BAB IIISISejarah imigrasi etnis Cina ke kawasan Asia Tenggara
Sejarah mencatat, kontak antara etnis Cina dengan kawasan Asia Tenggara telah berlangsungsejak zaman Dinasti Han (abad ke-2 Masehi), atau bahkan pada periode waktu sebelum itu. Namun imigrasi etnis Cina secara massal baru berlangsung pada pertengahan abad ke-19,dimana kekuatan Barat mengalahkan Dinasti Ching di Cina daratan. Sebelum pertengahanabad ke-19, etnis Cina yang datang ke kawasan Asia Tenggara (terutama ke Thailand,Filipina, Malaysia dan Indonesia) berjumlah terbatas. Imigrasi dalam skala massal belum berlangsung pada periode ini. Dengan jumlahnya yang terbatas serta minimnya kaum wanitayang datang ke kawasan Asia Tenggara, kebanyakan imigran Cina menikah dengan wanitalokal. Pernikahan campuran ini menghasilkan keturunan Cina campuran, yang dikenaldengan nama kaum Peranakan. Pendatang Cina pada periode ini banyak yang kemudiantinggal menetap dan membentuk komunitas di tempat mereka tinggal. Dalam prosesnya,kelompok ini kehilangan kemampuan berbahasa Cina yang dahulu dimiliki oleh nenek moyangnya.Imigrasi secara massal baru berlangsung setelah pertengahan abad ke-19. Ada faktor-faktor yang mendorong terjadinya gelombang imigrasi etnis Cina ke kawasan Asia Tenggara.Peluang ekonomi yang luas di kawasan Asia Tenggara menjadi faktor penarik yang membuatetnis Cina dari Cina daratan untuk melakukan imigrasi ke kawasan Asia Tenggara.Sedangkan faktor pendorong yang membuat etnis Cina berimigrasi dari negaranya adalahsituasi Cina daratan yang sedang mengalami gejolak. Inilah kemudian yang menjadi faktor pendorong untuk etnis Cina untuk pindah ke Asia Tenggara. Kombinasi dari keadaan Cinayang buruk serta adanya peluang ekonomi di kawasan Asia Tenggara, membuat etnis Cina berbondong-bondong berimigrasi ke kawasan Asia Tenggara.
1
Suryadinata, L. (Ed.). 2007.
Understanding the Ethnic Chinese in Southeast Asia.
Singapore: ISEAS Publishing, hlm. 50-51.
3 |Page