Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
74Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 3 - Kebijakan

Bab 3 - Kebijakan

Ratings:

4.84

(19)
|Views: 6,568 |Likes:
Published by Tatang Taufik
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 22, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

 
 
3
Bab
KEBIJAKAN: TINJAUAN SINGKAT
1. PENDAHULUAN
Meningkatnya kesadaran akan semakin pentingnya sistem inovasi daerah(SID) dan kapasitas inovatif daerah (KID) dalam peningkatan daya saing dandalam rangka pewujudan kesejahteraan masyarakat yang semakin tinggi dan adil,tentu perlu diikuti dengan kesungguhan banyak pihak dalam mendorongperkembangannya. Dalam banyak segi, hal ini tentu berkaitan dengan peranpemerintah dalam berbagai tataran dan bagaimana memainkan peran tersebutsecara tepat.Upaya-upaya tertentu dari pemerintah dalam “mencampuri” ataumempengaruhi situasi dan kondisi yang dihadapi sering berkaitan dengankebijakan. Untuk itu, bagian ini akan mengangkat secara ringkas tinjauan tentangkebijakan.Istilah “kebijakan”
(policy)
, walaupun sering digunakan, sebenarnya diartikandan/atau digunakan secara beragam. Karena itu, untuk menghindari/meminimumkan kerancuan, penulis memandang perlu menyampaikan pengertiandari beberapa istilah yang dimaksudkan dalam buku ini berkaitan dengan kontekspengembangan sistem inovasi daerah.
2. PENGERTIAN DARI BEBERAPA ISTILAH
Istilah kebijakan secara umum dapat diartikan sebagai pernyataan politisyang menyatakan kehendak, tujuan dan sasaran serta alasan perlunyapencapaian tujuan. Dalam pengertian pragmatis/operasional, yang dimaksuddengan kebijakan adalah intervensi (campur tangan) atau tindakan tertentu daripemerintah yang dirancang untuk mencapai suatu hasil tertentu (yang diharapkan).Posisi kebijakan dipengaruhi/berkaitan dengan (dan karenanya tidak dapatmengabaikan) beragam faktor, terutama (ilustrasi Gambar 3.1):
Fakta, menyangkut konteks realita yang secara faktual dihadapi;
Nilai-nilai
(values)
yang dianut, yang memberikan arah atau sebagai faktor mendasar yang mempengaruhi pertimbangan tentang hal ideal, baik-burukataupun atribut-atribut lain dalam suatu konteks sosial-budaya;
Keyakinan
(beliefs)
yang mencerminkan pandangan, konsepsi ideal danbersama-sama dengan nilai membentuk paradigma (cara pikir/pandang,sikap dan tindakan) yang diyakini;
Tujuan yang hendak dicapai dengan memberikan dampak pengaruh melaluiproses intervensi (campur tangan) yang dilakukan.
 
 
 
PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH: PERSPEKTIF KEBIJAKAN
44
 
Fakta
Keyakinan
(Beliefs)
Nilai-nilai
(Values)
TujuanPosisiKebijakan
 
Gambar 3.1
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Posisi Suatu Kebijakan.
 
Kesemua faktor tersebut secara bersama biasanya akan mempengaruhi posisi kebijakan,termasuk misalnya menyangkut tataran peraturan perundangan, bentuk kebijakan sebagai campur tangan dalam mengubah kondisi
status-quo
tertentu, respons dari kelompok yang dipengaruhi(termasuk misalnya potensi “ancaman bahaya moral” atau
moral hazard 
yang mungkin muncul darikelompok yang dipengaruhi maupun dari pembuat kebijakan itu sendiri), dan sebagainya.Suatu kebijakan esensinya akan mencerminkan/menggambarkan strategi, prioritas, tujuan,sasaran, dan hasil
(outcome)
yang diharapkan. Agar kebijakan berfungsi efektif, diperlukan“instrumen/alat” kebijakannya
(policy tools/instruments)
. Jadi, instrumen kebijakan adalah seperangkatlangkah atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk merealisasikan kebijakan yangditetapkan. Setiap (atau kombinasi beberapa) instrumen kebijakan biasanya melibatkan(mengandung) setidaknya 3 (tiga) aspek, yaitu:
Piranti hukum
(legal devices):
menyangkut aspek legal/hukum yang mendukungnya(melandasinya);
Tatanan kelembagaan
(institutional setting):
berkaitan dengan tatanan lembaga (organisasi)yang terlibat, fungsi dan pengorganisasian (struktur dan hubungan atau interaksi antaraktor);
Mekanisme operasional (
operational mechanism):
berkaitan dengan pola, cara/metode danprosedur serta proses pelaksanaan dalam implementasi praktis.Selain itu, hal yang juga penting dipertimbangkan berkaitan dengan perancangan instrumenkebijakan adalah tatanan sosial
(social arrangement)
bagi konteks kebijakan tersebut.
 
BAB 3 KEBIJAKAN: TINJAUAN SINGKAT
 
45
Berdasarkan bentuk “tujuan utama” kebijakan, maka terdapat 6 (enam) kelompok tindakankebijakan
(policy actions)
yang paling mendasar, yaitu:1. Regulasi
(regulation):
merupakan tindakan kebijakan yang bersifat penetapan pengaturan
(regulatory),
dengan esensi dan bentuk tujuan utamanya adalah membuat ketentuan danbatasan atau “rambu-rambu” tertentu dalam konteks bidang/isu yang diatur.2. Deregulasi
(deregulation):
merupakan tindakan kebijakan yang bersifat penetapan pengaturan
(regulatory),
dengan esensi dan bentuk tujuan utamanya adalah membuat penghapusan ataupelonggaran ketentuan dan batasan tertentu (atau hal-hal yang sebelumnya dinilai membatasi)dalam konteks bidang/isu yang diatur.3. Insentif 
(incentives/rewards):
merupakan tindakan kebijakan yang pada dasarnya bukan bersifatpenetapan pengaturan
(non-regulatory),
dengan esensi dan bentuk tujuan utamanya adalahmerangsang, mendorong atau mempercepat proses tertentu atau pencapaian hal tertentudengan memberikan suatu bentuk rangsangan atau imbalan tertentu dalam konteks bidang/isutertentu.4. Penyediaan infrastruktur 
(infrastructure provisions):
merupakan tindakan kebijakan yang padadasarnya bukan bersifat penetapan pengaturan
(non-regulatory),
dengan esensi dan bentuktujuan utamanya adalah memberikan/menyediakan hal tertentu yang biasanya bersifatinfrastruktural dan barang publik
(public goods)
dalam konteks bidang/isu tertentu.5. Informasi/pedoman
(information/guidance):
merupakan tindakan kebijakan yang pada dasarnyabukan bersifat penetapan pengaturan
(non-regulatory),
dengan esensi dan bentuk tujuanutamanya adalah memberikan/menyediakan dan menyampaikan hal tertentu yang berupainformasi atau berfungsi sebagai pedoman (panduan) spesifik dalam konteks bidang/isutertentu.6. Pengaruh
(influence):
merupakan tindakan kebijakan yang pada dasarnya bukan bersifatpenetapan pengaturan
(non-regulatory),
dengan esensi dan bentuk tujuan utamanya adalahmempengaruhi, atau mendorong terjadinya perubahan atau membantu proses perubahan padapihak tertentu (atau masyarakat umum) dalam konteks bidang/isu tertentu.Bentuk 1 dan 2 umumnya sangat erat kaitannya dengan aspek legal (hukum/peraturanperundangan) dan kerangka regulasi
(regulatory framework)
yang relevan, menyangkut hal/isu yangdinilai mendasar, mempunyai implikasi hukum yang “kuat” dan bersifat mengikat. Sementara bentuk-bentuk lainnya umumnya bersifat lebih “longgar.” Kesemua bentuk ini tentu dapat saling melengkapi.Esensi kepentingannya pada dasarnya kontekstual dengan ketepatan/kesesuaiannya sebagai alatdalam menjawab isu yang hendak diatasi (dan mencapai tujuan yang dikehendaki).
18
 Sebagai upaya untuk memudahkan cara pandang tentang kebijakan yang akan dibahas lebihlanjut dalam buku ini, maka generalisasi dan simplifikasi dari struktur kebijakan secara umum padadasarnya adalah seperti ditunjukkan pada Gambar 3.2 berikut.
18
Solusi “regulasi” tidak selalu merupakan alat yang paling efektif dalam memecahkan isu kebijakan, bahkan dapatberpotensi kontra produktif. Sebaliknya, kelemahan kerangka regulasi
(regulatory framework)
dapat menjadi “sumber”kelemahan atau tidak efektifnya instrumen kebijakan lainnya.

Activity (74)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Hamidah Sampoerna added this note
thanks :)
Iskandar Ys liked this
Rike Nduts liked this
naifla liked this
Risma Grace liked this
Slhn Ocn liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->