Allah swt. pun menyuruh kita, orang tua, punya rasa khawatir terhadap anak-anak kita. “
Danhendaklah takut (cemas) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap keadaan mereka. Oleh sebab itu hendaklahmereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar
.”[QS. An-Nisa (4): 9]Di ayat itu juga Allah swt. memberi resep kepada kita agar tidak meninggalkan anak-anak yanglemah. Resepnya adalah tingkatkan kapasitas moral kita dengan bertakwa kepada Allah,menambah kapasitas konsepsional kita sehingga kita mampu berkata yang benar (
qaulansadiidan
), dan perbaiki kualitas amal kita (
tushlihu’ ‘amal
). [Lihat QS. Al-Ahzab (33): 70-71]Resep itu harus dilakukan secara bersama-sama dalam keluarga, bukan sendiri-sendiri. Initerlihat dari ayat itu ditulis Allah swt. dengan bentuk jamak. Jadi klop dengan prinsip
ta’awunalal birri wat taqwa
(tolong menolong dalam ketakwaan) dan
al-mu’minuna wal mu’minaat ba’duhum auliyaa’u ba’d
(lelaki yang beriman dan wanita yang beriman mereka satu sama lainsaling bantu-membantu).
Step to step
-nya seperti ini. Mulailah kedua orang tua, yaitu kita, memperbaiki diri. Lalu,hadirkan untuk anak Anda lingkungan terbaik dan hindarkan mereka dari lingkungan yangmerusak. Beri mereka makanan yang terjamin gizi dan kehalalannya. Berikan pendidikan yangberkualitas sesuai dengan visi dan misi keluarga. Tentu saja siapkan anggaran yang cukup.Setelah itu, bertawakalah kepada Allah swt. Doakan selalu anak Anda.Dalam memberikan pendidikan kepada anak, yang harus menjadi titik tekan adalah:1. Mengikatnya dengan (suasana) Al-Qur’an2. Menjadikannya terus menerus merasa dalam pengawasan Allah swt.3. Menumbuhkan cinta kepada Nabi saw., keluarga dan para sahabatnya. Menjadikan merekasebagai sumber panutan dan rujukan hidup4. Membiasakannya mencintai segala hal yang diridhai Allah; dan menjadikanya benci terhadapyang dimurkai Allah.5. Membekalinya dengan keterampilan memimpin dan berjuang.6. Membekalinya dengan keterampilan hidup.7. Membekalinya dengan keterampilan belajar.8. Menjadikannya mampu menggunakan berbagai sarana kehidupan (sain dan teknologi)
Add a Comment