p
i lama-lama timbul hasrat yang kuat untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis itu dan lebih mendasarkan diri
 p
ada
 p
engum
 p
ulan data em
 p
iris.Kebetula
 p
erkembangan selanjutnya bersamaan waktunya dengan
 p
erkembangan Sosiologi dan Psikologisehingga kedua cabang ilmu sosial ini banyak mem
 p
engaruhi metodologi dan terminologi ilmu
 p
olitik. Padatahun 1858 seorang sarjana kelahiran Jerman,
 F 
rancis Lieber 
diangkat sebagai guru besar dalam sejarah danilmu
 p
olitik di Columbia College dan kejadian ini di
A
merika diangga
 p
sebagai
 p
engakuan
 p
ertama terhada
 p
 ilmu
 p
olitik sebagai ilmu tersendiri. Perkembangan selanjutnya berjalan secara ce
 p
at yang da
 p
at dilihat jugadari didirikannya
 American Political Science Assosiation
(
A
PS
A
)
 p
ada tahun 1904.
y
 
Sesudah
 p
erang dunia II
 p
erkembangan ilmu
 p
olitik semakin
 p
esat. Hal tersebut disebabkan karena menda
 p
atdorongan kuat dari bebera
 p
a badan internasional terutaman UNESCO. Terdorong oleh tidak adanya
 
2
 
Pengantar Ilmu Politik (1)| Universitas Karimun 2010
keseragaman dalam terminologi dan metodologi dalam ilmu
 p
olitik UNESCO
 p
ada tahun 1948menyelenggarakan suatu survei mengenai kedudukan ilmu
 p
olitik di kira-kira 30 negara.
B.
 
Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science)
y
 
A
dakalanya di
 p
ersoalkan a
 p
akah ilmu
 p
olitik meru
 p
akan suatu ilmu
 p
engetahuan atau tidak, dan disangsikana
 p
akah ilmu
 p
olitik memenuhi syarat sebagai ilmu
 p
engetahuan. Soal ini menimbulkan
 p
ertanyaan a
 p
akah yangdinamakan ilmu
 p
engetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu
 p
engetahuan adalah tantangan untuk mengujihi
 p
otesis melalui eks
 p
erimen yang da
 p
at dilakukan dalam keadaan terkontrol misalnya laboratorium.Berdasarkan eks
 p
erimen-eks
 p
erimen itu ilmu-ilmu eksakta da
 p
at memenuhi hukum-hukum yang da
 p
at diujikebenarannya.
y
 
Jika definisi ini di
 p
akai sebagai
 p
atokan, maka ilmu
 p
olitik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhisyarat, karena sam
 p
ai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah se
 p
erti itu. Menga
 p
a demikian? Olehkarena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah mahluk yang kreatif, yang selalu menemukan akal baru yang belum
 p
ernah diramalkan dan malah tidak da
 p
at diramalkan. Lagi
 p
ula manusia itu sangat kom
 p
leksdan
 p
erilakunya tidak selalu didasarkan atas
 p
ertimbangan rasional dan logis sehingga mem
 p
ersukar untuk mengadakan
 p
erhitungan serta
 p
royeksi untuk masa de
 p
an.
D
engan kata lain
 p
erilaku manusia tidak da
 p
atdiamati dalam keadaan terkontrol.
y
 
Oleh karena itu
 p
ada awalnya
 p
ara sarjana ilmu sosial cenderung untuk merumuskan definisi yang umumsifatnya, se
 p
erti yang terlibat
 p
ada
 p
ertemuan
 p
ara sarjana ilmu
 p
olitik yang diadakan di Paris
 p
ada tahun 1948.Mereka ber 
 p
enda
 p
at bahwa
 p
engetahuan adalah keseluruhan dari
 p
engetahuan yang terkoordinasi mengenai
 p
okok 
 p
emikiran tertentu.
Ap
abila
 p
erumusan ini di
 p
akai sebagai
 p
atokan, maka memang ilmu
 p
olitik bolehdinamakan suatu ilmu
 p
engetahuan.
y
 
A
kan teta
 p
i
 p
ada tahun 1950-an ternyata banyak sarjana ilmu
 p
olitik sendiri tidak 
 p
uas dengan
 p
erumusan yangluas ini, karena tidak mendorong
 p
ara ahli untuk mengembangkan metode ilmiah. Munculnya
 p
endekatan
 p
erilaku (behavioral a
 pp
roach) dalam dekade 1950-an, meru
 p
akan gerakan
 p
embaruan yang inginmeningkatkan mutu ilmu
 p
olitik dan mencari suatu new science of 
 p
olitics.
y
 
G
erakan baru ini, yang da
 p
at disebut sebagai revolusi dalam ilmu
 p
olitik, merumuskan
 p
okok 
 p
emikiransebagai berikut : sekali
 p
un
 p
erilaku manusia adalah kom
 p
leks, teta
 p
i ada
 p
ola berulang-ulang yang da
 p
atdiidentifikasi. Pola-
 p
ola dan keteraturan
 p
erilaku ini da
 p
at dibuktikan kebenarannya melalui
 p
engamatan yangteliti dan sistematis.
D
engan menggunakan statistik dan matematika da
 p
at dirumuskan hukum-hukum yang bersifat
 p
robabilitas.
y
 
Konse
 p
-konse
 p
 
 p
okok 
 p
ara behavioralis da
 p
at disim
 p
ulkan sebagai berikut :1.
 
Perilaku mem
 p
erlihatkan keteraturan (regularities) yang da
 p
at dirumuskan dalam generalisasi-generalisasi2.
 
G
eneralisasi-generalisasi ini
 p
ada asasnya harus da
 p
at dibuktikan kebenarannya (verification) denganmenunjuk 
 p
ada
 p
erilaku yang relevan3.
 
Untuk mengum
 p
ulkan dan menafsirkan data di
 p
erlukan teknik-tekni
 p
enelitian yang cermat.4.
 
Untuk menca
 p
ai kecermatan dalam
 p
enelitian di
 p
erlukan
 p
engukuran dan kuantifikasi melalui ilmu statistik dan matematika.5.
 
D
alam membuat analisa
 p
olitik nilai-nilai
 p
ribadi si
 p
eneliti seda
 p
at mungkin tidak main
 p
eranan
 
3
 
Pengantar Ilmu Politik (1)| Universitas Karimun 2010
6.
 
Penelitian
 p
olitik mem
 p
unyai sifat terbuka terhada
 p
konse
 p
-konse
 p
, teori-teori dan ilmu sosial lainnya.
D
alam
 p
roses interaksi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya misalnya dimasukkan istilah baru se
 p
erti sistem
 p
olitik, fungsi,
 p
eranan, struktur, budaya
 p
olitik dan sosialisasi
 p
olitik disam
 p
ing istilah lama se
 p
erti negara,kekuasaan, jabatan, instituta,
 p
enda
 p
at umum, dan
 p
endidikan kewarganegaraan.
C
.
 
Definisi Ilmu Politik 
y
 
Ilmu
 p
olitik adalah ilmu yang mem
 p
elajari
 p
olitik atau
 p
olitics
atau ke
 p
olitikan. Politik adalah usaha mengga
 p
aikehidu
 p
an yang baik.
D
i Indonesia kita teringat
 p
e
 p
atah gemah ri
 p
ah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutamaPlato dan
A
riestoteles menamakannya sebagai
en dam onia atau the good life
.
y
 
Menga
 p
a
 p
olitik dalam arti ini begitu
 p
enting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidu
 p
ankolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghada
 p
i terbatasnya sumber alam atau
 p
erlu dicarisatucara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan
 p
uas. Ini adalah
 p
olitik.
y
 
Bebera
 p
a definisi
 p
olitik :1.
 
Menurut Rod Hague at al :
 p
olitik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelom
 p
ok-kelom
 p
ok menca
 p
ai ke
 p
utusan-ke
 p
utusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan
 p
erbedaan-
 p
erbedaan diantara anggota-anggotanya.2.
 
Menurut
A
ndrew Heywood :
 p
olitik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat,mem
 p
ertahankan dan mengamandemen
 p
eraturan-
 p
eraturan umum yang mengatur kehidu
 p
annya, yang berarti tidak da
 p
at terle
 p
as dari gejala konflik dan kerja sama.
y
 
D
isam
 p
ing itu ada definisi-definisi lain yang lebih bersifat
 p
ragmatis. Perbedaan-
 p
erbedaan dalam definisi yangkita jum
 p
ai disebabkan karena setia
 p
sarjana nero
 p
ong hanya satu as
 p
ek atau unsur dari
 p
olitik. Unsur inidi
 p
erlukan sebagai konse
 p
 
 p
okok yang akan di
 p
akainya untuk menero
 p
ong unsur -unsur lain.
D
ari uraian inida
 p
at kita sim
 p
ulkan bahwa konse
 p
-konse
 p
 
 p
okok itu adalah :1.
 
 Negara
, negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sahdan ditaati oleh rakyatnya. Para sarjana yang menekankan negara sebagai inti dari
 p
olitik memusatkan
 p
erhatiannya
 p
ada lembaga-lembaga kenegaraan serta bentuk formalnya.
D
efinisi-definisi ini bersifattradisional dan agak sem
 p
it ruang lingku
 p
nya. Pendekatan ini dinamakan
 p
endekatan institusional, berikutini ada bebera
 p
a definisi :-
 
Roger F. Soltau, dalam bukunya introduction to
 p
olitics mengatakan : ³ilmu
 p
olitik mem
 p
elajari negara,tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujun itu, hubungan antaranegara dengan warga negaranya serta hubungan antar negara´.-
 
J. Barents, dalam ilmu
 p
olitika : ³ilmu
 p
olitik adalah ilmu yang mem
 p
elajari kehidu
 p
anmasyarakatdengan negara sebagai bagiannya. Ilmu
 p
olitik mem
 p
elajari negara dan bagaimana negara tersebutmelakukan tugas serta fungsinya´.2.
 
Kekuasaan
, kekuasaan adalah kemam
 p
uan seseorang atau suatu kelom
 p
ok untuk mem
 p
engaruhi
 p
erilakuseseorang atau kelom
 p
ok lain, sesuai dengan keinginan
 p
ara
 p
elaku. Sarjana yang melihat kekuasaan intidari
 p
olitik berangga
 p
an bahwa
 p
olitik adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah mem
 p
erebutkandan mem
 p
ertahankan kekuasaan. Biasanya diangga
 p
bahwa
 p
erjuangan kekuasaan ini mem
 p
unyai tujuanyang menyangkut ke
 p
entingan seluruh masyarakat. Berikut ini adalah bebera
 p
a definisi :

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->