Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Kolonialisme dalam Relasi Masyarakat Pribumi dengan Kaum Minoritas Cina: Perbandingan Indonesia dan Malaysia

Pengaruh Kolonialisme dalam Relasi Masyarakat Pribumi dengan Kaum Minoritas Cina: Perbandingan Indonesia dan Malaysia

Ratings: (0)|Views: 3,712|Likes:
Published by afiq88

More info:

Published by: afiq88 on Feb 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki banyak sekali kesamaan, baik dari segi penduduk, budaya, bahasa dan agama. Kedua negara juga mengalami periode masa penjajahan oleh kekuatan kolonial Eropa, yakni Belanda danInggris.Penduduk mayoritas di Indonesia dan Malaysia berasal dari kelompok Malayo-Polynesia.Bahasa yang dipakai oleh kedua negara memiliki akar yang sama, yakni bahasa Melayu.Sedangkan dari sisi agama yang dianut oleh mayoritas kelompok pribumi adalah agamaIslam, yang datang ke kawasan ini melalui kontak dengan para pedagang dari Timur Tengahserta dari beberapa pedagang Cina di Indonesia.Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang memiliki penduduk minoritas dari etnisCina. Etnis Cina yang ada di kedua negara merupakan keturunan dari etnis Cina yang datang pada masa sebelum dan selama berlangsungnya penjajahan.Hubungan-hubungan antara penduduk pribumi di Indonesia dan Malaysia dengan etnis Cinatelah berlangsung jauh sebelum masa berlangsungnya penjajahan. Hubungan ini dimulaidengan adanya hubungan perdagangan di kota-kota perdagangan utama, baik di Malayaataupun di pulau-pulau Nusantara seperti Sumatra dan Jawa. Berawal dari hubungan dagang, banyak pedagang asing yang kemudian menikah dengan perempuan lokal di kawasan ini, dankemudian menghasilkan kelompok yang merupakan percampuran antara budaya Melayulokal dengan budaya pendatang. Contoh dari hubungan-hubungan ini adalah adanya kaumPeranakan di Indonesia dan Malaysia.Dalam perjalanan sejarahnya, kedua negara pernah mengalami konflik etnis yang terjadidiantara penduduk pribumi dan penduduk etnis Cina. Konflik-konflik ini seringkalidilatarbelakangi oleh adanya
 stereotype
tertentu dari penduduk pribumi terhadap etnis Cina.Tulisan ini akan mencoba menelusuri bagaimana pengaruh kolonialisme terhadap dinamikadalam relasi etnis Cina dengan pribumi.
1 |Page
 
Rumusan Masalah
Bagaimanakah kolonialisme di Indonesia dan Malaysia mempengaruhi dinamika dari relasi penduduk pribumi dengan etnis minoritas Cina?
2 |Page
 
BAB IIISISejarah imigrasi etnis Cina ke kawasan Asia Tenggara
Sejarah mencatat, kontak antara etnis Cina dengan kawasan Asia Tenggara telah berlangsungsejak zaman Dinasti Han (abad ke-2 Masehi), atau bahkan pada periode waktu sebelum itu. Namun imigrasi etnis Cina secara massal baru berlangsung pada pertengahan abad ke-19,dimana kekuatan Barat mengalahkan Dinasti Ching di Cina daratan. Sebelum pertengahanabad ke-19, etnis Cina yang datang ke kawasan Asia Tenggara (terutama ke Thailand,Filipina, Malaysia dan Indonesia) berjumlah terbatas. Imigrasi dalam skala massal belum berlangsung pada periode ini. Dengan jumlahnya yang terbatas serta minimnya kaum wanitayang datang ke kawasan Asia Tenggara, kebanyakan imigran Cina menikah dengan wanitalokal. Pernikahan campuran ini menghasilkan keturunan Cina campuran, yang dikenaldengan nama kaum Peranakan. Pendatang Cina pada periode ini banyak yang kemudiantinggal menetap dan membentuk komunitas di tempat mereka tinggal. Dalam prosesnya,kelompok ini kehilangan kemampuan berbahasa Cina yang dahulu dimiliki oleh nenek moyangnya.Imigrasi secara massal baru berlangsung setelah pertengahan abad ke-19. Ada faktor-faktor yang mendorong terjadinya gelombang imigrasi etnis Cina ke kawasan Asia Tenggara.Peluang ekonomi yang luas di kawasan Asia Tenggara menjadi faktor penarik yang membuatetnis Cina dari Cina daratan untuk melakukan imigrasi ke kawasan Asia Tenggara.Sedangkan faktor pendorong yang membuat etnis Cina berimigrasi dari negaranya adalahsituasi Cina daratan yang sedang mengalami gejolak. Inilah kemudian yang menjadi faktor  pendorong untuk etnis Cina untuk pindah ke Asia Tenggara. Kombinasi dari keadaan Cinayang buruk serta adanya peluang ekonomi di kawasan Asia Tenggara, membuat etnis Cina berbondong-bondong berimigrasi ke kawasan Asia Tenggara.
1
1
 
Suryadinata, L. (Ed.). 2007.
Understanding the Ethnic Chinese in Southeast Asia.
Singapore: ISEAS Publishing, hlm. 50-51.
3 |Page

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sunarni SPd liked this
Ran Marbun liked this
Lia Aulia liked this
Kakak SHita liked this
Fredy Anggara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->