Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengurangan BPHTB

Pengurangan BPHTB

Ratings: (0)|Views: 103 |Likes:
Published by Murdoc
BPHTB
BPHTB

More info:

Published by: Murdoc on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2011

pdf

text

original

 
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 91/PMK.03/2006
 TENTANGPERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 561/KMK.03/2004 DAN PERMEN NO. 104/PMK.03/2005
TENTANG PEMBERIAN PENGURANGAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NODALAM HAL YAITU PENGURANGANJANGKA WAKTU PENGAJUANPALING LAMAKEPUTUSAN PEMBERIAN PENGURANGANRp 2.500.000.000,00 Rp 2.500.000.000,00 -Rp5.000.000,000,00A. Kondisi tertentu Wajib Pajakyang ada hubungannya denganObjek Pajak1.
 
Wajib Pajak orang pribadi yangmemperoleh hak baru melaluiprogram pemerintah di bidangpertanahan dan tidak mempunyaikemampuan secara ekonomis75% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan2.
 
Wajib Pajak Badan yang memperolehhak baru selain Hak Pengelolaan dantelahmenguasai tanah dan ataubangunan secara fisik lebih dari 20(dua puluh) tahun yang dibuktikandengan surat pernyataan Wajib Pajakdan keterangan dariPejabatPemerintahDaerah setempat50% 3 (tiga) bulan sejaksaatpembayaran sebesar BeaPerolehan Hak atas Tanah danBangunan terutang setelahpenguranganKepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan3.
 
Wajib Pajak orang pribadi yangmemperoleh hak atas tanah dan ataubangunan Rumah Sederhana (RS), danRumah Susun Sederhana serta RumahSangat Sederhana (RSS) yangdiperoleh langsungdaripengembangan dan dibayar secaraangsuran;25% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan4.
 
Wajib Pajak orang pribadi yangmenerima hibah dan orang pribadiyang mempunyai hubungan keluarga50% Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan
 
 
sedarah dalam garis keturunan lurussatu derajat ke atas atau satu derajatke bawah.B Kondisi Wajib Pajak yang adahubungannya dengan sebab-sebab tertentu1.
 
Wajib Pajak yang memperoleh hakatas tanah melalui pembelian darihasil ganti rugi pemerintah yang nilaiganti ruginya di bawah Nilai Jual ObjekPajak50% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan2.
 
Wajib Pajak yang memperoleh hakatas tanah sebagai pengganti atastanah yang dibebaskan olehpemerintah untuk kepentingan umum50% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan3.
 
Wajib Pajak Badan yang terkenadampak krisis ekonomi dan moneteryang berdampak luas pada kehidupanperekonomian nasional sehinggaWajib Pajak harus melakukanrestrukturisasi usaha dan atau utangusaha sesuai dengan kebijaksanaanpemerintah;75% 3 (tiga) bulan sejaksaatpembayaran sebesar BeaPerolehan Hak atas Tanah danBangunan terutang setelahpenguranganDirjen Pajak atas nama Menteri Keuangan4.
 
Wajib Pajak Bank Mandiri yangmemperoleh hak atas tanah yangberasal dari Bank Bumi Daya, BankDagang Negara, Bank PembangunanIndonesia, dan Bank Ekspor Impordalam rangkaian prosespenggabungan usaha (merger);100% 3 (tiga) bulan sejaksaatpembayaran sebesar BeaPerolehan Hak atas Tanah danBangunan terutang setelahpenguranganDirjen Pajak atas nama Menteri Keuangan5.
 
Wajib Pajak Badan yang melakukanPenggabungan Usaha (merger) atauPeleburanUsaha (konsolidasi) denganatau tanpa terlebih dahulumengadakan likuidasi dan telahmemperoleh keputusan persetujuanpenggunaan Nilai Buku dalam rangkapenggabungan atau peleburan usahadari Direktur Jenderal Pajak;50% 3 (tiga) bulan sejaksaatpembayaran sebesar BeaPerolehan Hak atas Tanah danBangunan terutang setelahpenguranganDirjen Pajak atas nama Menteri Keuangan
 
 
6.
 
Wajib Pajak yang memperoleh hakatas tanah dan atau bangunan yangtidak berfungsi lagi seperti semuladisebabkan bencana alam atau sebab-sebab lainnya seperti kebakaran,banjir, tanah longsor, gempa bumi,gunung meletus, dan huru-hara yangterjadi dalam jangka waktu palinglama 3 (tiga) bulan sejakpenandatanganan akta;50%
31 Desember 2007
 Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan7.
 
Wajib Pajak orang pribadi Veteran,Pegawai Negeri Sipil (PNS), TentaraNasional Indonesia (TNI), PolisiRepublik Indonesia (POLRI), PensiunanPNS, Purnawirawan TNI,Purnawirawan POLRI atau janda/duda-nya yang memperoleh hak atas tanahdan atau bangunan rumah dinasPemerintah75% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan8.
 
Wajib Pajak Badan Korps PegawaiRepublik Indonesia (KORPRI) yangmemperoleh hak atas tanah dan ataubangunan dalam rangka pengadaanperumahan bagi anggota KORPRI/PNS;100% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan9.
 
Wajib Pajak Badan anak perusahaandari perusahaan asuransi danreasuransi yang memperoleh hak atastanah dan atau bangunan yang berasaldari perusahaan induknya selakupemegang saham tunggal sebagaikelanjutan dari pelaksanaanKeputusan Menteri Keuangan tentangKesehatan Keuangan PerusahaanAsuransidan Perusahaan Reasuransi;50% 3 bulan (sejak terutang) Kepala KPPBB atas namaMenteri KeuanganKakanwilDirjen Pajak atasnama Menteri Keuangan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->