Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
57Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Skripsi Fuul

Proposal Skripsi Fuul

Ratings: (0)|Views: 3,708 |Likes:
Published by Ahmad Fuad Rosyidi

More info:

Published by: Ahmad Fuad Rosyidi on Feb 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

 
1
A.
 
JUDUL : PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANINKUIRI DENGAN MENGGUNAKAN IRINGAN MUSIKKLASIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADAPOKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS DI KELAS X R-SMA-BI NEGERI 1 LAMONGANB.
 
LATAR BELAKANG
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran dari cabang IlmuPengetahuan Alam (IPA) atau yang sering disebut juga sebagai Sains. IPAbukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu prosespenemuan. Menurut Carin dan Sund (1993) dalam Puskur (2007: 3)
mendefinisikan Sains sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun
secara teratur berlaku secara umum (
universal
) dan berupa kumpulan datahasil observasi dan eksperimen
. Sehingga untuk mendapatkan danmemahami pengetahuan fisika secara mendalam hendaknya diperoleh melaluisuatu proses yang melibatkan penalaran rasional dalam kegiatan pemecahanmasalah dengan menggunakan metode ilmiah yang meliputi penyusunanhipotesis, perencanaan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, danpenarikan kesimpulan. Melalui kegiatan pemecahan masalah dan metodeilmiah itulah diharapan peserta didik dapat mengalami proses pembelajaransecara langsung, utuh dalam mempelajari fenomena-fenomena fisis danmenemukan fakta/pengetahuan baru untuk memahami konsep-konsep fisikaseperti layaknya para ilmuwan.Dari hasil observasi langsung yang dilakukan oleh penulis di R-SMA-BI Negeri 1 Lamongan didapatkan sutau kenyataan bahwa proses KegiatanBelajar Mengajar (KBM) fisika masih belum sesuai dengan hakikatpembelajaran fisika sebenarnya. Guru dalam mengajarkan materi fisika masihmemakai model pembelajaran tradisional (
teacher centre
) atau pembelajarankonvensional dengan menggunakan metode ceramah. Guru menjelaskanmateri fisika yang ada di buku paket dan menuliskan beberapa rumus di papan
 
2tulis kemudian memberikan contoh soal. Selanjutnya siswa disuruh untuk mengerjakan soal yang ada di buku paket.Proses KBM fisika di atas masih disampaikan sebatas sebagai produk siswa hanya mendengar dan mencatat hal-hal yang dianggap penting sertacenderung siswa dituntut untuk menghafal rumus-rumus, teori dan hukumsaja. Hal ini menyebabkan siswa mudah merasa jenuh atau bosan dan tidak menyukai pelajaran fisika yang akhirnya berdampak pada pemahaman siswatentang materi fisika kurang maksimal. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasilangket yang diberikan kepada 80 siswa perwakilan kelas X dan IX di R-SMA-BI Negeri 1 Lamongan dapat diketahui bahwa 66 % dari sampel siswamenyatakan bahwa pelajaran fisika sulit dikarenakan banyak rumus. Daribeberapa materi fisika yang disebutkan dalam angket yang menurut merekasulit adalah listrik dinamis.Perubahan kurikulum terbaru tahun 2006 dan telah diterapkan disekolah-sekolah saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 1, ayat 15mengemukakan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dandilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Mulyasa, 2007: 19).Dalam merancang proses KBM sekolah dan khususnya guru diberi kebebasanuntuk memilih model dan metode pembelajaran yang inovatif sesuai denganmateri dan kondisi siswa. Namun kenyataannya masih banyak guru yuangbelum bisa melaksanakan kurikulum tersebut dengan maksimal. Salah satupenyebab yang disampaikan oleh guru fisika di R-SMA-BI Negeri 1Lamongan adalah padatnya materi fisika yang harus dibahas dan diselesaikanberdasarkan isi dalam kurikulum. Guru lebih fokus pada penghabisan materipelajaran daripada memperhatikan proses pembelajaran yang dilakukannya.Sehingga yang terjadi proses pembelajaran fisika cenderung monoton dantidak ada variasi. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang begairah dankurang semangat dalam mengikuti pelajaran fisika.Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi beberapamasalah di atas dan sekaligus memberikan pengalaman langsung terhadapsiswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri. Model
 
3pembelajaran inkuiri merupakan salah satu pembelajaran yang berpusat padasiswa (
student centre
). Model inkuiri ini memberikan kesempatan siswamengembangkan potensinya secara optimal dengan cara mencari, memeriksadan menduga disertai alasan-alasan yang logis tentang suatu konsep yangsedang dipelajari. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Gulo, W (2008: 84),
“strategi inkuiri
adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkansecara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidikisecara sistematis, kritis logis dan analitis sehingga mereka dapat merumuskansendiri penemuannya dengan penuh percaya diri
.Gulo, W (2008: 93) menyatakan bahwa proses pembelajaran inkuiritidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual saja, tetapi seluruhpotensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan keterampilan.Sehingga model pembelajaran inkuiri termasuk salah satu model pemrosesaninformasi yang menekankan bagaimana seseorang berfikir dan bagaimanadampaknya terhadap cara-cara mengelolah informasi dalam memecahkanmasalah. Indrawati (1999) dalam Trianto (2007: 134), menyatakan bahwasuatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif bila diselenggarakanmelalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun pemrosesaninformasi.Berdasarakan uraian di atas sangat jelas bahwa model pembelajaraninkuiri akan memberikan kesempatan yang sangat luas bagi para siswa untuk menggali potensi diri yang dimilikinya dalam memecahkan masalah fisika danmenemukan konsep-konsep fisika sendiri dengan cara metode ilmiah sepertikegiatan eksperimen. Sehingga mereka akan menjalani proses pembelajaranyang utuh dan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.Selama kegiatan pemecahan masalah dengan melakukan eksperimenatau percobaan siswa dihadapkan pada pekerjaan mental yang berat. MenurutDePorter dan Hernacki (2008: 72) selama melakukan pekerjaan mental yangberat tekanan darah, denyut jantung, dan gelombang-gelombang otak cenderung meningkat serta otot-otot menjadi tegang. Kondisi seperti itutidaklah baik untuk siswa karena dapat menghambat proses belajarnya. Untuk mengurangi ketegangan dan memberikan rasa rileks pada siswa dalam

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
awal_jihad liked this
Octa Priyanti liked this
Nurkholismath liked this
eno_anto liked this
Cita Artawa liked this
Wahyu Princife liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->