Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bismillah

Bismillah

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by catur_dydra

More info:

Published by: catur_dydra on Feb 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2011

pdf

text

original

 
Bismillah,Artikel ini saya muat kembali dalam rangka menyegarkan ingatan kita kepada RasulullohSAW, sosok dan pribadi terbaik sepanjang masa yang pernah ada dalam peradabanmanusia. Semoga kita bisa meneladani akhlak mulia beliau, walau hanya ’seujung kuku’.Sudah fitrah manusia untuk selalu meniru orang lain. Seorang bayi bisa berbicara,mengucapkan kata setelah dia melihat dan menirukan dari wajah-wajah yang dia lihatsetiap hari, setiap saat. Kita pun, selaku manusia dewasa juga meniru orang lain,sebagaimana kang Ibing ucapkan, kita akan meniru orang tua kita untuk menikah, punyaanak, punya rumah, dst dst.Rasululloh SAW sendiri mengajarkan dan menyebarkan Islam serta hanya ‘mengijinkan’amal perbuatan yang telah beliau contohkan. Artinya, umat Islam haruslah MENIRU SuriTauladan (Uswatun Hasanah) mereka terutama dalam beribadah dan hidup, karenacontoh dari beliau-lah yang paling tepat dan afdhol.Hal ini sudah dinyatakan di Al Qur’an, Al Ahzab(33):21,
“Sesungguhnya telah ada pada(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Melakukan ibadah selain yang dicontohkan beliau akan diancam dengan hukuman dineraka, karena sifatnya yang bid’ah. Sementara untuk beberapa hal dalam kehidupan(duniawi), menurut pendapat pribadi saya, tidak mencontoh beliau tidak mengapa selamatidak bertentangan.Antara lelaki dan perempuan, saya berpendapat perempuanlah yang sering meniru. Tidak usah repot2, coba anda lihat tayangan iklan di tv, koran, atau media lain. Saya yakinmayoritas tayangan iklan ditujukan untuk kaum hawa. Kosmetik, busana, potonganharga, dst dst yang diperagakan oleh model atau bintang film atau artis, akan membujuk kaum hawa untuk menyisihkan sebagian harta mereka dan membeli produk tersebut demiagar mereka MIRIP dengan idola mereka itu.Sesungguhnya, Islam tidaklah melarang tiru meniru ini, selama dalam koridor yang baik,tidak bertentangan dengan agama. Rasululloh SAW beserta keluarga beliau sendiri sudahmemberikan banyak contoh yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Hidup sederhana,tidak berlebihan, bisa menjadi manfaat (jalan kebaikan) bagi manusia (+alam) sekitar, dstdst. Semestinya hal seperti inilah yang ditiru dan dipraktekkan oleh kaum Islam.Akan tetapi, kita (kaum muslim) yang hidup di alam modern ini, telah dijadikan sasaran‘tembak’ yang empuk oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Beribu cara dilakukan untuk membuat kita berpaling dari sebaik-baik contoh yang semestinya kita ikuti, menjadidomba dan penganut serta peniru yang setia dari contoh kaum Nasrani dan Yahudi. Tidak heran, karena jaman sekarang merupakan masa  perang pemikiran (ghazwul fikri).
 
Betapa banyak kaum muslimah yang telah menutup auratnya kemudian menanggalkan penutup auratnya, demi mengejar karir atau hal2 yang bersifat duniawi lainnya. Seoranglelaki minum minuman keras di sebuah pesta demi menghormati tuan rumah. Anak membantah dan melawan orang tuanya karena mencontoh tayangan televisi, yangmemperlihatkan adegan seorang anak membangkang terhadap perintah orang tuanya.Masih banyak hal lain yang diciptakan Nasrani dan Yahudi demi membuat kita semakin jauh dari contoh yang Islami.Tidaklah heran Rasululloh SAW pernah bersabda yang intinya bahwa kelak umat beliauakan meniru perbuatan-perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani. Beliau bahkan mengancam bahwa barang siapa umat beliau yang meniru perbuatan-perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani berarti umat beliau telah keluar dari naungan beliau dan menjadi bagian kaumYahudi dan Nasrani.
“Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang2 sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai seandai mereka masuk ke lubang dhabb1niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan: “Wahai Rasulullahapakah mereka yg dimaksud itu adl Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata: “Siapa lagikalau bukan mereka?””
(HR Bukhari)Masya ALLOH…sedemikian keras ancaman Rasululloh SAW, demi umatnya tetapmenjadi umat terbaik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang diajarkanmusuh-musuh Islam.Mari kita tengok diri kita sekarang, apakah kita sudah mencontoh cara hidup RasulullohSAW? Tentunya mencontoh bukan berarti mencontoh begitu saja mentah-mentah.Semuanya mesti didasarkan argumen dan logika juga. Sebagai contoh, kita di Indonesia(menurut saya) tidak perlu menggunakan gamis sebagai baju sehari-hari, karenalingkungan Indonesia tidaklah sama. Namun, untuk urusan JILBAB,INI JELAS2 HARUS DILAKSANAKAN KARENA SUDAH TERCANTUM DI AL QUR’AN, bukan sekedar budaya.Saya mengingatkan diri saya pribadi dan mengajak rekan2 muslim semua utk mulaimencermati pola hidup kita, apakah sudah sesuai dengan contoh dari Rasululloh SAW.Silakan memberi komentar dan menuliskan contoh kehidupan yang Islami, lalu sedikitdemi sedikit kita mulai praktikkan di kehidupan sehari-hari.Catatan: saya sudah pernah menuliskan beberapa contoh adab yang diberikan RasulullohSAW. Silakan cek disini untuk contoh berpakaiandansini untuk contoh makan Rasululloh SAW.Berbagi artikel ini 2260Telah ada (1) komentar  
October 25, 2008
 
Masuk Kategori:HOT NEWS,Ensiklopedia Islam,Seri Kesalahan2, Kisah Nabi dan RasulBismillah,Sebagaimana diketahui bersama, baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita seorang‘kiai’ (berusia 40 tahun lebih) yang menikahi seorang ANAK perempuan berusia 11tahun (di beberapa sumber disebutkan berumur 12 tahun). Sang ‘kiai’ juga kemudianmenikahi beberapa ANAK yang berusia lebih muda.Sang ‘kiai’ mengatakan bahwa tindakannya ini diperbolehkan oleh agama (Islam) bla bla bla…dan ada ‘contoh’ dari Rasululloh SAW yg menikahi Aisyah yg berumur 7 tahun bla bla bla…Pertanyaannya, apakah benar Islam (notabene Rasululloh SAW) mengajarkan hal sepertiitu? Baiklah, mari kita lihat dan tinjau sejenak tentang ‘isu’ (hoax?) Rasululloh SAWmenikahi Aisyah dalam usia 7 tahun tersebut.Selama hampir 20 tahun, ‘kisah’ kehidupan Rasululloh SAW yg menikahi Aisyah yg(konon) berusia 7 tahun, tertanam dalam benak saya. Dan selama 5-6 tahun terakhir,ketika saya mulai bertobat dan (lebih) banyak belajar (lagi) tentang agama (Islam danterkadang Kristen), barulah saya menyadari bahwa isu tersebut SERINGKALI dijadikansenjata oleh para orientalis dan musuh-musuh Islam, dengan menyatakan bahwaRasululloh SAW adalah seorang (masya ALLOH) pedofilia (penyuka anak-anak kecil) bla bla bla…Hanya saja, saya tidak bisa memberikan argumen yg tepat untuk membantah hal-haltersebut, hingga beberapa waktu lalu saya sempat temukan sebuah artikel yangmengungkap ‘kebohongan’ Rasululloh SAW menikahi anak di bawah umur. Saat itu sayasudah berniat untuk memuatnya di blog ini, hanya saja artikelnya mendadak hilang.Walhasil, saya mesti bongkar-bongkar arsip, yang butuh waktu cukup lama, karenatercecer di banyak dvd data.Alhamdulillah, saya temukan sebuah artikel yang dimaksud, meski nampaknya bukanversi yang full, karena seingat saya, artikel yg saya simpan lebih panjang dan lebih jelas. Namun, saya pikir artikel di bawah ini cukup membantu ‘menjernihkan’ riwayat (hoax) pernikahan Rasululloh SAW dengan Aisyah.Meluruskan Riwayat Pernikahan St ‘Aisyah RA

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->