Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cara Pengurusan dan Pembuatan Sertifikat Tanah

Cara Pengurusan dan Pembuatan Sertifikat Tanah

Ratings: (0)|Views: 1,212 |Likes:
Published by Dhani Pradana
tamsa solusi, pengurusan sertifikat tanah
tamsa solusi, pengurusan sertifikat tanah

More info:

Published by: Dhani Pradana on Feb 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

 
Cara dan Proses Pengurusan dan Pembuatan Sertifikat TanahA. Cara Pengurusan Perubahan Tanah HGB Ke SHM (Hak Guna Bangun ke Hak Milik)
Tanah dengan status sertifikat hak guna bangun (HGB) bisa dijadikan sertifikat hak milik(
SHM
) dengan sertifikat HGB tersebut harus dimiliki oleh warga negara indonesia (wni)dengan luas kurang dari 600 meter persegi, masih menguasai tanah dan memiliki HGB yangmasih berlaku atau sudah habis masa.Syarat mengajukan permohonan mengubah sertifikat HGB ke hak milik :1. Sertifikat asli HGB yang akan diubah status2. Fotokopi IMB (izin mendirikan bangunan) yang memperbolehkan dipergunakanuntuk didirikan bangunan3. Bukti identitas diri4. Fotokopi SPPT PBB (pajak bumi dan bangunan) terakhir 5. Surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat6. Surat penyataan tidak memiliki tanah lebih dari 5 bidang dan luas kurang dari 5000meter persegi.7. Pajak : (NJOP tanah ± 20 juta) x 2%8. Membayar biaya perkara Tambahan :- Bisa menggunakan jasa notaris PPAT (pejabat pembuat akta tanah)- Dasar hukum adalah Keputusan Menteri Negara / Kepala BPN No. 6 tahun 1998.
B. Cara Pengurusan Transaksi Jual-Beli Tanah
 Mungkin bermanfaat juga nih, apabila ada yang berpengalaman/ pernah melakukantransaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi. Jual beli tanah merupakan hal yang seringterjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Apabila antara penjual dan pembelisudah bersepakat untuk melakukan jual beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikatmaka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :
1. Akta Jual Beli (AJB)
 Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh KepalaBadan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual belidimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camatkarena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.
2. Persyaratan AJB
 yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanahadalah:a. Penjual membawa :· Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.· Kartu Tanda Penduduk.· Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.· Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.· Kartu Keluarga.
 
b. Sedangkan calon pembeli membawa :· Kartu Tanda Penduduk.· Kartu Keluarga.
3
. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.
 a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.1) Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaanmengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.2) Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enampuluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.3) Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut iatidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.4) Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.5) PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalamsengketa.b. Pembuatan Akta Jual Beli1) Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberikuasa dengansurat kuasa tertulis.2) Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.3) Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi danmaksud pembuatan akta.4) Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani olehpenjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.5) Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).6) Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.
4. Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli?
 a. Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas AktaJual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.b. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejakditandatanganinya akta tersebut.
5. Berkas yang diserahkan itu apa saja ?
 a. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.b. Akta jual beli PPAT.c. Sertifikat hak atas tanah.d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.e. Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).f. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
6. Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?
 a. Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikantanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPATtanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
progzone liked this
tenanpw liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->