Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
52Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kontruksi Sosial Pendidikan

Kontruksi Sosial Pendidikan

Ratings:

4.9

(21)
|Views: 25,987|Likes:
Upaya Memahami Kontruksi Sosial Pendidikan
Upaya Memahami Kontruksi Sosial Pendidikan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hendra Manurung, S.IP, M.A on Aug 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/28/2013

pdf

text

original

 
Kontruksi Sosial Pengetahuan & Pendidikan
Oleh. Hendra Manurung--------------------------------------------------I.Pendahuluan
”Seorang intelektual tidak pernah fanatik atau berdendam. Ia tidak akanmengejar pengukuhan diri oleh orang lain (
 self recognizition
). Ia berani berpendirian, dan tidak takut mengaku salah atau keliru kalau memang demikian. Ia tidak pernahtakut kehilangan gengsi atau wibawa”. (
 Romo J. Drost, SJ, Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah, 2005
)Menurut penulis, dalam sebuah komunitas ditemukan bahwa, kehidupandinamis masyarakat atau pembangunan negara yang memiliki peradaban yang sedang bangkit biasanya disertai dengan bermunculannya ide – ide besar dan semangat yang besar dari para penggagas ide – ide tersebut guna dapat mewujudkanya, walaupun bagi sebagian besar orang, ide – ide besar yang dilontarkan seringkali dipandangmustahil, karena sedikitnya infrastruktur pendukung ide tersebut di negara mereka(Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Malaysia tahun 1970-1980an). Diakui bahwa,memang masing-masing individu yang sedang membawa peradaban tidak hanya berkutat pada tataran perhitungan mungkin atau tidak mungkin semata yang dilakukandengan modal yang mereka miliki, namun mereka lebih berkonsentrasi pada tatarankesetiaan atau ketidaksetiaan (
 faithfull or unfaithfull 
), sehingga ciri khas orang – orang yang membawa ide besar tersebut memiliki idealisme tinggi dan tidak dapatdibatasi oleh ruang dan waktu.Ketika peradaban telah berada pada tataran kemapanan dan ide – ide besar,dan kemudian telah mulai terbukti sebagai sesuatu yang bukan hanya bualan belaka,maka pada posisi ini kematangan pemikiran serta inovasi intelektual akan menjadicorak utama, dan tataran yang digunakan disini bukan hanya pada
 faithfull or unfaithfull 
”, karena sesungguhnya segala ketidakmungkinan telah terbantahkandengan bukti peradaban yang telah sedemikian maju, modern, dan mapan, hingga pada tataran demikian yang sering muncul adalah logis atau tidak logis (
logic or unlogic
), dimana hampir segala tindakan yang diambil akan dikalkulasi dan
 
diperhitungkan berdasarkan modal kekuatan yang dimiliki atau infrastruktur yangmendampinginya, sehingga ciri khas orang – orang yang hidup dalam kemapanancenderung menjadi orang yang lebih realistis dan kalkulatif, serta mengutamakan ilmu pengetahuan, keahlian/kompetensi, dan sikap/perilaku normatif dalam lingkunganmasyarakatnya (
knowledge, skill, attitude
). Namun demikian, apakah pendidikan telahmemiliki unsur humaniora dalam proses pengajarannya ?. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu kita mencermati,”Apa itu Humaniora ?”. Bahkan disiplin-disiplin ilmu yang tergolong dalam ilmu pengetahuan tentang manusia ataukedokteran umum (
human sciences
) belum ada, humaniora telah terbentuk.Dalam humaniora klasik, bahasa tidak disebut sebagai disiplin. Olehkarenanya, bahasa Latin bukan unsur humaniora. Bahasa Latin, yang karena perkembangan historisnya, merupakan bahasa yang dipakai sebagai,”
lingua franca
”,seperti halnya bahasa Melayu yang dulu pernah merupakan lingua franca di Indonesia pada awal abad 20. Bahkan bahasa Latin bukan merupakan bahasa dasar. Bahasa yang paling tua di Eropa dan sebagian dari Asia adalah bahasa Indo-European.
1
Bahasa Yunani, bahasa Celtic, bahasa Italic, bahasa Germanic, bahasa Slavic, bahasa Baltic, dan bahasa Indo-Iranian merupakan anak bahasa Indo-European.Bahasa Latin adalah dialek dari bahasa Italic, dimana bahasa Latin tidak pernahmenghasilkan karya filosofis, drama, dan literatur yang berarti. Kebanyakan karya bahasa Latin adalah mengenai hukum, militer, administrasi, organisasi, dan politik. Namun karena suku Latinum berhasil merebut kekuasaan di Eropa, Timur Tengah,dan Afrika Utara, mereka telah berhasil menjadikan bahasa Latin sebagai bahasa pemerintah (
 state official language
), dengan kemudian mendesak bahasa Yunanisebagai bahasa budaya (
language of culture
). Sebagian besar karya bahasa Yunanitidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, namun diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dan melalui Spanyol, dari bahasa Arab diterjemahkan ke bahasa Latin.
2
Humaniora, yang menjadikan manusia (
humanus
) menjadi lebih manusiawi(
humanior 
) mula-mula terdiri atas gramatika, logika, dan retorika, disebut dengantrivium. Pada awalnya, segala tekanan dipusatkan pada gramatika yang sering
1
Romo J. Drost, SJ
 , Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah,
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005, hlm. 23
2
Romo J. Drost, SJ
 , Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah,
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005, hlm. 24
 
dipelajari selama tiga tahun pada sekolah menengah tingkat atas. Hal demikianterjadi, dikarenakan penguasaan bahasa Latin, yang merupakan bahasa studi dan pergaulan di lingkungan universitas, dan bukan induk bahasa para mahasiswa, dimana pada umumnya mereka belum cukup untuk dapat mengkomunikasikan hasil proses belajar. Dengan demikian, jika bahasa komunikasi tidak dikuasai secara mutlak, makakemampuan logika dan retorika tidak mungkin dapat berjalan dengan baik. Padaakhirnya keadaan ini dapat diubah, dengan lebih menekankan bahasa komunikasi pada logika dan retorika. Terdapat perkembangan dari trivium menjadi quadrivium,yaitu: teologi, aritmetika, musik/teori akustik, dan astrologi (astronomi saat ini).
3
Dapat dijelaskan bahwa, pendidikan humaniora bukan hanya bahasa sebagai bahasa. Tata bahasa atau Gramatika, bertujuan untuk membentuk manusia terdidik yang menguasai sarana komunikasi secara mutlak saat ini (
how to communicate
).Kemampuan Logika bertujuan untuk membentuk manusia terdidik yang dapatmenyampaikan apa yang ingin disampaikan sedemikian rupa (
how to describe
),sehingga dapat diterima oleh orang lain, karena dapat dimengerti dan masuk akal(
easy to understand & reasonable
). Sementara itu, Retorika bertujuan untumembentuk manusia terdidik mampu merasakan perasaan dan kebutuhan pendengar,serta mampu menyesuaikan diri dan menggambarkan berbagai persoalan dengan perasaan dan kebutuhan yang dimiliki (
how to feel 
).Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia adalah defacto,”
 second language
”, sementara bahasa Indonesia sendiri sudah hampir tidak dikuasai secara maksimal. Dapat dimaknai bahwa, bahasa Indonesia untuk para calonintelektual kita bukan merupakan sarana humaniora yang penting. Bagaimanamungkin logika dan retorika dapat berkembang, jika secara gramatika kemampuan berbahasa Indonesia tidak dikuasai secara mutlak. Menurut penulis, pendidikanhumaniora modern dapat diwujudkan di Indonesia, dengan mengakui bahwa bahasaIndonesia telah menjadi bahasa budaya (
language of culture
), dimana kita juga akanmampu menguasai bahasa asing lainnya (contohnya: bahasa Inggris, bahasaMandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Jerman, bahasa Belanda, bahasaRusia, dll). Menjadi hal yang mustahil bilamana berkeinginan mempelajari bahasaasing, namun ketika kita duduk di bangku SD bahasa Indonesia tidak diajarkan secara
3
Romo J. Drost, SJ
 , Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah,
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005, hlm. 25

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fattaku Rohman liked this
Zandhy Ohoiledwarin added this note|
boleh minta synopsis bukunya drost (dari KBK sampai MBS) ?
Gaguk Ip liked this
Goblog Permanen liked this
Sampean liked this
putzu liked this
Sayid Ridho liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->