Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pemanfaatan rumput laut

pemanfaatan rumput laut

Ratings:

5.0

(4)
|Views: 3,543 |Likes:
Published by Scuba Diver

More info:

Published by: Scuba Diver on Aug 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

 
Jurnal Penelitian Medika Eksakta Vol. 3 No. 1 April 2002: 89-104
89
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT
(EUCHEUMA COTTONII)
DALAM MENINGKATKAN NILAI KANDUNGAN SERAT DANYODIUM TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN MI BASAH
Bambang Wirjatmadi, Merryana Adriani, Sri Purwanti
*
 
ABSTRACTTHE USE OF SEA WEED
(EUCHEUMA COTTONII)
IN
 
ENHANCING THECONTENT OF FIBER AND IODINE OF FLOUR IN WET NOODLE
Goitre is one of major health problems in Indonesia. Eventhough, prevention program havebeen done, such as iodine capsule supplementation and iodine salt fortification. But, the resultsof those programs are still not optimal. Wet noodle (that is consumed by mostly peoples) whichis complemented with sea weed
 
(
Eucheuma Cottonii
) can be used as one alternative food forsupporting iodine consumption among peoples who suffer goitre (which may be caused bypoor iodine consumption).The obyective of the study is to analyze iodine, fiber, carbohydrate and protein content in wetnoodle which consists of flour and sea weed (
Eucheuma Cottonii
) in various composition
.
 Organoleptic test which is used for determining the best taste, smell, color and texture, andeconomic analyzis are also carried out.Wet sea weed noodle was made in Nutrition Laboratory, School of Public Health, AirlanggaUniversity, Surabaya. It was made from flour (
“Kereta Kencana”
), sea weed
(Eucheuma Cotonii),
eggs, tapioca flour, salt, coconut oil and water. This study was factorial design with fourtreatment (0%, 10%, 20% and 30% of
Eucheuma Cottonii
proportion in wet noodle)
 
and sixreplication. Iodine content in wet sea weed noodle was analyzed in Health LaboratoryDepartment, Surabaya, while fiber, carbohydrate and protein content were measured inLaboratory Animal Food, Veterinary Faculty, Airlangga University, Surabaya. Andorganoleptic test was conducted by 50 participants in Nutrition Laboratory, School of PublicHealth, Airlangga University, Surabaya. The different content of iodine, fiber, cabohydrate andprotein in various treatment were analyzed by using anova one way test, while the different oftaste, smell, color and texture in various treatment (organoleptic test) were tested by usingFriedman two way anova test.The results of the study showed that there were significantly difference of iodine, fiber,carbohydrate and protein content of wet sea weed noodle among treatment groups. The iodineand fiber content increased significantly as a result of the increase percentage of proportion seaweed in wet noodle. The highest iodine and fiber content were found in 30% proportion seaweed in wet noodle (156,89
µ
gram and 1,599% per 100 gram foodstuff respectively). On theother hand, the carbohydrate and protein decreased significantly as a result of the increasepercentage of proportion sea weed in wet noodle. The lowest carbohydrate and protein contentwere found in 30% proportion sea weed in wet noodle (36,574% and 7,616% per 100 gram
*
 
Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Lembaga Penelitian Universitas Airlangga
 
Pemanfaatan Rumput Laut
(Eucheuma cottonii)
dalam Meningkatkan Nilai Kandungan Seratdan Yodium Tepung Terigu dalam Pembuatan Mi Basah (Bambang Wirjatmadi, MerryanaAdriani, Sri Purwanti)
90
foodstuff respectively). The best taste, smell, color and texture were found on 10% proportionof
Eucheuma Cottonii
in wet noodle.
Keywords
:
Sea weed (Eucheuma Cottonii), noodle, iodine, fiber, carbohydrate, protein
 
PENDAHULUAN
Potensi produksi rumput laut cukup melimpah dan meningkat dari tahun ke tahun,dan berdasarkan data Departemen Pertanian (1988), lokasi pengembangan budidayarumput laut di Indonesia seluas 25.700 Ha, akan tetapi tingkat konsumsi bagimasyarakat Indonesia yang menggunakannya sebagai bahan pangan sumber seratdan yodium masih rendah. Oleh karena itu hal tersebut merupakan peluang yangsangat potensial bagi pengembangan teknologi pangan yang memanfaatkan rumputlaut untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas cukup tinggi bagi jenis- jenis makanan yang banyak digemari oleh masyarakat luas.Salah satu jenis makanan yang banyak digemari masyarakat adalah mi. Midikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti mi goreng, mi bakso, dll.
 
Meningkatnyakonsumsi mi sebagai alternatif penambah kalori selain nasi pada saat tertentu,menyebabkan mi sering diperhitungkan dalam susunan menu makanan rumahtangga, restoran maupun pedagang makanan kaki lima. Kecenderungan ini dapatmenjadi peluang bagi usaha-usaha perbaikan gizi masyarakat (melaluikomplementasi gizi) terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang polamakannya sering monoton dan kurang variasi. Dimana hal tersebut kemungkinanlebih disebabkan oleh daya beli masyarakat yang sangat terbatas.Komposisi utama dari rumput laut yang dapat digunakan sebagai bahan panganadalah karbohidrat, tetapi karena kandungan karbohidrat sebagian besar terdiri darisenyawa
 gumi
yakni polimer polisakarida yang berbentuk serat, dikenal sebagai
dietary fiber 
, maka hanya sebagian kecil saja dari kandungan karbohidrat yang dapatdiserap dalam sistem pencernaan manusia. Kandungan gizi rumput laut terpenting justru pada
trace element
, khususnya yodium yang berkisar 0,1- 0,15% dari beratkeringnya. Karena masyarakat Jepang dan China banyak memanfaatkan rumputlaut dalam konsumsi makanan sehari-harinya, maka alasan inilah yang dapatmenerangkan mengapa penyakit gondok atau penyakit kekurangan yodium jarangdijumpai di kedua negara tersebut (Winarno, F.G. 1996).Dengan mengetahui potensi gizi kedua bahan yang akan dikomplementasikan,maka pemanfaatan rumput laut dalam pembuatan mi akan membantu
 
Jurnal Penelitian Medika Eksakta Vol. 3 No. 1 April 2002: 89-104
91
meningkatkan konsumsi gizi yang lebih variatif bagi masyarakat luas, sekaligusmendorong usaha-usaha diversifikasi pangan masyarakat dan pemenuhankebutuhan gizi terutama zat gizi mikro.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimentallaboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan(t = 4) dengan simbol : M
0
, M
1
, M
2
, M
3
dan dilakukan 6 kali ulangan (r = 1,2,3,4,5,6).Adapun ke 4 perlakuan meliputi 1) mi tanpa penambahan rumput laut (komposisi100:0), 2) mi dengan konsentrasi penambahan rumput laut 10% (komposisi 90:10), 3)mi dengan konsentrasi penambahan rumput laut 20% (komposisi 80:20), dan 4) midengan konsentrasi penambahan rumput laut 30% (komposisi 70 : 30).Pengambilan sampel penelitian untuk analisis zat gizi dilakukan secara sengaja padasemua unit percobaan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ujilaboratorium. Obyek penelitian adalah mi rumput laut yang dilakukan analisiskandungan zat gizinya, meliputi yodium, dan karbohidrat (termasuk karbohidratnon pati atau serat), dan proteinnya. Untuk mengetahui perbedaan antara masing-masing perlakuan dilakukan uji Friedman Two way Anova dan bila terdapatperbedaan bermakna dilanjutkan dengan uji beda jenjang Friedman (multiplecomparation).Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut jenis
Eucheuma Cottonii
yang diproduksi oleh GAPP Yogyakarta-Indonesia dan tepungterigu jenis
hard wheat
dengan merk “
Kereta Kencana
” yang diproduksi oleh P.T.Bogasari- Indonesia. Bahan-bahan penunjang lainnya meliputi : telur, tepung tapioka(kanji), garam NaCl, minyak kelapa dan air, serta bahan-bahan yang dibutuhkandalam uji laboratorium. Dan untuk mengetahui daya terima mi rumput laut ini jugadilakukan uji organoleptik. Untuk itu mi rumput laut ini akan diujikan pada 50panelis.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi instrumen untuk analisislaboratorium dan instrumen pengumpul data. Instrumen laboratorium terdiri daritimbangan, alat-alat kayu, alat-alat gelas, panci, ember plastik,
roll press
, wajan,kompor gas, alat analisis karbohidrat, protein, serat dan yodium serta timbangananalitis. sedang instrumen pengumpul data adalah
score sheet
yang digunakan untukmenjaring data dari sejumlah panelis yang telah memenuhi syarat kesehatan, sepertitidak mengalami gangguan telinga, hidung tenggorokan, tidak buta warna dan tidakalergi terhadap makanan yang akan diuji.

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Binti Solikha liked this
Andra Deztyni liked this
Akbar De Nayaka liked this
Erni Ndolu added this note
Mohon info harga rumput laut terkini ...adakah yang mau jadi buyer ?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->