Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
77Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 2 - Sistem Inovasi

Bab 2 - Sistem Inovasi

Ratings:

4.8

(10)
|Views: 3,959 |Likes:
Published by Tatang Taufik
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 22, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

 
 
2
Bab
SISTEM INOVASI DAN KAPASITAS INOVATIF:TINJAUAN KONSEP/PENDEKATAN
1. PENDAHULUAN
Kata inovasi, sistem inovasi, dan kapasitas inovatif adalah di antara sekianbanyak istilah yang sering dikemukakan dalam beragam kesempatan, baik dalampembicaraan yang tidak formal hingga diskusi-diskusi akademis. Istilah-istilahtersebut diartikan cukup bervariasi. Mengingat pengertian dari istilah yangdimaksud akan menjadi penting bagi pembahasan selanjutnya, maka pengertianbeberapa istilah kunci akan mengawali diskusi yang disampaikan di sini.Walaupun bagian ini disajikan sebagai suatu tinjauan tentang konsep/pendekatan, namun ini tidak dimaksudkan sebagai pembahasan akademis yangmendalam. Sejalan dengan maksud penulisan buku ini, maka diskusi yangdisampaikan lebih dimaksudkan untuk menyampaikan secara ringkas dan dalamformat yang diupayakan sesederhana mungkin tentang beberapa pandangan danuntuk meningkatkan pemahaman atau setidaknya menyampaikan perspektif pengertian tentang beberapa isu yang dipandang perlu untuk pembahasanselanjutnya.Tekanan bahasan di sini adalah sebagai pengenalan berkaitan denganpandangan dan beberapa “pergeseran” pandangan tentang inovasi, konsep/modelsistem inovasi dan beberapa kecenderungan perkembangannya, termasukurgensinya dalam konteks “daerah.”
2. INOVASI
Walaupun banyak persamaan maknanya, namun beberapa pihakmendefinisikan istilah inovasi secara berbeda. Sebagai gambaran, berikut adalahbeberapa contoh pengertian inovasi:
 
 
“The commercial or industrial application of something new – a new product, process, or method of production; a new market or source of supply; a new form of commercial, business or financial organization” 
(Joseph Schumpeter,1934, dalam
“The Theory of Economic Development” 
)
;
 
Innovation is simply the introduction of something new into the marketplace
 (Stopper, 2002);
 
“...innovation is about putting ideas to work. It is a process by which firms,industry and governments add value through successful exploitation of anew idea for the benefit of a part or whole of business, industry or the nation.It spans a range of ideas-based improvement processes, including technological change, and improvements in organisational, financial and commercial activities.” 
(DISR, 1999:
Shaping Australia’s Future: Innovation -Framework Paper 
);
 
 
 
 
PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH: PERSPEKTIF KEBIJAKAN
14
 
Innovation is a locally driven process, succeeding where organizational conditions foster thetransformation of knowledge into products, processes, systems, and services. (Malecki, 1997;
Dikutip dari
Jelinek dan Hurt, 2001);
 
Innovation is the successful production, assimilation and exploitation of novelty in the economic and social spheres . . . In brief, innovation is:
 
the renewal and enlargement of the range of products and services and the associated markets
 
the establishment of new methods of production, supply and distribution
 
the introduction of changes in management, work organisation, and the working conditions and skills of the workforce
(European Commission, 1995:
Green Paper on Innovation
);
Inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi ataupun
intangible
) yang memilikinilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu (Edquist, 2001, 1999);
Inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru(lihat misalnya Clark dan Guy, 1997);
Inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dannon-pasar (OECD, 1999);
Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakanmenggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld, 2002);
Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru (
the successful exploitation of a new idea;
Mitra, 2001 dan
the British Council 
, 2000), atau dengan kata lainmerupakan mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untukmenciptakan produk, proses dan jasa baru;
Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuanmengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau carabaru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atauproses produksi (UU No. 18 tahun 2002).Beberapa definisi yang disebutkan mengungkapkan bahwa inovasi tidak saja menyangkutkreativitas dari gagasan (yang membuka dan/atau untuk memanfaatkan peluang baru), namun jugaberkaitan dengan (potensi) nilai komersial, ekonomi dan/atau sosial. Untuk menekankanperbedaannya dari pembaruan/perbaikan yang sekedar “kreativitas biasa” (dalam arti tidakmemberikan manfaat atau dampak nyata), beberapa pihak terkadang menyebut “inovasi yangdiadopsi” atau terbukti “berhasil” secara komersial/ekonomi sebagai “inovasi produktif”
(productiveinnovation)
.Dari beragam definisi yang berkembang, istilah inovasi pada dasarnya dapat diartikan sebagai:
“proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan,keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan(memperbaiki) produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yangmemberikan nilai (terutama ekonomi dan sosial) yang berarti (signifikan); atau
proses di mana gagasan, temuan tentang produk atau proses diciptakan, dikembangkan danberhasil disampaikan kepada pasar.Dalam “pengertian teknokratik,” inovasi sering ditekankan sebagai proses di mana gagasanbagi produk, proses atau jasa yang baru (atau yang diperbaiki) dikembangkan dandikomersialisasikan di pasar (ilustrasi Gambar 2.1).
 
BAB 2 SISTEM INOVASI DAN KAPASITAS INOVATIF: TINJAUAN KONSEP/PENDEKATAN
 
15
 
Inovasi
 
Inovasi
Teknologis
Jasa
(Services)
OrganisasionalBarang
(Goods)
ProsesProdukSistem
Pengertian“Teknokratik”
 
Gambar 2.1
Pengertian Inovasi.
 Definisi yang “luas dikenal” (atau setidaknya lebih sering didengar) adalah yang bersifat“teknokratik” tersebut, yang lebih mengedepankan inovasi teknologi dengan penekanan perspektif teknis. Walaupun begitu, tentunya inovasi dalam pengertian lebih luas tidak hanya terbatas padaproses dan/atau produk saja. Untuk diskusi tentang inovasi sosial dan beberapa isu terkait, lihatmisalnya Dedijer (1984) dan beberapa makalah lain dalam Heden dan King (ed.) (1984).“Pandangan” tentang inovasi berkembang dari waktu ke waktu. Pemahaman sebagai “prosessekuensial-linier” sangat mendominasi di masa lampau. Dorongan bahwa hasil temuan
(invention/discovery/ technical novelty)
merupakan sumber dan bentuk inovasi sebagai sekuen (urut-urutan) rangkaian riset dasar 
riset terapan
litbang
manufaktur/produksi
distribusi (seringdisebut
technology push)
berkembang terutama pada periode 1960an hingga 1970an (ada sebagianyang menyatakan periode pasca Perang Dunia II hingga tahun 1960an). Kemudian, pandanganselanjutnya bahwa perubahan kebutuhan permintaanlah yang menjadi pemicu atau penarik dariinovasi (sering disebut
demand pull 
) berkembang pada periode selanjutnya sampai periode 1980an.Namun pandangan “sekuensial-linier”
 push
ataupun
 pull 
(atau ada kalanya disebut
 pipelinelinear model 
) demikian disadari tidak sepenuhnya benar. Bahwa dalam sebagian besar praktiknya,inovasi lebih merupakan proses interaktif dan iteratif, proses pembelajaran
(learning process)
yangmerupakan bagian penting dalam proses sosial. Artinya, semakin dipahami bahwa inovasi padaumumnya tidak terjadi dalam situasi yang terisolasi. Model ini sering juga disebut dengan model
feedback-loop
atau
chain-link 
atau model inovasi interaktif atau non-linier (Gambar 2.2 dan 2.3).Tulisan Kline dan Rosenberg (1986) yang mengajukan model inovasi
chain-link 
atau
feedback-loop,
dan Dodgson dan Bessant (1996a,b) yang mendiskusikan model inovasi interaktif (non-linier)merupakan dua di antara sumber literatur yang paling sering dirujuk oleh banyak pihak berkaitandengan “pergeseran” pandangan tentang pola inovasi.

Activity (77)

You've already reviewed this. Edit your review.
Dani Fatah added this note
.
Dani Fatah liked this
Shinta Dhewie liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur Aqlili liked this
Dwie Astie liked this
Yuliana Iyie liked this
Yusuf Indrawan liked this
Silvia Nurni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->