BAB 7 BEBERAPA ISU PENTING DALAM PENGEMBANGAN SID
247
Tabel 7.1
Dua Sistem Penciptaan/Pengembangan Pengetahuan
(Knowldege Production System)
.
Moda 1 Moda 2
Konteks akademik
(academic context):
Persoalan dihimpun dan dipecahkan dalamkonteks terutama oleh kepentinganakademik;
Bersifat ”displiner” yang tunggal;
Adanya homogenitas dalam persepsi;
Kendali kualitas bersifat internal: kendalikualitas dan relevansi ditentukan oleh
peers
(“rekan sejawat”), yaitu dalam displin yangbersangkutan;
Struktur dan pengorganisasiannya bersifathirarkis dan cenderung ”tetap”;
Akuntabilitas bersifat internal.
Konteks aplikasi
(context of application):
Persoalan dihimpun dan dipecahkan dalamkonteks aplikasi;
Bersifat
transdisciplinarity
(transgressiveness of knowledge),
lebihdari sekedar kontribusi satu disiplin;
Bersifat heterogen dalam persepsi;
Kendali kualitas lebih ditentukan olehakuntabilitas sosial: para penentu eksternalmenetapkan kualitas dan relevansi;
Pengorganisasian lebih bersifat“sementara” dan berstruktur datar
(flat);
Akuntabilitas bersifat eksternal, parapengguna dan kepentingan lebihmenentukan agenda prioritas.
Sumber : Diadopsi dari Gibbons dan Nowotny (2001) dan Arnold, et al., (2001) berdasarkan“Michael Gibbons, Camilla Limoges, Helga Nowotny, Schwartzman, S., Scott P. and Trow, M.(1994). The New Production of Knowledge.” London: Sage, 1994.
Sejarah juga menunjukkan bahwa gelombang perubahan ekonomi internasional yangsignifikan umumnya didorong oleh kemajuan bidang iptek tertentu dan perkembanganindustri yang terkait dengannya. Kemajuan di bidang iptek tertentu (seperti misalnyabioteknologi, bahan baru, teknologi informasi dan komunikasi), belakangan mengalamiperkembangan yang pesat. Hal ini, seperti pada masa-masa sebelumnya dipandangakan mempengaruhi gelombang perubahan ekonomi internasional. Memasuki eragelombang perubahan ekonomi internasional kelima, daerah pun perlu menyikapidengan lebih arif (ilustrasi Gambar 7.1). Tidak dalam semua bidang iptek setiap daerahdapat secara langsung memanfatkan peluang kemajuan iptek yang pesat tersebut.Namun, mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan iptek tersebut pun samapentingnya. Upaya mencegah/meminimumkan ”kesenjangan informasi/pengetahuan”dalam masyarakat atau antardaerah akibat perkembangan teknologi informasi dankomunikasi merupakan salah satu contoh langkah penting.
C. Perkembangan Ekonomi Jaringan
Perkembangan tuntutan pasar, kecenderungan global, kemajuan iptek dan semakin ketatnyapersaingan bisnis/ekonomi, mendorong pelaku untuk semakin berspesialisasi dalam bidangterbaiknya. Di sisi lain, independensi dan kompetensi pelaku bisnis (dan non-bisnis) di bidang masing-masing membutuhkan interdependensi satu dengan lainnya dalam jaringan keterkaitan yang salingmelengkapi. Karena itu berkembang kecenderungan pergeseran dalam aktivitas nilai tambah dari“semua dikerjakan sendiri” kepada “masing-masing mengerjakan sesuai dengan kemampuanterbaiknya.” Perubahan paradigma juga berkembang dari pendekatan sektoral yang terlampauterkotak-kotak kepada pola berjaringan (dalam keterkaitan) rantai nilai. Karena itu, semua pihak perluberupaya memperbaiki pengubahan fragmentasi dan sekat sektoral yang terlampau menghambatmenjadi pola-pola kolaborasi sinergis.