Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
52Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Who Moved My Cheese

Who Moved My Cheese

Ratings:

4.5

(10)
|Views: 3,463 |Likes:
Published by cindymon
by Spencer Johnson
by Spencer Johnson

More info:

Published by: cindymon on Nov 14, 2007
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

 
“Tidak ada yang tetap, kecuali perubahan itu sendiri.” Demikianlah bunyi sebuah pameo terkenal.Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghambat perubahan. Yang dapat kita lakukanhanyalah mengarahkan perubahan dan atau mengantisipasi perubahan.Banyak buku yang mengupas tentang masalah perubahan dan inovasi seperti:
Differentiate Or Die 
, karangan Jack Trout dan Steve Rivkin;
Blue Ocean Strategy 
karangan W. Chan Kim danRenée Mauborgne;
Change 
dan
Re-code Your Change DNA
, keduanya karya Rhenald Kasali,dan masih banyak lagi yang lain.Salah satu buku yang bagus,
inspiring 
dan mudah dipahami yang mengupas tentang bagaimanamenyikapi perubahan adalah
Who Moved My Cheese 
, karangan Spencer Johnson. Meski bukuini sebenarnya termasuk kategori buku cukup lawas, namun
content 
-nya masih tetap relevan dandapat dimanfaatkan sampai saat ini dan nanti.Buku ini mengupas tentang dua hal berseberangan yang bekerja dalam diri kita, yaitu“sederhana” dan “rumit”, yang ditamsil dan diumpamakan melalui empat tokoh imajiner dalamsebuah kisah fiktif. Empat tokoh tersebut mewakili bagian dari kepribadian manusia, yaitu:
Sniff
 (Endus),
Scurry
(Lacak),
Hem
(Kaku) dan
Haw
(Aman). Sniff dan Scurry digambarkan sebagaidua ekor tikus, sementara Hem dan Haw digambarkan sebagai dua orang kurcaci. Keempatnyahidup dalam labirin-labirin, yang menggambarkan berbagai perubahan dan ketidakpastian. Bukuini banyak mengandung simbolisasi yang indah dan mudah ditangkap.Kadang kita bertindak seperti Sniff, yang mampu mencium adanya perubahan dengan cepat,atau Scurry yang segera bergegas mengambil tindakan, atau Hem yang menolak sertamengingkari perubahan karena takut perubahan akan mendatangkan hal yang buruk, atau Hawyang baru mencoba beradaptasi dalam keadaan terdesak dan apabila melihat perubahanmendatangkan sesuatu yang lebih baik.Di Indonesia, buku tersebut diterjemahkan dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.Berikut ini adalah kisah fiktif dan perumpamaan yang menjadi inti buku dimaksud, denganringkasan dan perubahan:
 
Who Moved My Cheese
Oleh Spencer JohnsonHidup empat tokoh yang berlarian di dalam labirin mencari
cheese 
untuk kesejahteraan dankebahagiaan mereka. Dua di antaranya adalah tikus yang bernama “Sniff’ dan “Scurry”, dualainnya adalah kurcaci sebesar tikus yang berpenampilan dan bertingkah laku sama sepertimanusia pada saat ini. Namanya adalah “Hem” dan “Haw”.Setiap hari tikus dan kurcaci tersebut menghabiskan waktu mereka di dalam labirin mencari
cheese 
kesukaan mereka.Tikus-tikus, Sniff dan Scurry, yang hanya mampu berpikir sejauh otak binatang pengerat ituberpikir namun dikaruniai naluri yang baik, mencari
cheese 
keras berlubang-lubang sama sepertiyang dilakukan tikus-tikus lainnya.Sementara itu kedua kurcaci, Hem dan Haw, menggunakan otak mereka, yang dipenuhi denganberbagai dogma dan emosi, mencari
Cheese 
yang berbeda—yaitu
Cheese 
dengan C besar.Namun meskipun berbeda, kurcaci dan tikus memiliki kesamaan. Setiap pagi masing-masingmengenakan pakaian
 jogging 
dan sepatu lari mereka, meninggalkan rumah kecil mereka,berlomba lari menuju labirin mencari
cheese 
favorit mereka.Labirin tersebut terdiri dari lorong panjang berkelok-kelok dan ruang-ruang yang beberapa diantaranya berisi
cheese 
yang lezat. Namun demikian ada pula sudut-sudut gelap dan jalan takbertuan yang menyesatkan. Sehingga mudah sekali bagi siapa saja tersesat di dalamnya.Sementara itu, bagi mereka yang telah menemukan jalan, terdapat rahasia-rahasia yangmembuat mereka bisa hidup senang.Tikus-tikus, Sniff dan Scurry, menggunakan metode
trial and error 
dalam mencari
cheese.
Mere-ka berlari ke satu lorong dan jika temyata kosong, mereka akan berbalik dan mulai mencari dilorong yang lain. Mereka mengingat lorong mana saja yang tidak menyimpan
cheese 
dan dengancepat pindah ke daerah lain.Sniff bertugas melacak jejak
cheese 
dengan mengendus-endus menggunakan hidungnya yanghebat, sedang Scurry yang akan berlari terlebih dulu. Mereka pernah juga salah arah dan seringmenabrak tembok. Namun tak lama kemudian mereka akan menemukan kembali jalan yangbenar.
 
Sama seperti tikus, kedua kurcaci, Hem dan Haw, juga menggunakan kemampuan berpikir danbelajar dari pengalaman mereka. Namun mereka bergantung pada otak mereka yang kompleksdalam mengembangkan metode menemukan
Cheese.
 Meskipun demikian mereka semua, Sniff, Scurry, Hem, dan Haw menemukan apa yang merekainginkan dengan cara masing-masing. Dan pada suatu hari, mereka menemukan
cheese 
 kesukaan mereka di salah satu ujung lorong
Cheese Station 
C!Setelah itu, setiap pagi para tikus dan kurcaci segera memakai perlengkapan lari mereka danlangsung berlari menuju
Cheese Station C.
Tak lama kemudian hal itu menjadi kegiatan rutinmereka.Sniff dan Scurry tetap dengan kebiasaan bangun pagi mereka dan langsung berlari ke dalamlabirin, dan selalu mengikuti rute yang sama. Begitu sampai di tujuan, mereka menanggalkan se-patu lari dan mengikat kedua talinya, lalu mengalungkannya di leher sehingga memudahkanmereka memakainya saat memerlukannya nanti. Kemudian mereka menikmati
cheese.
 Pada awalnya Hem dan Haw juga berlarian ke
Cheese Station 
C setiap pagi untuk menikmati po-tongan
Cheese 
baru yang lezat yang telah menunggu mereka.Namun setelah beberapa saat kebiasaan para kurcaci berubah. Sekarang, Hem dan Hawbangun sedikit lebih siang, berpakaian sedikit lebih lama, clan kemudian baru berjalan ke
Cheese Station C.
Sekarang mereka sudah tahu di mana letak
Cheese Station C 
dan jalan menuju kesana.Mereka tidak tahu dari mana datangnya
Cheese 
itu dan siapa yang menempatkannya di sana.Mereka hanya berasumsi bahwa
Cheese 
itu pasti ada di sana.Setiap pagi, begitu Hem dan Haw sampai di
Cheese Station C,
mereka segera masuk danberlaku seolah-olah di rumah sendiri. Mereka menggantung pakaian lari, melepas sepatu danmenggantikannya dengan sendal. Mereka merasa sangat nyaman saat ini karena telahmenemukan
Cheese.
“Ini luar biasa,” kata Hem. “Tersedia cukup banyak
Cheese 
untuk kitaselamanya.” Kurcaci-kurcaci itu merasa bahagia dan sukses, serta berpikir bahwa sekarangmereka sudah aman.Segera sesudah itu Hem dan Haw mengangap
Cheese 
yang mereka temukan di
Cheese Station 
adalah milik mereka. Tempat itu seperti toko
Cheese 
yang luas dan mereka pun segeramemindahkan rumah mereka lebih dekat ke sana dan mulai membangun kehidupan sosial disekitarnya.Kadang, Hem dan Haw mengundang teman-teman mereka untuk mengagumi tumpukan
Cheese 
di
Cheese Station C.
Sambil menunjuk ke tumpukan itu dengan bangga, mereka berkata,
“Cheese 
yang cantik, bukan?” Terkadang mereka membagikannya kepada rekan mereka, tapikadang juga tidak. “Kami berhak mendapatkan
Cheese 
ini,” kata Hem lagi. “Kami harus bekerjakeras dan lama untuk menemukannya.”

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dhe Imah liked this
LoeThpie Cjdw liked this
y3n3d1 liked this
Karib Fardian liked this
Budi Khoironi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->