Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bab 2 merancang produk baru

bab 2 merancang produk baru

Ratings:

4.8

(5)
|Views: 2,127 |Likes:
Published by denmasdeni

More info:

Published by: denmasdeni on Aug 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

 
BAB II MERANCANG PRODUK BARU
A.FAKTOR PENENTU BISNIS PERS
Manajemen perencanaan media cetak adalah proses penentuandan perumusan untuk mengelola penerbitan pers secara terencana,sistematis, dan terinci untuk mencapai tujuan akhir. Perencanaan yangbaik adalah program yang dibuat secara jelas, ringkas, dan tegas sertamudah melakukannya. Untuk memudahkan pelaksanaan perencanaan,maka perencanaan pers tersebut harus diperinci lebih jauh dalamberbagai program, kebijakan, proyeksi, sistem, prosedur, peraturan, dananggaran perusahaan.Dalam merencanakan, membentuk, dan menyempurnakankelahiran sebuah produk pers, harus dipertimbangkan berbagai faktordibawah ini.
A.1.Menganalisa situasi ekonomi
Situasi ekonomi di tanah air dan internasional memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kelangsungan bisnis media cetak.Kondisi perekonomian yang baik, akan membuat iklim bisnis memilikiprospek yang cerah. Bisnis media cetak dapat berkembang dengan baik,karena mampu meraih iklan dan meningkatkan tiras penjualan. Kondisiini membuat kinerja keuangan penerbitan menjadi sehat. Pada giliranberikutnya penerbitan yang memiliki kinerja keuangan baik, akanmelakukan ekspansi usaha. Apakah itu dengan cara mengembangkanbisnis media cetak lainnya. Atau digunakan untuk melakukan ekspansidi bidang lain yang menguntungkan grup perusahaaanya.Faktor-faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi perkembanganbisnis adalah inflasi, laju pertumbuhan ekonomi, kurs suku bunga, danpatokan suku bunga SBI (sertifikat bank Indonesia). Bila indikatorekonomi tersebut menunjukkan hasil positif, situasi perekonomiannasional juga memungkinkan untuk mengembangkan bisnis pers.Inflasi adalah suatu gejala dimana harga-harga kebutuhanhidup: sandang, pangan, papan naik pada pada saat tertentu. Untukmengendalikan inflasi, pemerintah menggunakan berbagai instrumenseperti menambah jumlah pasokan barang ke pasar, sehingga harga-harga bisa turun kembali. Selain itu, langkah moneter juga dilakukandengan cara menarik uang beredar di masyarakat dengan caramenaikkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Sertifikat Bank Indonesia merupakan salah satu instrumen BankIndonesia dalam mengatur lalu lintas moneter di Indonesia. SBImerupakan alat BI untuk menyedot rupiah dari pasar dengan caramenaikkan suku bunga SBI. Bila suku bunga SBI tinggi, masyarakatakan tertarik menyimpan uangnya di bank. Tapi disisi lain, kenaikanSBI membuat suku bunga kredit perbankan akan ikut-ikutan naik.
 
Dengan begitu, maka para penerima kredit akan membayar pinjamanpokok dan suku bunga lebih mahal. Tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, membuatmasyarakat menyimpan dana atau uangnya ke SBI. Masyarakat secaralangsung mengurangi belanja konsumtifnya. Pilihan itu diambil, karenabunga yang diberikan SBI jauh lebih menguntungkan dibanding denganmembelanjakan produk lain. Maka uang beredar di tangan masyarakatsedikit, karena lebih banyak disimpan dalam bentuk SBI. Daya belimasyarakat juga ikut-ikutan lemah, karena uang kontan yang merekamiliki sedikit. Kenaikan SBI ini, membuat bank-bank ikut menaikkansuku bunga deposito. Kenaikan suku bunga deposito, membuat sukubunga kredit juga ikut naik. Karena prinsip kerja bank adalah sukubunga kredit harus lebih tinggi dari pada suku bunga tabungan, giroatau deposito. Atau spread (selisih antara suku bunga kredit dandeposito) antara 5%-10%. Bila suatu bank menetapkan spread 5%,maka bila suku bunga deposito 11% per tahun, bank itu akanmemberikan suku bunga kredit 16% per tahun. Bila suku bungadeposito naik 16%, suku bunga kredit pun harus pula dinaikkanmenjadi 21%.Bila bank memberikan suku bunga kredit cukup tinggi,pengusaha sulit untuk menerima kredit investasi atau kredit modalkerja. Termasuk perusahaan media cetak akan sulit untuk memintakredit untuk pengembangan usaha seperti pembelian mesin cetak,penambahan kendaraan roda empat untuk pengembangan bagiansirkulasi, atau pembelian properti untuk kantor baru.Perusahaan mitra kerja penerbitan media cetak juga melakukanpengetatan pengeluaran yang cukup tinggi. Perusahaan tersebut akanmempercepat pelunasan tagihan-tagihan utang kepada perusahaanmedia cetak, seperti pembelian kertas, ATK, komputer, atau percetakan.Bila sebelumnya, pembayaran kewajiban kepada pemasok bisa sebulansekali, tapi karena kebijakan uang ketat, penagihan bisa dipercepatmenjadi dua minggu. Kondisi ini, membuat manajemen keuanganpenerbitan media cetak harus kembali menjadwal ulang kapan harushutang-hutang itu harus dibayar atau dilunasi.Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa tahun 1990-1996masih mampu tumbuh antara 6%-8%. Sejak memasuki tahun 1997,pertumbuhan ekonomi sulit untuk dipertahankan. Menyusutnyapertumbuhan tersebut, merupakan dampak dari melemahnya aktivitasperekonomian nasional. Sejauh mana akselerasi dunia bisnis berjalan,sebesar itu pula laju pertumbuhan ekonomi. Besarnya angkapertumbuhan mencerminkan seberapa banyak adanya kegiatanperekonomian dalam bentuk barang dan jasa. Termasuk dalam investasibisnis pers, bila laju pertumbuhan ekonomi membaik, akan banyakketersediaan dana yang dapat digunakan untuk mendirikan bisnis pers.
 
A.2. Kurs Valuta Asing
Pergerakan kurs nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikatmenjadi pertimbangan utama dalam bisnis media cetak. Karena hargabahan baku kertas koran yang dibutuhkan untuk membuat kertaskoran oleh pabrik-pabrik kertas di dalam negeri, masih diimpor. Selainitu, sebagian kertas koran, majalah, dan tabloid juga musti dibeli dariluar negeri. Itu berarti, harga bahan baku kertas koran dan hargakertas koran mengikuti naik turunnya kurs dolar terhadap rupiah. Bilakurs rupiah terhadap dolar melemah, harga kertas akan naik. Begitupula bila kurs rupiah terhadap dolar AS menguat, harga kertas punturun.Pengalaman selama ini menunjukkan, kurs nilai rupiah tidakpernah nilainya menguat. Kebijakan devaluasi dan depresiasi olehpemerintah selama 1970-1997 membuat posisi rupiah selaludirendahkan terhadap dolar Amerika Serikat. Namun sejak 1997, nilairupiah sulit untuk dikendalikan pemerintah. Nilai rupiah terus terpuruk yang mengakibatkan harga kertas juga naik. Pada tahun 1997, nilairupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih Rp2.400 per dolar AS.Namun sejak itu,nilai rupiah terus melemah hingga pernah mencapaiRp16.000 per dolar AS pada tahun 1998. Pada masa pemerintahan B.JHabibie, nilai rupiah berkisar Rp6.000-Rp7.000 per dolar AS. Dan padamasa pemerintahan Abdurahman Wahid, nilai rupiah kembali melemahmenjadi Rp9.000-Rp12.000 per dolar AS.Sedangkan pada masapemerintahan Megawati Soekarno Puteri, nilai rupiah rata-rataRp10.000-Rp10.500 selama tahun 2001. Melemahnya nilai rupiah itu,membuat harga kertas ikutan-ikutan naik. Bila sebelum tahun 1997harga kertas koran per ton US$500, dengan nilai kurs rupiah Rp2.500per dolar AS, maka penerbit menbeli kertas dengan harga Rp1.250.000.Maka pada saat nilai rupiah berada pada angka Rp6.000 per dolar AS,penerbit harus mengeluarkan biaya Rp3.000.000 per ton. Pada tahun2001 dimana kurs rupiah mencapai Rp10.500 per dolar AS, penerbitmengeluarkan biaya untuk membeli kertas Rp5.250.000 per ton. dapatdisimpulkan, semakin kurs nilai rupiah melemah, biaya untuk membelikertas koran semakin tinggi.
A.3.Lingkungan Bisnis
Lingkungan bisnis dapat dilihat sejauh mana aktivitas ataudinamika masyarakat dalam menjalankan roda perusahaanya. Untukmelihat apakah dunia usaha di tanah air berjalan secara kondusif dengan melihat besarnya perbumbuhan PMA (perusahaan modal asing)dan PMDN (perusahaan modal dalam negeri)Besarnya PMA dan PMDN menunjukkan sejauh mana aliranmodal langsung dan tidak langsung masuk ke Indonesia. Semakin besarPMA dan PMDN yang merealisasikan pendirian perusahaan di Indonesia,semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan terserap. Dan

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amnesti Marta liked this
Fitria Nurul liked this
Titin Khususiyah liked this
Akasa Ryoto liked this
Rossy Afiano liked this
Septon Permata liked this
Hency Zacharias liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->