Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
6 - STMIK AMIKOM YOGYAKARTA - PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP DUGAAN KEJAHATAN

6 - STMIK AMIKOM YOGYAKARTA - PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP DUGAAN KEJAHATAN

Ratings: (0)|Views: 367|Likes:
Published by Ady Wijaya

More info:

Published by: Ady Wijaya on Feb 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/19/2011

pdf

text

original

 
JURNAL MANAJERIAL ISSN: 0216-3705Vol. 5 No. 2 September 2009
1
PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI LUARPENGADILAN TERHADAP DUGAAN KEJAHATANPASAL 359 KUHP DALAM PERKARA LALU LINTASSetio Agus Samapto
STMIK AMIKOM Yogyakarta
 Abstraksi
 Didalam kecelakaan lalu - lintas yang dapat menimbulkan luka –luka maupun meninggal dunia pada diri orang lain itu tidak adaunsur kesengajaan. Tidak ada unsur kesengajaan itulah biasanya yang dijadikan alasan untuk menyelesaikan perkara tanpa melalui proses Pengadilan. Kitab Undang – Undang Hukum Pidana BukuKedua Bab XXI tentang menyebabkan mati atau luka – luka karenakealpaan, maka dalam tindak pidana lalu – lintas dikatagorikandalam kejahatan dan termasuk dalam tindak pidana biasa. Seluruhtindak pidana yang diatur dalam Buku Kedua Bab XXI tersebut  penyelesaian harus melalui proses Pengadilan dan nantinya ada penjatuhan pidana. Dilihat dari tujuan pidana dimaksud sebagaisalah satu sarana untuk menanggulangi masalah – masalah sosialdalam rangka mencapai tujuan kesejahteraan.
 Kata Kunci:
Perkara, Pidana, Lalu lintas
Pendahuluan
Pemidanaan yang diwujudkan dalam proses Pengadilan itubertujuan untuk :1. Prevensi umum yaitu dengan dipidananya pelaku kejahatan makaia diharapkan akan mengurungkan niatnya untuk berbuat jahat.2. Prevensi khusus yaitu dengan telah diselesainya menjalanipidana maka ia diharapkan tidak akan mengulangi lagiperbuatannya.
 
Persyaratan pidana pada umumnya meliputi persyaratan –persyaratan yang menyangkut segi perbuatan dan segi orang. Kedua
 
JURNAL MANAJERIAL ISSN: 0216-3705Vol. 5 No. 2 September 2009
2
segi tersebut terdapat dua asas yang saling berpasangan yaitu asaslegalitas yang menyangkut segi perbuatan dan asas culpabilitas atasasas kesalahan yang menyangkut segi orang. Asas legalitasmenghendaki adanya ketentuan yang pasti lebih dahulu, sedangkanasas kesalahan menghendaki agar hanya orang yang benar – benarbersalah saja yang dapat dikenakan pemidanaan.Perkara tindak pidana lalu – lintas itu pada umumnya tidak adakesengajaan, disini yang ada hanya unsur kealpaan. Pengenan pidanakepada orang yang karena alpa melakukan kejahatan disebut dengan “Strict liability “ artinya : Ada kejahatan yang pada waktu terjadinyakeadaan mental terdakwa adalah tidak mengetahui dan sama sekalitidak bermaksud untuk melakukan suatu perbuatan.Namun meskipun demikian dia dipandang tetep bertanggung jawab atas terjadinya perkara yang terlarang itu, walaupun diasama sekali tidak bermaksud untuk melakukan suatu perbuatanyang ternyata adalah kejahatan.
 
Aparat penegak hukum dapat juga melakukan tindakan Represif yaitu yang dimaksud dengan Represif tersebut sebagai berikut :Tindakan yang Represif pada prinsipnya didasarkan para peraturanper Undang Undangan yang berlaku seperti Kitab Undang Undang Hukum Pidana, namun dalam hal tertentu tindakanRepresif tidak harus didasarkan pada peraturan per Undang Undangan dapat juga dibenarkan oleh Pengadilan.Pendapat – pendapat seperti diatas dalam praktek Polisi sebagaipenyidik penegak hukum juga bisa menyelesaikan kasus yangmenyangkut tindak pidana lalu – lintas khususnya yang termasuk pasal 359 KUHP, yaitu mengenai “ karena kealpaan “ adapun fungsidari pasal itu menjelaskan unsur kesalahan yang berbentuk culpadimana akibat yang berakibat matinya korban.Pengertian mengenai kealpaan yang menyebabkan matinya oranglain Prof. Moeljatno, SH berpendapat bahwa : Pengertian mengenaikealpaan maka satu – satunya ukuran yang diperlukan untuk adanyakealpaan tersebut ada perbuatan yang obyektif menyebabkan matiatau luka luka ialah apakah dalam melakukan perbuatan telah
 
JURNAL MANAJERIAL ISSN: 0216-3705Vol. 5 No. 2 September 2009
3
memperhatikan dan mentaati norma – norma yang bertalian denganperbuatan tersebut, baik yang telah diwujudkan sebagai peraturantertulis maupun masih menampakkan diri sebagai perbuatan yangpatut atau tidak patut.
 
Proses penyelesaian pekara lalu – lintas diluar pengadilan yangmenjadi penyebab matinya seseorang itu adalah :Pengendarakendaraan yang kurang hati – hati atau lalai, kekurang waspadaan,kurang menggunakan ingatan atau kekilafan atau sekiranya dia tidak waspada, tertib atau kekilafan atau sekiranya dia tidak waspada, tertibatau ingat, peristiwa itu tidak akan terjadi atau dapat dicegah.
5)
 Polisi sebagai penyidik dalam menyelesaikan tindak pidana lalu –lintas khususnya yang termasuk pasal 359 KUHP diluar Pengadilanini kalau pelaku dan pihak korban sudah ada kesepakatan kehendak.Penyelesaian di dalam Pengadilan, apabila para pihak pelaku dankeluarga korban tidak ada kesepakatan kehendak untuk diselesaikandiluar Pengadilan, Polisi sebagai penyidik sesuai dengan tugasnyamembuat berita acara tentang kejadiannya dan kemudianmenyerahkan ke Jaksa penuntut Umum agar dilakukan penuntutan.Hukum Pidana harus dipandang sebagai hukum yang mempunyaifungsi subsider, karena hukum pidana baru digunakan apabila upayalain dirasakan tidak berhasil atau tidak sesuai.
Pembahasan1. Pengertian lalu - lintas
Pengertian lalu – lintas menurut Undang – Undang No.14 Tahun1992 tentang lalu – lintas dan angkutan jalan terdapat didalam pasal 1ayat (1). Lalu – lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewandijalan. Lalu – lintas yang dimaksud disini adalah lalu – lintas dijalan.Hampir setiap hari manusia dalam melakukan kegiatan sehari –hari mempergunakan jalan raya. Warga masyarakat dalammempergunakan jalan raya harus mematuhi peraturan – peraturanmengenai angkutan jalan raya maupun lalu – lintas.Masalah lalu – lintas merupakan masalah yang setiap hari dihadapioleh warga masyarakat terutama yang sehari – harinya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->