Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
66Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HPLC Adalah Alat Yang Sangat at Dalam Analisis

HPLC Adalah Alat Yang Sangat at Dalam Analisis

Ratings: (0)|Views: 1,731 |Likes:
Published by lenthobakar

More info:

Published by: lenthobakar on Feb 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. Kerja HPLC pada prinsipnya adalahpemisahan setiap komponen dalam sample (analit-analit) berdasarkan
kepolarannya,
untukselanjutnya diidentifikasi (kualitatif) dan dihitung berapa konsentrasi dari masing-masing komponentersebut (kuantitatif). Alatnya terdiri dari kolom (sebagai fasa diam) dan larutan tertentu sebagaifasa geraknya. Yang paling membedakan HPLC dengan kromatografi lainnya adalah pada HPLCdigunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak. Fasa diam yang biasa digunakan (padakolom) HPLC jenis fasa terbalik adalah RMe
2
SiCl dimana R adalah rantai alkana C-18 atau C-8.Sementara fasa geraknya berupa larutan yang diatur komposisinya (gradien elusi), misalnya air:asetonitril (80:20), dll, hal ini bergantung pada kepolaran analit yang akan dipisahkan.Campuran analit akan terpisah berdasarkan kepolarannya, dan
waktu retensinya
akan berbeda, halini akan teramati pada spektrum yang puncak-puncaknya terpisah. Waktu retensi yaitu waktu yangdibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor. Waktu retensi diukurberdasarkan waktu dimana sampel diinjeksikan sampai sampel menunjukkan ketinggianpuncak yangmaksimum dari senyawa itu.Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda.Untuk beberapa senyawa, waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada:
y
 
tekanan yang digunakan (karena itu akan berpengaruh pada laju alir dari pelarut)
y
 
kondisi dari fase diam (tidak hanya terbuat dari material apa, tetapi juga pada ukuranpartikel)
y
 
komposisi yang tepat dari pelarut
y
 
temperatur pada kolom Ada dua perbedaan dalam HPLC, yang mana tergantung pada polaritas relatif dari pelarut (fasegerak) dan fase diam.
Fase normal HPLC 
I
ni secara esensial sama dengan apa yang sudah anda baca tentang kromatografi lapis tipis ataukromatografi kolom. Kolom diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut non polarmisalnya heksan. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4.6 mm (dan mungkin kurangdari nilai ini) dengan panjang 150 sampai 250 mm.Senyawa-senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yangpolar dibanding degan senyawa-senyawa non polar. Oleh karena itu, senyawa yang non polarkemudian akan lebih cepat melewati kolom.
 
 
Fase balik HPLC 
 Dalam kasus ini, ukuran kolom sama, tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatanrantai-rantai hidrokarbon panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8atau 18. Sebagai contoh, pelarut polar digunakan berupa campuran air dan alkohol seperti metanol.  Dalam kasus ini, akan terdapat atraksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalamcampuran yang melalui kolom. Atraksi yang terjadi tidak akan sekuat atraksi antara rantai-rantaihidrokarbon yang berlekatan pada silika (fase diam) dan molekul-molekul polar dalam larutan. Olehkarena itu, molekul-molekul polar dalam campuran akan menghabiskan waktunya untuk bergerakbersama dengan pelarut. 
 
Senyawa-senyawa non polar dalam campuran akan cenderung membentuk atraksi dengan gugushidrokarbon karena adanya dispersi gaya van der Waals. Senyawa-senyawa ini juga akan kuranglarut dalam pelarut karena membutuhkan pemutusan ikatan hydrogen sebagaimana halnyasenyawa-senyawa tersebut berada dalam molekul-molekul air atau metanol misalnya. Olehkarenanya, senyawa-senyawa ini akan menghabiskan waktu dalam larutan dan akan bergeraklambat dalam kolom.
I
ni berarti bahwa molekul-molekul polar akan bergerak lebih cepat melaluikolom. Fase balik HPLC adalah bentuk yang biasa digunakan dalam HPLC
B
eberapa aplikasi HPLC dalam kehidupan :
y
 
HPLC dengan prinsip kromatografi banyak digunakan pada industri farmasi, seperti analisakontaminasi melamin dalam pembuatan atau persiapan produk obat.
y
 
Z
at- zat dengan kepolaran berbeda yaitu antara sedikit polar sampai polar dapat dipisahkandengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair.
y
 
Asam-asam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang dikombinasikandengan kolom butiran berlapis zat berpori.
y
 
Morfin, heroin dan semacamnya telah dapat dipisahkan dengan rezin
Z
ipax-SAX.
y
 
Dapat memisahkan vitamin-vitamin yang larut dalam air. HPLC juga dapat digunakanpenentuan kadar vitamin dalam bahan pangan. Selain itu, yang juga banyak dilakukan adalahpenggunaan HPLC untuk melihat komposisi asam amino dalam protein.
y
 
Digunakan untuk menentukan berat molekul polimer dan masalah-masalah biokimia.
y
 
Aplikasi HPLC pada analisa pangan sangat beragam. Untuk karbohidrat, HPLC bisa digunakanuntuk gula dengan titik leleh rendah serta oligosakarida. Penentuan secara kuantitatif karbohidrat dalam bahan pangan dengan HPLC juga sudah menjadi standar baku. Untuk lipidyang kompleks, yang memiliki volatilitas rendah serta yang struktur kimianya sensitif terhadap suhu tinggi, HPLC juga menjadi pilihan terbaik. Selain itu, bisa diapakai untukanalisa kandungan nutrisi dalam makanan dan minuman, contoh : analisa kandunganpolifenol dalam teh
Penentuan Kualitatif 
 HPLC digunakan untuk analisa kualitatif didasarkan pada waktu retensi untuk identifikasi.
I
dentifikasidapat diandalkan apabila waktu retensi sampel dibandingkan dengan larutan standar.Contoh :Analisa carotenoid dalam yeast.Pertama-tama sel yeast dipecahkan dengan DMSO agar carotenoid yang tersekap di dalam sel dapatkeluar. Kemudian diekstrak dengan pelarut methanol hingga semua carotenoid terambil. Karenacarotenoid sangat peka terhadap cahaya dan panas, maka selama pekerjaan sebisa mungkin tidakterekspos langsung oleh cahaya. Pengerjaan dilakukan di dark room. Carotenoid terdapat dalambentuk esternya, metil ester atau di metil ester. Oleh karena itu perlu treatment khusus agarcarotenoid menjadi bentuk bebasnya. Hal ini dilakukan dengan penambahan larutan KOH jenuh.Baru kemudian carotenoid dalam bentuk bebas ini di ekstrak dengan penambahan dietileter. Pelarutdiuapkan dengan gas nitrogen dan dilarutkan kembali dalam fasa mobil yang akan digunakan untukHPLC.

Activity (66)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gex Attic liked this
Lejar Duanti liked this
David Prasetia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->