diperhitungkan berdasarkan modal kekuatan yang dimiliki atau infrastruktur yangmendampinginya, sehingga ciri khas orang – orang yang hidup dalam kemapanancenderung menjadi orang yang lebih realistis dan kalkulatif, serta mengutamakan ilmu pengetahuan, keahlian/kompetensi, dan sikap/perilaku normatif dalam lingkunganmasyarakatnya (
knowledge, skill, attitude
). Namun demikian, apakah pendidikan telahmemiliki unsur humaniora dalam proses pengajarannya ?. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu kita mencermati,”Apa itu Humaniora ?”. Bahkan disiplin-disiplin ilmu yang tergolong dalam ilmu pengetahuan tentang manusia ataukedokteran umum (
human sciences
) belum ada, humaniora telah terbentuk.Dalam humaniora klasik, bahasa tidak disebut sebagai disiplin. Olehkarenanya, bahasa Latin bukan unsur humaniora. Bahasa Latin, yang karena perkembangan historisnya, merupakan bahasa yang dipakai sebagai,”
lingua franca
”,seperti halnya bahasa Melayu yang dulu pernah merupakan lingua franca di Indonesia pada awal abad 20. Bahkan bahasa Latin bukan merupakan bahasa dasar. Bahasa yang paling tua di Eropa dan sebagian dari Asia adalah bahasa Indo-European.
Bahasa Yunani, bahasa Celtic, bahasa Italic, bahasa Germanic, bahasa Slavic, bahasa Baltic, dan bahasa Indo-Iranian merupakan anak bahasa Indo-European.Bahasa Latin adalah dialek dari bahasa Italic, dimana bahasa Latin tidak pernahmenghasilkan karya filosofis, drama, dan literatur yang berarti. Kebanyakan karya bahasa Latin adalah mengenai hukum, militer, administrasi, organisasi, dan politik. Namun karena suku Latinum berhasil merebut kekuasaan di Eropa, Timur Tengah,dan Afrika Utara, mereka telah berhasil menjadikan bahasa Latin sebagai bahasa pemerintah (
state official language
), dengan kemudian mendesak bahasa Yunanisebagai bahasa budaya (
language of culture
). Sebagian besar karya bahasa Yunanitidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, namun diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dan melalui Spanyol, dari bahasa Arab diterjemahkan ke bahasa Latin.
Humaniora, yang menjadikan manusia (
humanus
) menjadi lebih manusiawi(
humanior
) mula-mula terdiri atas gramatika, logika, dan retorika, disebut dengantrivium. Pada awalnya, segala tekanan dipusatkan pada gramatika yang sering
1
Romo J. Drost, SJ
, Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah,
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005, hlm. 23
2
Romo J. Drost, SJ
, Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi sampai Manajemen Berbasis Sekolah,
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005, hlm. 24