Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hambatan Struktural Masyarakat Entrepreneur

Hambatan Struktural Masyarakat Entrepreneur

Ratings: (0)|Views: 64 |Likes:
Published by M. Subaidi Muchtar
Makalah ini menggambarkan berbagai hambatan struktural dari berkembangnya entrepreneur society di Indonesia
Makalah ini menggambarkan berbagai hambatan struktural dari berkembangnya entrepreneur society di Indonesia

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: M. Subaidi Muchtar on Feb 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
HAMBATAN STRUKTURAL DALAM MEMBANGUN MASYARAKATENTREPRENEURBy : Drs. M. Subaidi Muchtar, M.Si.Dosen Fisipol UndarDan Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jombang 
Dalam sebuah diskusi lewat chatting di Facebook dengan seorang sahabat saya, yang juga seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Negeri di Jombang, beliau galauterhadap siswanya yang lebih suka menjadi karyawan sebuah perusahaan dari padadia mengembangkan usahanya sendiri, dengan memanfaatkan potensi dirinya, baikketerampilan yang dimiliki atau sejumlah modal (uang) yang dimilikinya. Pendek katamenurut beliau siswanya lebih suka diberi gaji oleh orang lain dari pada menjadi Bosuntuk menggaji dirinya sendiri dan karyawan yang bekerja kepada dirinya.Diskusi menjadi semakin asyik karena saya juga termasuk orang yang galau melihatkeadaan bahwa betapa makin banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang siap berangkatke Malaysia, Korea, Taiwan, Saudi Arabia dan sebagainya, untuk merubah nasibnyadan keluar dari kesulitan ekonomi di Negeri sendiri.Secara pribadi saya bangga kepada mereka, bahwa mereka adalah anak bangsa yangtidak mau berpangku tangan berharap "durian runtuh" akan terjadinya perubahan danpeningkatan status sosial dirinya. Dalam diri mereka sejatinya terdapat "need forachivement" yang begitu luar biasa besarnya. Mungkin saja saya tidak punya cukupnyali melakukan hal yang sama seperti mereka, harus berpisah dengan orang sekitardan lingkungan yang sangat dicintainnya.Maksud saya bahwa dalam diri merekaterdapatsemangat untuk berubah dan spirit untuk maju serta mau mengejar progres dalamhidup mereka. Jika hal ini benar adanya, maka sebenarnya dalam diri Anak Bangsa ini,yang tercermin dari sikap mental para pahlawan devisa kita, sebenarnya "need forachivement" tidaklah sejelek yang disandangkan kepada kita bahwa bangsa ini adalah
 
bangsa yang malas dan tidak mau berkembang. Namun masalahnya mungkin terdapathambatan struktural yang tidak kondusif bagi tumbuhnya masyarakatentrepreneurship, di Indonesia.Apa hambatan struktural yang dapat kita lihat dan rasakan dalam kehidupan kita:Pertama, banyak kebijakan berbisnis/berusaha kita yang tidak mendorong tumbuhnyausaha secara fair. Kasus terahir adalah bagaimana nasib para peternak sapi yangmengalami kerugian besar karena impor sapi yang dilakukan oleh kekuatan kartelekonomi. Disektor pertanian apalagi, sangatlah tidak mungkin bagi pengusaha disektor pertanian, apalagi usaha kecil, untuk berkembang menjadi besar. Hal itu bisakita liat betapa besarnya biaya sarana dan prasarana pertanian, yang notabene,diproduksi oleh kekuatan modal besar dan bahkan multi nasional.Kedua, pola kebijakan yang bias sebagaimana kita gambarkan diatas tentu bukanlahsuatu yang tak bermuara kepada kepentingan tertentu. Saya cukup yakin bahwa"policy bias" tersebut lahir sistem politik yang kolutif dan korup. Kasus terahir yangdialami oleh para pengusaha ternak, sangatlah terkait dengan sistem ekonomi politikyang korup dan kolutif, dimana jatuhnya harga sapi lokal di pasaran nasional,diakibatkan oleh praktek kartel importir sapi. Jika benar dunia usaha kita seperti itu maka kegalauan kawan saya yang dalamobsesinya berupaya melahirkan siswa yang terampil dan memiliki spiritentrepreneurship yang baik, sangatlah sulit terwujud. Yang terjadi kemudian bangsa iniakan lebih banyak lagi mengirim Tenaga Kerja Indonesia, walaupun kemudian diembelembeli TKI Terampil.Keadaan tersebut tentu haruslah dilakukan upaya-upaya perubahan yang bersifatsistemik (tidak pinjam istilah Sri Mulyani), fundamental dan strategis, yang mendorongtumbuhnya pebisnis baru yang memiliki spirit entrepreneurship. Inilah yang menjadimimpi saya dan kawan saya ketika malam-malam chatting bersamanya. Saya katakankepada beliau, saya beropsesi memiliki semacam lembaga pendidikan seperti yangdikembangkan oleh Ciputra melalui Universitas Ciputra : Entrepreneurship Center.Tentu saja saya tidak memiliki kapital seperti Pak Ci, namun paling tidak saya telah
 
berani bermimpi, mewujudkan sesuatu diatas kekuatan dan potensi bangsa ini. Karenatelah banyak diantara anak bangsa ini, BERMIMPI SAJA TIDAKLAH BERANI, akibathambatan struktural yang begitu menjeratnya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->