iii
KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkanseluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakinikebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilanganotoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekalidi bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusiadiberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju padakeadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintahdalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebihefektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut :1.
kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalandan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi.2.
proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifatmendidik dan dialogis3.
profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkanPasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasionalmenyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat :1.
Pendidikan agama2.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila3.
Bahasa