Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
55Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manfaat Semantik Dalam Pembelajaran Bahasa

Manfaat Semantik Dalam Pembelajaran Bahasa

Ratings: (0)|Views: 3,749 |Likes:
Published by Adit Pradana

More info:

Published by: Adit Pradana on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
Aditiawan PradanaIII ASEMANTICSManfaat Semantik dalam Pembelajaran Bahasa
Semantik adalah studi tentang makna. Ini adalah subjek yang luas dalamstudi umum bahasa. Pemahaman semantik sangat penting untuk mempelajari bahasa
 
akuisisi (bagaimana pengguna bahasa memperoleh makna, sebagai pembicara dan penulis, pendengar dan pembaca) dan perubahan bahasa (bagaimana mengubahmakna dari waktu ke waktu). Sangat penting untuk memahami bahasa dalam kontekssosial, karena ini cenderung mempengaruhi arti, dan untuk memahami jenis bahasaInggris dan efek gaya. O
 
leh karena itu salah satu konsep yang paling mendasar dalam linguistik. Kajian semantik meliputi studi tentang bagaimana maknadibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakandinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi.Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks.Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa.Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Makna kata juga dapatdibentuk oleh konsepsi atau pembentukan konsepsi yang terjadi dalam pikiran pengguna bahasa. Proses pembentukannya berkait dengan pengetahuan atau persepsi penggunaan bahasa tersebut terhadap fenomena, benda atau peristiwa yang terjadi diluar bahasa. Dalam konteks ini, misalnya penggunaan bahasa akan tidak sama dalammenafsirkan makna kata demokrasi karena persepsi dan konsepsi mereka berbedaterhadap kata itu. Selain kedua konsepsi itu, makna kata juga dapat dibentuk olehkaitan antara stimulus, kata dengan respons yang terjadi dalam suatu peristiwaujaran.Beranjak dari ketiga konsepsi ini maka kajian semantik pada dasarnya sangat bergantung pada dua kecenderungan. Pertama, makna bahasa dipengaruhi olehkonteks di luar bahasa, benda, objek dan peristiwa yang ada di alam semesta. Kedua,kajian makna bahasa ditentukan oleh konteks bahasa, yakni oleh aturan kebahasaansuatu bahasa.Uraian di atas menunjukkan bahwa beberapa konsep dasar dalam semantik  penting untuk dipahami. Contoh, pengertian
 sense
berbeda dari pengertian
reference
.Pertama, merujuk kepada hubungan antar kata dalam suatu sistem bahasa dilihat darikaitan maknanya. Sedangkan yang kedua merujuk kepada hubungan antara katadengan benda, objek atau peristiwa di luar bahasa dalam pembentukan makna kata.Begitu pula dengan pengertian tentang kalimat, ujaran dan proposisi perludipahami dalam kajian antik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan ataukalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yangsekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiridari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandaioleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep inimemperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam
 
mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimatlazimnya lebih memusatkan pada konteks tatabahasa dan unsur lain yang dapatdicakup dalam tata bahasa dalam bahasa Inggris, misalnya unsur waktu dapatdigramatikakan yang terwujud dalam perbedaan bentuk kata kerja.Beberapa daerah yang penting dari teori semantik atau ajaran yang dipelajarisematik diantaranya yaitu:
* Simbol dan rujukan*
 
Konsepsi makna* Kata-kata dan lexemes* Denotasi, konotasi, implikasi* Pragmatik * Ambiguitas* Metaphor, simile dan simbol* Semantic bidang* Sinonim, antonim dan hyponym* Collocation, ekspresi tetap dan idiom* Semantic perubahan dan etimologi* Polisemi* Homonimi, homofon dan homographs* Leksikologi dan leksikografi* Thesauruses, perpustakaan dan Web portal* EpistemologiSimbol dan rujukan
Istilah-istilah ini dapat memperjelas subjek. Simbol adalah sesuatu yang kita
 
gunakan untuk mewakili hal yang lain - mungkin gambar, surat, sebuah kata lisanatau tertulis - apa pun yang kita biasanya gunakan untuk tujuan tersebut. Hal yangsimbol mengidentifikasi adalah rujukan. H
 
al ini terkadang bisa menjadi obyek dalamdunia fisik (kata Rover adalah simbol; anjing nyata adalah rujukan). Tapi mungkinada sesuatu yang tidak nyata sama sekali, atau tidak jelas, misalnya - kebebasan,unicorn atau hamlet
Konsepsi makna
Kata  hal: Pandangan ini ditemukan dalam Cratylus Plato (427-347 SM).Kata "nama" atau "mengacu pada" hal. Ia bekerja dengan baik untuk Kata yang tepatseperti London, Everton FC dan Ford Fiesta. Hal ini kurang jelas bila diterapkan
 
untuk abstraksi, untuk kata kerja dan kata sifat - di mana pun memang tidak adasegera ada rujukan (hal) di dunia fisik, untuk sesuai dengan simbol (kata).Kata  konsep  hal: Teori klasik ini diungkapkan oleh CK Ogden dan I.A.Richards, dalam Arti Makna (1923). Ini menyatakan bahwa tidak ada hubunganlangsung simbol dan rujukan, tetapi koneksi langsung di dalam pikiran kita. Untuk setiap kata ada konsep terkait.Stimuli  kata  tanggapan: Leonard Bloomfield menguraikan teori inidalam Bahasa (1933). Sebuah stimulus (S) menyebabkan seseorang untuk respon (r),yang merupakan tindak bahasa. Kepada pendengar tindakan pidato juga stimulus (s),yang mengarah pada respon (R), yang mungkin suatu tindakan atau pengertian.
 
Kata-kata dan lexemes
Sebagai unit leksikal mungkin berisi lebih dari satu kata, David Crystal telahmenciptakan para lexeme panjang. Ini biasanya sebuah kata tunggal, tetapi mungkinsebuah frase yang berarti milik seluruh daripada bagian-bagiannya, seperti dalamfrase µtune in¶, µturn on¶, µdrop out¶ atau frase kata benda (a) µcock up¶.
Denotasi
Ini merupakan inti atau makna sentral dari sebuah kata atau lexeme, sejauhdapat dijelaskan dalam kamus. Oleh karena itu kadang-kadang dikenal sebagaimakna kognitif atau referensial. Hal ini dimungkinkan untuk memikirkan unsur leksikal yang mempunyai denotasi yang lebih atau kurang tetap (matahari, yangmelambangkan bintang terdekat, mungkin), tetapi hal ini jarang terjadi.
Konotasi
Teori denotasi dan konotasi itu sendiri tunduk pada masalah definisi.Konotasi terhubung dengan psikologi dan budaya, karena berarti asosiasi pribadiatau emosional terangsang oleh kata-kata. Saat ini asosiasi yang tersebar luas danmenjadi yang didirikan oleh penggunaan umum, sebuah denotasi baru tercatat dalam
 
kamus. Sebuah contoh yang mungkin timbul dari perubahan tersebut akan kejam.Awalnya berasal dari wakil, itu berarti "sangat jahat". Dalam penggunaan Inggris
 
modern, umumnya digunakan untuk berarti "ganas", seperti pada tikus cokelatadalah hewan ganas.
Implikasi
Ini adalah makna yang seorang pembicara atau penulis bermaksud tetapitidak berkomunikasi secara langsung. Di mana pendengar dapat menyimpulkan ataumenduga maksud dari apa yang telah diucapkan, ini dikenal sebagai (percakapan)implikatur. David Crystal memberikan contoh ini:Ucapan: "bus"  implikatur (makna implisit): "! Kita harus lari."
Pragmatis
Menurut Profesor Crystal, pragmatis bukan bidang studi yang koheren. Halini mengacu pada studi faktor-faktor yang mengatur pilihan kita bahasa - sepertikesadaran sosial kita, budaya kita dan rasa kita etiket. Bagaimana kita tahu bagaimana menangani orang yang berbeda seperti ratu? Bagaimana kita tahu bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih untuk hadiah atau keramahan?
 Ambiguitas
 Ambiguitas terjadi bila unsur bahasa memiliki lebih dari satu arti. Jikaambiguitas berada dalam satu kata itu ambiguitas leksikal. Jika dalam suatu kalimatatau klausa, adalah ambiguitas gramatikal atau struktural.
Metafora, kiasan dan simbol
Metafora juga dikenal sebagai fitur gaya sastra, namun pada kenyataannyaditemukan di hampir semua menggunakan bahasa, penjelasan lain lebih dari sekedar  peristiwa fisik dalam dunia materi. Semua kosakata abstrak adalah metafora, tetapi pada kebanyakan kasus, bahasa aslinya menyembunyikan metafora dari kami.Tergantung berarti "tergantung dari" (dalam bahasa Latin), pornografi berarti

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->