Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karakteristik Ekosistem Perairan Mengalir2

Karakteristik Ekosistem Perairan Mengalir2

Ratings: (0)|Views: 599 |Likes:
Published by fredymarojaya
ekologi perairan
ekologi perairan

More info:

Published by: fredymarojaya on Feb 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
KARAKTERISTIK EKOSISTEM PERAIRAN MENGALIR(Studi Kasus : Sungai Cihideung)
Penulis: Kelompok 6
1
ABSTRAK
Praktikum ekosistem perairan mengalir melalui studi kasus Sungai Cihiduengmemiliki tujuan antara lain, mengetahui komponen ekosistem di perairan mengalir,mengetahui interaksi antara komponen biotik dan abiotik di ekosistem perairan mengalir dan mempelajari karakteristik perairan mengalir. Praktikum ini dilaksanakan dengan caramelakukan pengamatan langsung ke lokasi yaitu di Sungai Cihideung. Di lokasi inidiambil beberapa sampel untuk mengetahui parameter fisika, kimia dan biologi dariperairan mengalir ini. Penentuan parameter fisika dilihat dari warna perairan, tipesubstrat, suhu perairan, kecerahan perairan, arus, dan kedalaman perairan. Parameter kimia ditentukan oleh derajat keasaman pH. Sedangkan parameter biologi dilihat darisampel  organisme  yang  terdapat  pada  perairan  mengalir  yang  meliputi plankton,perifiton, neuston, nekton, dan benthos.Benthos yang ditemukan kebanyakan adalah jenis keong-keongan dan nektonberupa kepiting. Jenis perifiton yang banyak ditemukan adalah
Nitzschia, Parameciumsp, Navicula, dan Mougeotia.
pH air sungai yang diperoleh adalah 6. Warna air coklatkeruh karena pada saat pengambilan data hujan turun.
 
Kisaran kedalaman adalah 0,22m – 1,01 m, suhu perairannya adalah 29
0
C, tipe substrat perairan adalah batuan kecildan kerikil. Kisaran kecerahan perairan adalah 12,5% - 19,5%, kisaran kecepatan arus0,0917 m/s  – 0,3448 m/s. Perbedaan kecepatan arus sungai pada satu tempat dengantempat yang lain dipengaruhi oleh adanya batuan besar, dan pada saat pengambilandata hujan turun sehingga kecepatan arus lebih besar dari keadaan normal. Kisaran debitair sungai yang diperoleh 0,0500 m
3
– 0,2072 m
3
. Lebar sungai adalah 15,75 m dan lebar badan sungai adalah 17 m.
 
Kelimpahan plankton yang paling besar terdapat pada SS3dan paling kecil terdapat pada SS1.
PENDAHULUAN
Habitat air tawar menempati daerah yang relatif kecil pada permukaan bumi,dibandingkan dengan habitat laut dan daratan. Tetapi, bagi manusia kepentingannyajauh lebih berarti dibandingkan dengan luas daerahnya karena air tawar merupakansumber air yang paling praktis dan menempati daerah kritis pada daur hidrologi.Ekosistem perairan mengalir adalah perairan terbuka yang di dalamnya terdapat arusdan memiliki gradien lingkungan yang terdapat interaksi antar komponen ekosistem,contohnya sungai. Perairan mengalir umumnya memiliki arus dan penyebaran oksigenyang bervariasi, serta pertukaran tanah dan air yang bersifat terbuka. Sungai adalahsuatu perairan terbuka yang di dalamnya terdapat arus, memiliki gradien dan masihdipengaruhi oleh proses yang terjadi di daratan.  Mata air sungai mengalir dari hulubiasanya mencari jalan ke arah hilir yang lebih rendah  hingga akhirnya bermuara ke laut.Aliran air sungai melewati berbagai macam daerah yang mempunyai pengaruh masing-masing yang berbeda terhadapnya (Walling, 1973 in Kenidas, 2003).Ciri-ciri fisik ekosistem perairan mengalir diantaranya sebagai berikut: (1) Arusair, dipengaruhi oleh jatuhnya aliran air dan laju aliran akan menurun pada ketinggianyang rendah dan volume air akan meningkat. (2) Temperatur. Semakin besar arus maka
1
La Ode Ali Fatri (C54070001), Rizki Fitri Adriana Pohan (C5407002), SitiKomariyah (C54070003), Arief Rizky (C54070005), Hollanda Arief Kusuma(C54070006), I Putu Mandala Ardha Kusuma (C54070007), Nela Utari(C54070053)Di bawah bimbingan : Umi (THP 43)
 
akan mempertinggi riak apabila mengenai substrat dan gerak dinamika air yang akhirnyamenurunkan suhu air.Tujuan  dilakukannya  praktikum  ini  antara  lain mengenal  dan  mempelajarikomponen-komponen penyusun ekosistem perairan mengalir, menjelaskan interaksi danhubungan timbal balik antar komponen penyusun ekosistem tersebut, dan menjelaskanpengaruh lingkungan terhadap komponen penyusun ekosistem. Sungai Cihideung dipilihsebagai lokasi pengambilan sampel karena sungai ini letaknya dekat dari kampus IPBdan tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi.
BAHAN DAN METODE
Alat yang digunakan saat praktikum di Sungai Cihedeung adalah
secchi disk 
digunakan untuk menentukan tingkat kecerahan perairan dengan cara mencelupkandisk ke dalam air sampai tidak terlihat (ukur kecerahan) kemudian diangkat kembalisampai  terlihat  (ukur  kecerahan)),  transek  kuadrat  1x1  m  (menentukan  wilayahpengambilan sampel, dengan cara meletakkan transek kuadrat di permukaan air), pipaparalon sepanjang  2 m berdiameter 30 cm
 
(digunakan untuk  mengukur kedalaman)
,
botol film (untuk menyimpan sampel-sampel yang telah diambil),
 
termometer 
 
(untukmengukur suhu perairan), ember plastik dengan ukuran 10 liter 
 
(tempat menampung air),saringan  kasar  dan  halus
 
(digunakan  untuk  menyaring  benthos),  kantong  plastiktransparan dengan ukuran 1 kg
 
(tempat untuk menyimpan benthos), kertas label
 
(untukmenandai sampel yang telah diambil)
,  cutter 
/pisau
 
(untuk mengerik substrat (kayu)tempat menempel perifiton)
,
karet gelang
 
(untuk mengikat ujung plankton-net denganbotol film)
,
spidol permanent
 
(memberi nama pada sampel yang telah diambil), alat tulis(menulis data-data yang diperoleh), kertas pH
 
(mengukur tingkat keasaman perairan),plankton net
 
(menyaring plankton dengan cara menuangkan air dari ember ke dalamplankton-net kemudian tunggu sampai plankton tersaring)
,
data sheet
 
(mencatat datasementara)
,
subber 
 
(menyaring benthos dengan memanfaatkan arus yang ada padasungai), bola pingpong
 
(sebagai alat bantu untuk mengukur kecepatan arus di sungai)dan tali rafia untuk mengukur lebar sungai dan badan sungai.
 
Bahan yang digunakandalam praktikum lapangan antara lain aquades (untuk membersihkan benthos darilumpur-lumpur yang menempel), lugol (cairan yang ditambahkan pada perifiton danplankton sebagai pengganti formalin karena formalin terlalu keras dan bersifat menyerapair), formalin 2 % ( cairan yang ditambahkan pada bentos).
Pengambilan Sampel di Lapang
Parameter fisika yang dilihat pada praktikum ini adalah warna perairan, tipesubstrat, suhu perairan, kecerahan, dan kedalaman perairan. Untuk melihat warnaperairan  ditentukan  secara  visual  dan  sebaiknya  dilakukan  sebelum  pengambilansampel. Hal ini dilakukan agar warna perairan tidak berubah karena substrat perairan didasar perairan tidak naik permukaan. Sementara itu, tipe substrat ditentukan dengancara mengambil sedimen yang berada di dasar perairan dengan menggunakan telapaktangan atau merasakan dengan telapak kaki ketika masuk ke lapangan.Pengukuran suhu perairan Sungai Cihideung dilakukan dengan menggunakantermometer yang dicelupkan ke perairan tersebut secara vertikal ke dalam air selamabeberapa menit. Pada saat pencelupan, tangan diusahakan tidak menyentuh termometer agar pengukuran suhu dapat dilakukan dengan benar. Pengukuran suhu juga dilakukansebanyak tiga kali di tiap sub stasiun secara diagonal pada lokasi transek kuadrat untukmengetahui perbandingan suhunya. Sementara untuk mengukur kecerahan digunakans
ecchi disk 
. Pengukuran pertama, saat s
ecchi disk 
menghilang untuk pertama kali daripandangan dihitung sebagai D1. Lalu, saat
secchi disk 
ditarik dan kelihatan untukpertama kali dihitung sebagai D2. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali ulangan secaradiagonal di area sub-stasiun (transek kuadrat). Pengukuran kecepatan arus dilakukandengan bola pingpong yang dihubungkan dengan tali. Tali direnggangkan sepanjang satumeter, kemudian dicatat dengan stopwatch waktu yang terpakai saat tali satu meter tersebut meregang mengikuti arus sungai. Untuk menghitung debit air, kalikan luas
 
transek  (1x1  m)  dengan  kedalaman  sungai  kemudian  dibagi  oleh  satuan  waktu.Mengukur lebar sungai dilakukan dengan menggunakan tali rafia yang direntangkan disepanjang  lebar  sungai.  Sedangkan  lebar  badan  sungai  diukur  dengan  caramembentangkan tali tambang pada kedua titik terjauh ditepi sungai yang tergenang air ketika terjadi pasang tertinggi. Kedalaman air dilakukan dengan cara memasukkanparalon berskala pada posisi vertikal sampai menyentuh dasar. Kemudian lihat skalayang ditunjukkan pada paralon tersebut.Parameter  kimia  yang  diukur  untuk  mengetahui  pH  perairan  tersebut.Pengukuran pH dengan menggunakan indikator universal yang dicelupkan ke dalam air kemudian, warna yang  disesuaikan pada tabel Indikator Universal. Parameter biologidilakukan dengan cara mengambil biota yang hidup di perairan tersebut.
 
Plankton dapatdiambil dengan menggunakan
plankton net 
yang telah diikatkan dengan botol film diujung bawah. Perifiton didapat dengan cara mengerik permukaan kayu,  batang tanamanair, batu maupun benda lain yang berada di dalam perairan. Benthos dapat diambildengan cara menggunakan surber dengan cara meletakkan surber ke dasar perairan danmulut bukaan surber melawan arus air. Lalu aduk substrat yang berada didepan bukaanmulut surber hingga tersaring.
Analisa Laboratorium dan data
Kecerahan diukur dengan menggunakan
secchi disk 
yang dicelupkan ke dalamperairan. Kedalaman tepat saat
secchi disk 
tidak terlihat (saat dibenamkan) dicatatsebagai D1. Kemudian kedalaman tepat saat
sechi disk 
terlihat kembali dicatat sebagaiD2. Pengukuran kecerahan dilakukan dengan tiga kali ulangan secara diagonal di dalamdaerah  transek  kuadrat  pada  setiap  substasiun.  Komponen  kecerahan  tersebutmenggunakan rumus D   =
221
DD
+
Keterangan:D1= tinggi saat secchi disk tidak terlihatD2= tinggi saat secchi disk terlihatPengukuran kecepatan arus dan besarnya debit air dapat ditentukan dengan rumus:V =
dan Q = A. VKeterangan :V : kecepatan arus ( m/s)t : waktu yang dibutuhkan untuk melalui sisi transek(s)Q : debit air sungai (m
3
/s)
: kecepatan arus rata-rata (m/s)
A
: luas transek (m
2
)Sampel biologis dianalisis di laboratorium Biologi Makro 2 dan menggunkanan rumusseperti dibawah.Rumus Kelimpahan Plankton (ind/l)
 
N=
xVoVxVsxxpnxOpxOi
1

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->