Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
biogas dari kotoran manusia

biogas dari kotoran manusia

Ratings: (0)|Views: 973 |Likes:
Published by askarjaenal

More info:

Published by: askarjaenal on Feb 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

 
indosiar.com, Kediri -
Tingginya harga minyak tanah dan gas elpiji saat ini merangsang sejumlahwarga untuk kreatif. Di Kelurahan Balu Werti, Kediri, Jawa Timur warga membuat biogas dari kotoranmanusia dimana kualitas api yang dihasilkan tidak kalah dengan gas elpiji.Kelurahan Balu Werti, Kediri, Jawa Timur termasuk wilayah kumuh dengan kepadatan penduduk yangcukup tinggi. Sebagian besar warganya tidak memiliki kamar mandi didalam rumah. Untuk memenuhikebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), warga memanfaatkan sanitasi masyarakat atau Sanimas.Ditengah tingginya harga minyak tanah dan gas elpiji saat ini keberadaan Sanimas yang dibanguntahun 2004 memberikan nilai lebih. Pasalnya kotoran manusia di Sanimas ini diolah menjadi biogas.Bahkan kualitas biogas ini tidak kalah dari kualitas gas elpiji.Saat ini baru 6 keluarga yang memanfaatkan biogas untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam sebulansetiap warga hanya dipungut iyuran 20 ribu rupiah. Jauh lebih hemat jika menggunakan minyak tanahyang sebulan mencapai 70 ribu rupiah.Meski dihasilkan dari kotoran manusia, Dwi mengaku tidak merasa jijik memanfaatkan biogas untukmemasak. (
Danu Sukendro/Sup)
Biogas Kotoran Manusia Terus Dikembangkan
Minggu, 1 November 2009 | 20:53 WIB
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Nyonya Budi (35) memasak menggunakan kompor biogas di Dukuh Kanoman, Desa Gagaksipat, Ngemplak,Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (26/2). Energi biogas dialirkan dari bak yang berisi limbah cair sisapembuatan tahu.
TERKAIT:
 
WONOSARI, KOMPAS.com-
Biogas dari kotoran manusia terus dikembangkan di wilayahKabupaten Gunung Kidul. Setelah sebelumnya memasang instalasi pengolahan biogas di bantaranKali Besole, Kementerian Lingkungan Hidup membangun instalasi yang sama di Pondok PesantrenDarul Quran.Pembangunan instalasi biogas di pesantren ini berpotensi menciptakan ekopesantren ataupesantren berwawasan lingkungan.Ketua Pondok Pesantren Darul Quran Ahmad Haris Masduki mengatakan akan menularkanteknologi pengolahan limbah ini ke pondok pesantren lain pada forum ekopesantren yang akandigelar di Yogyakarta, Rabu (4/11). "Pengolahan limbah menjadi biogas mampu menciptakanpondok pesantren yang ramah lingkungan atau ekopesantren," ujar Haris, Minggu (1/11).Teknologi pengolahan limbah kotoran manusia yang baru satu bulan terakhir dipasang di PondokPesantren Darul Quran ini diadopsi dari Jerman melalui Bremen Overseas Research andDevelopment Association. Dengan mengolah kotoran manusia, pengelola pondok pesantren bisamenghemat pengeluaran uang untuk pembelian bahan bakar hingga Rp 2,5 juta per bulan.Limbah cair dari instalasi pengolahan biogas juga bisa dimanfaatkan bagi pertanian. Dari lahanseluas 1.500 meter persegi, para santri bisa memanen aneka sayuran dengan nilai jual hingga Rp1,6 juta per bulan. "Keuntungan ekonomi hanya efek samping. Yang terpenting limbah tak lagimenjadi masalah, tetapi justru bermanfaat," tambah Haris.Santri di Pondok Pesantren Darul Quran, Muhtasin, mengaku, awalnya dia dan sekitar 400 santrilainnya merasa jijik untuk memanfaatkan biogas dari kotoran manusia. Dia dan rekan-rekannyamulai terbiasa memanfaatkan biogas setelah mencicipi rasa masakan yang tidak berbeda denganmenggunakan bahan bakar jenis lain.Sebelum mengenal pengolahan biogas, limbah dari pondok pesantren hanya dibuang ke arealpersawahan sehingga mencemari lingkungan. Lewat pengolahan limbah tersebut, para santri jugadiajak untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ke depannya, pengelola pondok pesantren berharapbisa memanfaatkan olahan limbah kotoran manusia ini sebagai bahan baku pupuk.Sejak Desember lalu, warga di pinggiran Kali Besole, Gunung Kidul, juga telah memanfaatkan gasdari kotoran manusia sebagai bahan bakar. Pemerintah memperbaiki toilet warga yang hidupberdesakan di pinggir kali dan menampung seluruh kotoran dari tujuh rumah. Gas dari kotorantersebut baru bisa dimanfaatkan oleh 13 orang dari dua keluarga.
 
Instalasi Reaktor Biogas terbuat darifiberglass(knok down)
Gambar 1.Gambar 2.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aris Wijaya liked this
Fitri Azhari liked this
miftahol liked this
Adi Triad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->