Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 7 - Beberapa Isu Penting

Bab 7 - Beberapa Isu Penting

Ratings:

4.83

(6)
|Views: 8,444|Likes:
Published by Tatang Taufik
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 22, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/15/2013

pdf

text

original

 
 
7
Bab
BEBERAPA ISU PENTINGDALAM PENGEMBANGAN SID
1. PENDAHULUAN
Sistem inovasi, baik pada tataran nasional maupun daerah, semakindisadari sebagai determinan penting bagi daya saing dan kinerja ekonomi secaraumum maupun pencapaian tujuan-tujuan sosial. Tidak berfungsinya sistem inovasidengan baik dapat bersumber dari beragam sebab/faktor, sepertiaturan/perundangan dan kebiasaan/praktik yang tidak memadai atau para pelakudalam sistem yang tidak berfungsi dengan baik, bahkan paradigma yang dianutyang tak lagi sesuai dengan konteks dinamika perubahan kebutuhan masyarakatdan tantangan perkembangan jaman, dan berimplikasi pada penadbiran inovasi
(innovation governance).
 Untuk memahami persoalan dan tantangan dalam pengembangan sisteminovasi daerah, bab ini akan mendiskusikan isu-isu penting yang terkait dengansistem inovasi nasional. Dengan situasi seperti Indonesia, isu-isu utama nasionalsebenarnya merupakan isu umum bagi sistem inovasi daerah. Untuk sebagianbesar daerah di Indonesia bahkan, perkembangan sistem inovasi masih beradapada tahapan sangat awal, terlebih lagi dalam perbandingan internasional.Penelitian lebih mendalam untuk masing-masing daerah perlu dilakukan lebihlanjut, yang tentunya bukan tujuan dari buku ini.Walaupun setiap negara atau daerah menghadapi persoalan dan tantanganspesifik masing-masing, terdapat banyak keserupaan yang sebenarnya jugaberlaku umum. Isu umum tersebut antara lain berupa beberapa kecenderunganyang juga “berlaku” dalam arti dapat memberi dampak pengaruh (walaupunmungkin dengan bentuk dan/atau intensitas yang berbeda) dan karenanya perludisikapi dengan tepat oleh daerah dalam mengembangkan/memperkuat sisteminovasi daerahnya. Diskusi singkat tentang ini selanjutnya akan mengawali bab ini.
2. BEBERAPA KECENDERUNGAN DINAMIKA PERUBAHAN DANTANTANGAN
Beberapa kecenderungan penting seperti yang telah disinggung pada bab-bab dan bagian sebelumnya, tentunya tidak dapat diabaikan dan perlu diresponoleh pembuat kebijakan dan para pemangku kepentingan. Lima kecenderunganumum yang berkembang yang menurut hemat penulis patut dicermati dalammerancang kebijakan inovasi daerah adalah: globalisasi, kemajuan iptek, ekonomi jaringan, ekonomi pengetahuan, dan tumpuan pada kekhasan faktor lokal.
 
 
 
PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH: PERSPEKTIF KEBIJAKAN
246
2.1 Beberapa Kecenderungan PerubahanA. Kecenderungan Globalisasi
Kecenderungan global membawa kepada perubahan pada tata hubungan internasional. Bagikonteks sistem inovasi misalnya, hal ini berkaitan dengan semakin pentingnya aspek teknis yangmengemuka dalam perdagangan, seperti standarisasi dan HKI yang semakin menentukan. Walaupuninstrumen konvensional seperti tarif perdagangan tetap diperlukan oleh negara seperti Indonesia,namun tidak bisa dipungkiri bahwa faktor yang terkait dengan pengetahuan/inovasi semakinmenentukan daya saing dan posisi tawar dalam perdagangan. Ini tentu menjadi tantangan yang takringan bagi daerah.Di sisi lain, kecenderungan global juga berpengaruh atas semakin berkembangnya peluangbagi daerah untuk mengakses dan memanfaatkan sumber daya dan kapabilitas internasional.Peluang bagi investasi, hubungan perdagangan, dan kerjasama internasional untuk meningkatkankapasitas inovatif daerah sesuai kebutuhannya masing-masing kini semakin terbuka. Investasi asingdi daerah akan terbatas dampaknya jika pola seperti di masa lalu tetap diterapkan. Daerah perlumengembangkan upaya-upaya agar investasi asing tersebut sesuai dengan kebutuhan daerah,memiliki keterkaitan erat dengan bisnis/ekonomi lokal dan menjadi instrumen alih dan difusipengetahuan/teknologi bagi daerah.Seperti diungkapkan oleh Archibugi dan Michie (1999), globalisasi teknologi mencakup tigakategori berbeda, yaitu eksploitasi internasional dari teknologi, kolaborasi teknologi dan pembangkitan
(generation)
teknologi.Investasi dari luar 
(inward investment)
perlu dikembangkan lebih dari “sekedar” datangnya uangdari luar tetapi menjadi sumber bagi perbaikan
(upgrading)
kapabilitas bisnis yang ada (terutamaUKM) dan bahkan mempengaruhi berkembangnya perusahaan pemula/baru yang inovatif di daerah.
B. Perkembangan Kemajuan Iptek
Di antara kecenderungan yang berkembang antara lain adalah:
Pergeseran berkaitan dengan bagaimana pengetahuan berkembang. Dalam model yangdiungkapkan Gibbons,
et al.
(1994) tentang penciptaan/pengembangan pengetahuan
(the knowledge production system)
, maka moda pengembangan pengetahuan semakinbergeser ke moda 2, di mana perkembangan pengetahuan perlu semakin berorientasipada solusi. Ini diilustrasikan pada Tabel 7.1 berikut. Walau tidak semua pakar setujusepenuhnya dengan apa yang mereka sampaikan, terdapat beberapa hal yang dianggapmerupakan kecenderungan yang berkembang saat kini. Simplifikasi dalam model ini tidakberarti bahwa terdapat “garis pemisah” yang tegas antara kedua moda penciptaan/pengembangan pengetahuan. Karena dalam kenyataannya keduanya saling berkaitandan bahkan dalam beberapa hal batas antara keduanya sangat kabur (salah satucontohnya adalah dalam bidang bioteknologi).
119
 
Perkembangan iptek kini semakin cepat, yang berdampak pada perubahan-perubahanpasar dan persaingan (misalnya siklus produk semakin pendek, pasar semakinterfragmentasi, persaingan semakin ketat, dan lainnya). Kemampuan menggali danmengembangkan potensi terbaik setempat bagi pengembangan yang fokus pada relung-relung pasar spesifik yang memiliki nilai tambah tinggi dan berprospek bagi daerah untukmemiliki keunggulan kompetitif yang khas semakin penting. Pengetahuan danketerampilan beserta aktivitas produktif dalam sistem inovasi yang mendukung hal inisemakin perlu dikembangkan oleh daerah.
119
Untuk lebih detail lihat misalnya Gibbons dan Nowotny (2001); dan Gibbons (2000). Lihat juga misalnya Agassi (1997)di antara kritik atas buku Gibbons,
et al. ( 
1994).
 
BAB 7 BEBERAPA ISU PENTING DALAM PENGEMBANGAN SID
 
247
Tabel 7.1
 
Dua Sistem Penciptaan/Pengembangan Pengetahuan
(Knowldege Production System)
.
 
Moda 1 Moda 2
Konteks akademik
(academic context):
 Persoalan dihimpun dan dipecahkan dalamkonteks terutama oleh kepentinganakademik;
Bersifat ”displiner” yang tunggal;
Adanya homogenitas dalam persepsi;
Kendali kualitas bersifat internal: kendalikualitas dan relevansi ditentukan oleh
 peers
 (“rekan sejawat”), yaitu dalam displin yangbersangkutan;
Struktur dan pengorganisasiannya bersifathirarkis dan cenderung ”tetap”;
Akuntabilitas bersifat internal.
Konteks aplikasi
(context of application):
 Persoalan dihimpun dan dipecahkan dalamkonteks aplikasi;
Bersifat
transdisciplinarity 
 
(transgressiveness of knowledge),
lebihdari sekedar kontribusi satu disiplin;
Bersifat heterogen dalam persepsi;
Kendali kualitas lebih ditentukan olehakuntabilitas sosial: para penentu eksternalmenetapkan kualitas dan relevansi;
Pengorganisasian lebih bersifat“sementara” dan berstruktur datar 
(flat);
 
Akuntabilitas bersifat eksternal, parapengguna dan kepentingan lebihmenentukan agenda prioritas.
Sumber : Diadopsi dari Gibbons dan Nowotny (2001) dan Arnold, et al., (2001) berdasarkan“Michael Gibbons, Camilla Limoges, Helga Nowotny, Schwartzman, S., Scott P. and Trow, M.(1994). The New Production of Knowledge.” London: Sage, 1994.
 
Sejarah juga menunjukkan bahwa gelombang perubahan ekonomi internasional yangsignifikan umumnya didorong oleh kemajuan bidang iptek tertentu dan perkembanganindustri yang terkait dengannya. Kemajuan di bidang iptek tertentu (seperti misalnyabioteknologi, bahan baru, teknologi informasi dan komunikasi), belakangan mengalamiperkembangan yang pesat. Hal ini, seperti pada masa-masa sebelumnya dipandangakan mempengaruhi gelombang perubahan ekonomi internasional. Memasuki eragelombang perubahan ekonomi internasional kelima, daerah pun perlu menyikapidengan lebih arif (ilustrasi Gambar 7.1). Tidak dalam semua bidang iptek setiap daerahdapat secara langsung memanfatkan peluang kemajuan iptek yang pesat tersebut.Namun, mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan iptek tersebut pun samapentingnya. Upaya mencegah/meminimumkan ”kesenjangan informasi/pengetahuan”dalam masyarakat atau antardaerah akibat perkembangan teknologi informasi dankomunikasi merupakan salah satu contoh langkah penting.
C. Perkembangan Ekonomi Jaringan
Perkembangan tuntutan pasar, kecenderungan global, kemajuan iptek dan semakin ketatnyapersaingan bisnis/ekonomi, mendorong pelaku untuk semakin berspesialisasi dalam bidangterbaiknya. Di sisi lain, independensi dan kompetensi pelaku bisnis (dan non-bisnis) di bidang masing-masing membutuhkan interdependensi satu dengan lainnya dalam jaringan keterkaitan yang salingmelengkapi. Karena itu berkembang kecenderungan pergeseran dalam aktivitas nilai tambah dari“semua dikerjakan sendiri” kepada “masing-masing mengerjakan sesuai dengan kemampuanterbaiknya.” Perubahan paradigma juga berkembang dari pendekatan sektoral yang terlampauterkotak-kotak kepada pola berjaringan (dalam keterkaitan) rantai nilai. Karena itu, semua pihak perluberupaya memperbaiki pengubahan fragmentasi dan sekat sektoral yang terlampau menghambatmenjadi pola-pola kolaborasi sinergis.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
Shinta Dhewie liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Aditya Nugraha liked this
Thoya Thea liked this
wawasann liked this
edysant liked this
Fajar Kristanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->