Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Islam Di Indonesia 1

Hukum Islam Di Indonesia 1

Ratings: (0)|Views: 221 |Likes:
Published by diki-hermawan-8685

More info:

Published by: diki-hermawan-8685 on Feb 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2014

pdf

text

original

 
HUKUM ISLAM DI INDONESIA(Tinjauan Terhadap Esensi, Eksistensi, Pelembagaan,Pembaharuan, Pengembangan dan Prospek Penerapannya)Oleh: M. Djamaluddin Miri
*
A. PENDAHULUAN
Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan,"…maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalamsuatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalamsuatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyatdengan berdasarkan kepada: Ketuhanan yang Maha Esa…".Dari paragraph tersebut nampak jelas, bahwa Indonesia adalahmerupakan Negara hukum, yang berkeinginan untuk membentuk suatu hukumbaru sesuai dengan kebangsaan Indonesia.Sebagai perwujudan keinginan tersebut, maka diterbitkanlah UU No. 1tahun 1946, yang walaupun secara subtansial masih memberlakukan Undang-Undang Hukum Pidana Hindia-Belanda sehingga banyak mendapatkansorotan,
1
 namun mengingat keberadaan Indonesia sebagai suatu Negara yangberdaulat meskipun masih dalam hitungan bulan, maka masih adanyaketerkaitan kuat dengan hukum Belanda yang telah ratusan tahun melekatdalam peri kehidupan bangsa Indonesia itu karenanya bisa dimaklumi.Untuk dapat membuat undang-undang yang sesuai benar dengankeindonesiaan, tentunya sangat memerlukan rentang masa yang panjang,sementara pemerintah Indonesia ketika itu masih disibukkan dengan berbagaiusaha untuk mempertahankan kemerdekaan.
1
* Penulis adalah Direktur Ma'hadis Aly Hasyim Asy'ary Pondok Pesantren Tebu IrengJombang.Lihar Sucipto,
Tinjauan Kritis Terhadap Pembangunan Hukum Indonesia,
 
dalamAnalisa
(SIS, No. I, Januari-Pebruari, 1993), h. 64
1
 
1
 
Berdasarkan Keputusan Presiden No.107/1958, maka dibentuklah"Lembaga Pembinaan Hukum Nasional" (LPHN), yang sejak tahun 1974kemudian dirubah menjadi "Badan Pembinaan Hukum Nasional" (BPHN).Sesuai dengan bentuk ketatanegaraan Indonesia yang berlaku sampaiakhir tahun 1958, LPHN secara langsung berada di bawah kekuasaan PerdanaMenteri. Namun sejak kembali ke UUD-45 dan kemudian diperkuat olehKeputusan Presiden RI No. 45/1974, kedudukan LPHN yang kemudianberubah menjadi BPHN itu menjadi setingkat dengan Direktorat Jenderaldalam Departemen Kehakiman.Dalam menunjang Programn Legislatif Nasional Repelita III (1979-1984), BPHN telah ikut aktif dalam pembuatan peta hukum nasional, yangsampai tahun 1987 tercatat telah berhasil menerbitkan 34 buah UU.Usaha untuk mewujudkan hukum baru nasional itu tetap berlangsung,walaupun berbagai kendala sejak semula juga terus menghadang, tidak hanyaoleh penganut teori resepsi,
2
yang masih banyak bercokol di tengah-tengahmasyarakat Indonesia, terutama yang berasal dari kalangan perguruan tinggihukum positif yang tidak menginginkan dominasi hukum Islam
3
dalam hukumnasional, tetapi juga oleh kalangan ulama Islam sendiri yang masih memahamihukum Islam secara sepotong-potong dan terjebak dalam kerangka fanatismemazhab yang sempit, sehingga kemudian lebih tersibukkan dengan berbagaipertikaian antara sesamanya dengan melupakan peningkatan kesadaran untuk melaksanakan hukum Islam itu dalam realitas kehidupan umat.
2
Menurut Teori Resepsi, Hukum Islam itu bukan "hukum" dan tidak bisa menjadi"hukum" jika belum diresapi oleh hukum adat. Walaupun sejak pemberlakuan UU Perkawinanpada 1 Oktober 1974, sebenarnya teori tersebut dengan sendirinya telah mati, namun arwah dansemangatnya ternyata masih melekat dalam benak sebagian sarjana hukum Indonesia. Lihat S.Praja,
Hukum Islam di Indonesia: Pemikiran dan Praktek 
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994),h. 85
3
Sebenarnya, hukum Islam itu sudah eksis sejak masa kerajaan Islam awal, dan bahkansecara resmi sebagai hukum Negara pada masa kesultanan Islam Indonesia. Lihat Ahmad Rafiq,
Hukum Islam di Indonesia,
(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1995, Cet. I,), h. 12: RahmatDjatmika,
Sosialisasi Hukum Islam di Indonesia
, dalam Abdurrahman Wahid, et al,
KontroversiPemikiran Islam di Indonesia
, (Bandung, Remaja Rosdakarya, 1991, Cet. I), h. 230
2
 
Tulisan ini akan mencoba untuk menggunakan kontribusi dan prospek hukum Islam terhadap pembinaan hukum nasional di Indonesia,
4
 meliputibeberapa aspek bahasan; 1) Esensi dan eksistensi hukum Islam, 2)Pelembagaan, pembaharuan dan pengembangan hukum Islam, 3) Prospek penerapan hukum Islam di Indonesia.
B. ESENSI DAN EKSISTENSI HUKUM ISLAM
Secara sosiologis, hukum merupakan refleksi tata nilai yang diyakinioleh masyarakat sebagai suatu pranata dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.Hal ini berarti, bahwa muatan hukum itu seharusnya mampumenangkap aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang, bukan hanyabersifat kekinian, namun juga menjadi acuan dalam mengantisipasiperkembangan sosial, ekonomi dan politik di masa depan.
5
Dengan demikian, hukum itu tidak hanya sebagai norma statis yanghanya mengutamakan kepastian dan ketertiban, namun juga berkemampuanuntuk mendinamisasikan pemikiran serta merekayasa perilaku masyarakatdalam menggapai cita-cita.Dalam perspektif Islam, hukum akan senantiasa berkemampuan untuk mendasari dan mengarahkan berbagai perubahan sosial masyarakat.Hal ini mengingat, bahwa hukum Islam
6
itu mengandung dua dimensi:
4
Hukum Islam yang memang merupakan sub system hukum nasional di Indonesia disamping sub system hukum Barat dan hukum adat, keberadaannya sudah menjadi
autoritivesource
sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Lihat Juhana S. Praja,
Hukum Islam di Indonesia
…, h.xi-xii
5
Amrullah Ahmad, SF. Dkk.,
Dimensi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Nasional 
(Jakarta: Gema Insani Press, 1966), h. ix
6
Hukum Islam merupakan koleksi daya upaya para
fuqaha
dalam menerapkan syariatIslam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Lihat Hasbi Ash-Shiddieqy,
Filsafat Hukum Islam
,(Jakarta: Bulan Bintang, 1988, cet III), h. 44
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
sblackto12 liked this
Aisyah Aulia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->