Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Immunologi

Immunologi

Ratings: (0)|Views: 191 |Likes:
Published by ierhauchul666

More info:

Published by: ierhauchul666 on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2014

pdf

text

original

 
Beberapa Aspek lmunologik dalam PenyakitParasitAryatmo Tjokronegoro
Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Ul.
PENDAHULUAN
I munitas dapat dianggap sebagai hasil akhir suatu prosespenjagaan tubuh terhadap benda asing yang masuk, baik itusuatu mikroorganisme, seperti bakteri maupun virus, ataupun jamun serta parasit-parasit yang termasuk golongan protozoadan metazoa (I). Daya pertahanan tubuh adalah suatu meka-nisme protektif yang merupakan gabungan antara barier anatomik dan kimiawi serta sel-sel fagosit dan antibodi,secara singkat, maka sistem imunitas bensifat nonspesifik danspesifik, yang saling bekerjasama dalam menjaga keutuhantubuh (2).Pada Simposium Masalah Penyakit Parasit ini, makalah iniakan membahas tentang berbagai aspek imunologik, sebabwalaupun panasit terdiri atas berbagai macam antigen asingatau dapat menghasilkan/melepaskan antigen tersebut danberkontak dengan sistem imunologik tubuh, tetapi nyatanyaseolah-olah daya imunitas tubuh itu tidak berfungsi samasekali (3). Justru disini letak keunikan organisme multiseluler dibanding uniseluler, sebab parasit-panasit tersebut mempunyaisuatu siklus kehidupan yang tertentu, senantiasa benubah darisatu fase ke fase yang lain, sehingga dapat menghindari serang-an imunitas tubuh yang telah bangkit itu (4).Interaksi antara parasit dan sistem imunitas tubuh amatkompleks, dilain fihak panasit dapat membangkitkan sistemi munologik tubuh yang justnu akan menimbulkan berbagaikelainan akibat manifestasi respons imuno-patologik, tetapidilain fihak pula parasit dapat menimbulkan respons imuno-tolerasi, atau dapat pula terjadi suatu keadaan interaksi yangberimbang, antara panasit dengan hospesnya (5).Mudah-mudahan makalah yang singkat tetapi padat inidapat memberikan sedikit keterangan tentang berbagai aspeki munologik dalam penyakit parasit serta dapat dipakai sebagaibahan diskusi dalam membahas hal-hal yang masih gelapdalam bidang imuno-parasitologi, yang dewasa ini benkembangamat pesat.
Seluk-beluk sistem imunologik tubuh
Apabila suatu parasit akan masuk kedalam tubuh manusia,maka ia harus menembus berbagai macam sistem daya per-tahanan tubuh yang non-spesifik. Daya pertahanan semacamitu sudah ada sejak manusia dilahirkan, karena ia berbentuksebagai kulit, mukosa epitel, enzim-enzim pada cairan sekresi,
 
sel-sel darah putih dan lain-lain (6). Keefektifannya dalammenjaga tubuh tidak perlu dibangkitkan tenlebih dahulu, danmemang barier ini siap bekerja sebelum kemasukan parasit dariluar tubuh. Sistem pertahanan tubuh ini sedikit banyak ber-ada dibawah pengaruh gen-gen, dan faktor keturunan atau rasamat menentukan; istilah "innate immunity" atau "naturali mmunity" sering dipergunakan dalam pembahasan dayakekebalan semacam ini (7).Walaupun daya pertahan tubuh yang non-spesifik ini cukuppenting dan benmakna, namun berbagai pengalaman para ahlidi klinik, terutama pada keadaan infeksi dengan berbagaimacam mikroorganisme, telah membuktikan bahwa tanpaadanya imunitas yang spesifik dan didapat ("acquired")agaknya masih belum terjamin kesehatan yang sempurna (8).Pada prinsipnya sistem imunitas spesifik dapat dibagi atas duabagian, yaitu sistem imunitas humoral dan sistem imunitasseluler (9).Sistem imunitas humoral dibawakan oleh sel limfosit-Byang pematangannya berada dibawah pengaruh"bursa of Fabricius" (pada burung) atau"Gut Associated LymphoidTissues" (GALT) pada mamalia. Apabila sel limfoid-B tersti-mulasi oelh suatu antigen asing, maka ia akan berdeferensiasimenjadi sel plasma
yang 
akan mensekresi antibodi (10).Sebaliknya, sistem imunitas seluler dibawakan oleh sel limfo-sit-T yang pematangannya berada dibawah pengaruh kelenjar timus ("thymus"). Dibawah mikroskop cahaya biasa, makakedua macam sel limfosit ini tidak dapat dibedakan, namundewasa ini telah dapat dibuktikan bahwa baik sel limfosit-Tmaupun sel limfosit-B mempunyai karakteristik, sifat . danfungsi yang berbeda. Bila berkontak dengan antigen asing,maka sel limfosit-T akan berdeferensiasi menjadi "specificallysensitized lymphocyte ceIP" (SSLC) yang secara spesifik akanmenghasilkan suatu zat yang dinamakan limfokin ("lympho-kines") (1I).Aktivitas antibodi, yang berfungsi menetralkan a.tau meng-gumpalkan antigen asing, dibawakan oleh suatu molekulprotein yang dewasa ini dikenal dengan nama imunoglobulin(disingkatIg). Strukturnya terdiri atas empat rantai polipep-tide, dua rantai dengan untaian asam amino yang pendek,
 
sedangkan dua rantai lainnya dengan untaian yang panjang,masing-masing dikenal dengan nama : rantai-L ("light") danrantai-H ("heavy") (12).Keempat rantai polipeptide ini dihubungkan satu dengan lain-nya oleh ikatan disulfide dan ikatan non-kovalen. Sebagiandaripada susunan asam amino pada keempat rantai ini adalahvariabel, sedangkan sebagian Iagi konstan. Gabungan bagianyang variabel penting sekali karena menentukan spesifisitasdaripadaaktivitas antiboditerhadap suatu antigen asingpenginduksinya, bagian ini dikenal dengan istilah Fab (anti-body binding Fragment" ). Bagian konstan daripada dua rantai-H yang disebut Fc ("crystalizable Fnagment") mempunyaifungsi yang berlainan dan menentukan aktivitas biologik suatukelas imunoglobulin. Berdasankan bagian Fc inilah, makamolekul imunoglobulin dibagi atas lima kelas, yaitu : IgG,IgM, IgA (sebagai"secretory IgA"), IgD dan IgE (I3).Apabila telah terjadi reaksi antara antigen dengan anti-bodinya, dan kelas imunoglobulinnya adalah IgG dan IgM,maka reaksi selanjutnya ialah pengaktifan sistem komplemendidalam sirkulasi darah. Sistem kompleinen yang terdiri atas1I komponen protein yang beredar secara terpisah dan inak-tif, mulai dari komponen pertama (CI) hingga komponenterakhir (C9), akan diaktifkan secara bertingkat (I4).Hasil akhir daripada proses aktivasi ini ialah penghancuranmembran sel, sehingga terjadi lisis daripada sel benda asing.Disamping ini, maka selama proses aktivasi berlangsung, makaterjadi pula penglepasan berbagai fragmen komplemen yangmempunyai efek biologik yang cukup penting. Komponenseperti C3a dan C5a mempunyai efek anafilatoksin yang dapatmempengaruhi sel-sel basofil dan mastosit hingga mengeluar-kan zat-zat seperti histamin, oleh karena itu faktor komponenini seringkali disebut "histamin releasing gactor" (HRF) (15).Komponen yang sama ini pula dapat mempengaruhi sel-selfagosit seperti sel lekosit dan sel maknofag secara kemotaktik93Cermin Dunia Kedokteran, Nomor Khusus 1980untuk mendekati benda asing. Lewat pengaruh zat histamintadi, maka permeabilitas pembuluh darah akan meningkatsehingga sel-sel fagosit itu dapat dengan leluasa keluar pembu-luh darah dan menyerang panasit yang kebetulan beradadisekitar jaringan tubuh (16).

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rian Alda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->