Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 8 - Strategi Inovasi Daerah

Bab 8 - Strategi Inovasi Daerah

Ratings:

4.8

(10)
|Views: 6,331|Likes:
Published by Tatang Taufik
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).
Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005).

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 22, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
 
8
Bab
STRATEGI INOVASI DAERAH
1. PENDAHULUAN
Bagian-bagian sebelumnya telah mendiskusikan bahwa peningkatan dayasaing sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang semakintinggi dan semakin adil, dan hal ini berimplikasi pada pentingnya upaya lokal/daerah untuk mengembangkan keunggulannya dengan bertumpu pada potensi-potensi terbaik setempat.Kecenderungan perubahan/perkembangan menunjukkan bahwapengetahuan dan inovasi merupakan faktor yang semakin menentukan dalamkemajuan ekonomi. Karena itu, upaya yang lebih baik untuk dapat menciptakan/mengembangkan, mendistribusikan/mendifusikan dan memanfaatkan secaraefektif pengetahuan/inovasi kini disadari semakin penting. Namun, beragamkemajuan, terutama kemajuan iptek, juga mengisyaratkan pentingnya perbaikandalam paradigma penadbiran pengetahuan dan inovasi.“Hubungan sosial” antara pengetahuan/teknologi atau inovasi danmasyarakat terus berubah. Telah menjadi fenomena kecenderungan umum bahwamasyarakat semakin menuntut relevansi pengetahuan/teknologi atau inovasiterhadap kebutuhan mereka. Sementara itu, inovasi juga bukanlah semata prosessekuensial-linier semata karena dorongan teknologi atau tarikan permintaan,melainkan interaksi dinamis keduanya. Karena itu, cara pandang sistem danpentingnya keterpaduan dan keserentakan gerak langkah semua pihak dalampemajuan sistem merupakan semangat sekaligus “paradigma” baru dalampengembangan sistem inovasi.Beragam dinamika perubahan, dengan perkembangan konsep dandidukung beragam bukti empiris, memperkuat keyakinan bahwa “faktor lokalitas(lokasional)” merupakan dimensi yang dinilai semakin penting dalam kontekspemajuan sistem pengetahuan/inovasi dan peningkatan daya saing. Kesemua inimendorong pentingnya upaya-upaya pemajuan/pengembangan sistem inovasidaerah. Sehingga, kebijakan inovasi pun bukan lagi ranah monopoli pemerintah“pusat/nasional” semata. Daerah turut bertanggung jawab dan mempunyaikewenangan tertentu, terutama dalam pengembangan sistem inovasi di wilayahdaerah masing-masing, serta turut memperkuat koherensi kebijakannya dalamkerangka nasional. Dalam konteks ini, secara epistemologi dan semantik, sisteminovasi daerah merupakan bagian integral dari sistem inovasi nasional.Pengembangan sistem inovasi daerah di Indonesia dipandang sangat urgenmengingat berbagai hal yang saling terkait terutama kelemahan-kelemahanperkembangan sistem inovasi Indonesia sejauh ini, keragaman daerah, proses“transisi” dalam pembangunan dalam upaya pemulihan dari krisis multidimensi. Halyang tidak dapat diabaikan dalam proses transisi tersebut terutama berkaitandengan otonomi daerah dan perkembangan perundangan terkait.
 
 
 
PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH: PERSPEKTIF KEBIJAKAN
272
Harus diakui bahwa semua pihak kini tengah berada dalam masa belajar menata diri dalamkerangka otonomi daerah yang tentu membutuhkan waktu untuk dapat menjalankan peran yangsesuai dalam tatanan sistem politik dan pemerintahan yang berubah.Perkembangan perundangan pun berimplikasi pada perlunya penyikapan cepat dan tepatbanyak pihak atas tuntutan perubahan-perubahan. Penentu kebijakan beserta para pemangkukepentingan di daerah perlu semakin tanggap merespon beberapa perundangan seperti misalnya UUNo. 18 tahun 2002 tentang Sisnas P3Iptek; UU 25 tahun 2004 tentang SPPN; UU No. 32 tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah; UU No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat danDaerah; serta beberapa kebijakan strategis sektoral dan lainnya.
125
 Dalam rangka mengembangkan/memperkuat sistem inovasi daerah, penyusunan/pengembangan strategi inovasi daerah merupakan bagian dari upaya, yang menurut hemat penulis,sangat urgen. Strategi inovasi dapat membantu memberikan arah yang jelas dan lebih terfokus bagipara pihak, baik pembuat kebijakan maupun para pemangku kepentingan kunci lainnya, dalammengembangkan sistem inovasi yang kontekstual dengan daerah masing-masing dengan bertumpupada potensi terbaik setempat dan dalam menggalang, mengerahkan dan mengembangkan segenapsumber daya dan kapabilitas secara efektif dan efisien.Namun di sisi lain patut diakui bahwa selain isu demikian memang relatif baru, ketertinggalandaerah, beragam persoalan yang dihadapi dalam pemulihan krisis dan di masa transisi (terutamaotonomi daerah) merupakan persoalan yang tidak dapat diabaikan dalam mendorong upayapengembangan sistem inovasi daerah. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dan kemampuanpembuat (penentu) kebijakan dan para pemangku kepentingan terutama di daerah merupakantantangan dalam pengembangan sistem inovasi daerah di Indonesia.Sehubungan dengan itu, bagian ini akan mendiskusikan beberapa hal penting yang diharapkandapat membantu para pihak dalam mengembangkan sistem inovasi daerah. Muatan diskusi bersifat“generik” tanpa membahas kasus daerah secara khusus.
Mutatis mutandis,
beberapa konsep dasar dan/atau saran yang didiskusikan dipandang dapat disesuaikan bagi prakarsa-prakarsa pragmatis.
2. KONSEP DASAR
Untuk lebih memfokuskan diskusi tentang sistem inovasi daerah (SID) dan strategipengembangannya secara umum, berikut akan didiskusikan tinjauan secara singkat atas beberapahal yang sebenarnya telah disampaikan pada bagian sebelumnya.Dengan mencermati konsep/model sistem inovasi dan beberapa praktik yang berkembang(termasuk strategi dan kebijakannya), konsep sistem inovasi daerah pada intinya mengandungbeberapa elemen penting seperti diilustrasikan pada Gambar 8.1 berikut. Konsep ini, menurut hematpenulis, dapat membantu bagaimana daerah mengembangkan/menyusun strateginya untukmengembangkan/memperkuat sistem inovasinya dalam mengatasi isu/persoalan-persoalan yangdihadapi.Beberapa elemen utama konsep tersebut adalah sebagai berikut.
125
Catatan: UU No. 18 tahun 2002 misalnya mengungkapkan perlunya setiap daerah mengembangkan kebijakan strategispembangunan iptek daerah dan mengembangkan kelembagaan DRD; UU No. 25 tahun 2004 misalnya jugamenetapkan keharusan penyusunan RPJM Daerah. Selain itu, beberapa kebijakan strategis nasional (yang sejauh inisebagian juga masih dalam proses penyusunan) berimplikasi dan/atau memerlukan “kesinkronan” dengan konteksupaya di daerah.
 
BAB 8 STRATEGI INOVASI DAERAH
 
273
1.
Daerah
. Konsep SID memang merupakan cara pandang tentang sistem inovasi pada tatarandaerah. Dari perspektif administratif pemerintahan, ”batasan” pengertian daerah secara formal-administratif (misalnya kabupaten/kota ataupun provinsi) sering menjadi alat paling mudahuntuk menetapkan batasan sistem
(system boundaries).
Namun patut diingat bahwapengetahuan, aktivitas inovasi dan bisnis pada intinya ”tidak” mengenal batasan demikian.Pemajuan sistem inovasi daerah membutuhkan cara pandang yang lebih terbuka danmenguntungkan bagi daerah lebih dari sekedar pertimbangan batasan administratif.
126
Karenaitu, kerjasama dengan daerah lain merupakan aspek yang harus digali dan dikembangkan olehsetiap daerah dalam memperkuat daerah masing-masing. Hal-hal seperti ini memang semakinmembutuhkan kemampuan daerah menghadapi/mengatasi paradoks yang berkembang, bahwabersaing dan bekerjasama merupakan kemampuan yang perlu terus dikembangkan secarabersamaan. Konsep ”daerah” dalam sistem inovasi, pada dasarnya dapat diartikan secarafleksibel agar memiliki pengertian kontekstual.
127
 
PengetahuandanInovasiInteraksiPembelajaranKeterkaitandanJaringanDaerah
SistemInovasiDaerah(SID)
 
Gambar 8.1
Konsep sebagai Landasan Memperkuat SID.
 
126
Lihat beberapa diskusi tentang ini misalnya dalam Cooke dan Memedovic (2003), dan lainnya dalam Daftar Pustaka.
127
Catatan: dalam contoh praktik di beberapa negara misalnya, sistem inovasi daerah dapat mempunyai arti sistem inovasidi negara bagian tertentu
(regional innovation system)
namun juga berkaitan dengan sistem inovasi daerah di area yangmemiliki batasan administratif lebih kecil
(local innovation system)
. Pada kasus lain, hal tersebut bisa berarti daerahyang terdiri atas himpunan beberapa daerah dari negara bagian dan bahkan negara yang berbeda. Tidak ada batasanbaku yang kaku tentang daerah dalam hal ini. Yang sebenarnya lebih penting adalah konteks yang dimaksud terkaitdengan sistem inovasi. Untuk tujuan ”kepraktisan,” batasan administratif tentu akan membantu pengertian tersebut.

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Liza Engalika liked this
Dedy Ashari liked this
Dudut Dwi liked this
Rooney Ronal liked this
chapline_007 liked this
maswil_ liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->