Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran IT dalam Pendidikan Mutu

Peran IT dalam Pendidikan Mutu

Ratings: (0)|Views: 171 |Likes:

More info:

Published by: Dr. Moh. Alifuddin, M.M. on Feb 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2011

pdf

text

original

 
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN MUTU
Oleh:
Dr. H. Moh. Alifuddin, MM
Pendahuluan
Peringkat daya saing Indonesia mengalami peningkatan yangsignifikan. Jika pada tahun 2009, daya saing Indonesia menduduki peringkat54 dari 144 negara, maka tahun ini peringkat Indonesia naik 10 tingkatdengan menempati posisi 44. Dengan demikian, Indonesia dinilai sebagaisalah satu negara dengan prestasi terbaik. Keberhasilan ini dipaparkandalam
The Global Competitiveness Report 
2010-2011 yang dilansir olehWorld Economic Forum (WEF) sebagai
kick off 
atas pelaksanaan WEFSummer Davos di Tianjing, Cina (www.tempointeraktif .com;10 September 2010).Padahal, hasil laporan
World Economic Forum
(WEF) sebelumnyamenunjukkan daya saing industri Indonesia tahun 2003 mencapai posisiterendah di antara negara ASEAN, yaitu berada pada posisi ke-72 dari sisimakro atau
Growth Competitiveness Index 
(CGI) dan posisi ke-60 dari sisimikro atau
Business Competitiveness Index 
(BCI). Walaupun tahun 2004,daya saing Indonesia sedikit lebih baik menjadi ke-69 dari 104 negara yangdireview, tetapi masih tertinggal dengan oleh anggota ASEAN lainnya sepertiSingapura, Malaysia dan Thailand. Melihat rendahnya daya saing industri,maka Indonesia perlu melakukan pengkajian secara konsepsional ataspersoalan yang mendasar dalam sistem industri saat ini. Pola industri tukang jahit berproduksi berdasarkan pesanan, ketergantungan pada
natural resource – based 
yang melimpah, ketersediaan upah buruh yang rendah,ataupun iklim usaha berbiaya ekonomi tinggi, saatnya ditinjau kembali dalamera ini.
1
 
Program pembenahan internal dengan penyempurnaan sistem untukmencegah kebocoran dan ketidakefisienan seperti penciptaan stabilitasekonomi, politik dan sosial, manajemen perizinan, dan lain-lain; programpeningkatan kemampuan penguasaaan teknologi untuk mendukungpengembangan industri dan inovasi produk; dan komitmen manajemen duniausaha/industri terhadap re-engineering manajemen dan peningkatan mutuproduk sesuai standar, semuanya merupakan program yang perlu dilakukan.Di dalam
Global Competitiveness Indedx 
(GCI) yang diterbitkan olehWEF terdapat komponen-komponen yang menjadi dasar dalam pengukuran,yaitu kelembagaan, infrastruktur, kondisi makroekonomi, kesehatan danpendidikan dasar, pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar, efisiensipasar kerja, perkembangan pasar uang, kesiapan teknologi, ukuran pasar,kecanggihan bisnis, dan inovasi.Skor komponen kesehatan dan pendidikan dasar naik dari 5,2 menjadi5,8 dan peringkatnya dari 82 ke 62. Sementara untuk pendidikan tinggi danpelatihan skornya dari 3,9 ke 4,2 dan peringkatnya dari 69 ke 66. Dengandemikian pendidikan memiliki kontribusi yang besar dalam menaikkanranking GCI IndonesiaMenurut Mendiknas M. Nuh (www.jardiknas.kemdiknas.go.id; 20September 2010), perubahan peringkat GCI Indonesia terkait pendidikanpada komponen pendidikan dasar dipengaruhi oleh kualitas pendidikan dasar dari peringkat 58 pada 2009-2010 ke 55 pada 2010-2011. Kemudian,partisipasi pendidikan dasar dari peringkat 56 ke 52. Adapun pada komponenpendidikan tinggi dan pelatihan dipengaruhi oleh partisipasi pendidikan tinggidari peringkat 90 ke 89, kualitas sistem pendidikan dari peringkat 44 ke 40,kualitas matematika dan sains dari peringkat 50 ke 46, dan akses internet disekolah dari peringkat 59 ke 50.Komponen lainnya yang mempengaruhi peningkatan daya saingIndonesia adalah inovasi. Berada di peringkat 39 pada 2009-2010 naik ke 36pada 2010-2011. Komponen ini dipengaruhi tiga faktor, yaitu kualitas
2
 
lembaga penelitian, kerja sama penelitian industri dengan perguruan tinggi,dan ketersediaan ilmuwan dan ahli teknik.Dalam bidang teknologi informasi (www.lintasberita.com; 14 Oktober 2009), penelitian yang dilakukan oleh the Economist Intelligence Unit (EIU)dan disponsori oleh
Business Software Alliance
(BSA) menunjukkan bahwaIndonesia berada pada peringkat 59 dunia dalam indeks daya saing industriteknologi informasi (TI). Hasil ini menempatkan penurunan satu peringkatdari hasil penelitian sebelumnya pada tahun 2008. Penelitian yang kinimemasuki tahun ketiga tersebut menilai dan membandingkan perkembanganTI di 66 negara untuk melihat sejauh mana indeks daya saing TI di negara-negara tersebut. Sembilan belas dari 20 negara peringkat atas dalam daftar tahun lalu, kembali masuk dalam daftar 20 teratas negara paling kompetitif tahun ini. Lima negara dengan tingkat TI paling kompetitif di Asia Pasifikadalah Australia, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan SelandiaBaru.Ada enam kunci peningkat daya saing menurut EIU dalam sektor TI,yaitu: ketersediaan tenaga kerja terampil; budaya yang mendukung inovasi;infrastruktur teknologi bertaraf dunia; rezim hukum yang memberiperlindungan atas hak kekayaan intelektual; ekonomi yang stabil, terbuka dankompetitif; dan kepemimpinan pemerintah yang bisa menyeimbangkan antaramempromosikan teknologi dan mewujudkan kekuatan pasar untuk bekerja.Kajian informasi di atas memberikan masukan bahwa posisi dayasaing sebuah negara terus dijadikan indikator untuk mengukur posisi suatunegara dibandingkan dengan negara lain, dan dampaknya berpengaruhterhadap daya tarik investasi dan derajat martabat negara di dunia. Beberapafaktor yang menjadi pendorong dalam peningkatan daya saing suatu negara,diantaranya adalah pendidikan, teknologi informasi, dan daya saing produkyang diukur dengan mutu produk.Kajian ini akan menyampaikan keterpaduan ketiga kompobeb tersebutsehingga tema yang diangkat adalah peran teknologi informasi dalam
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->