P. 1
Proposal Asli (REVISI)2

Proposal Asli (REVISI)2

Ratings: (0)|Views: 13,512 |Likes:
Published by Tina Taylor

More info:

Published by: Tina Taylor on Feb 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Alam Indonesia kaya akan beraneka ragam tumbuhan yang merupakansalah satu sumber senyawa kimia alam hayati yang dikenal dengan istilah
 Natural Product Chemistry
”. Tumbuhan merupakan gudang bahan kimia yang paling lengkap. Berpuluh-puluh bahkan mungkin beribu-ribu komponen kimiaterkandung di dalam tumbuhan. Ada komponen kimia yang bersifat racun, ada juga yang bersifat menyembuhkan penyakit sehingga digunakan sebagai obat.Pencarian bioaktif yang berasal dari tumbuhan tropis selalu mendapat perhatian, terutama jenis tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahanobat-obatan seperti: antikanker, antibakteri, antivirus, antioksidan, dan antiAIDS.Senyawa bioaktif seperti golongan alkaloid merupakan senyawa organik yangmemiliki keaktifan fisiologis yang berguna sebagai bahan baku obat. Meniran(
 Phyllanthus niruri L.
) adalah salah satu tumbuhan yang sangat potensial sebagai penghasil obat.Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan, tumbuhan meniran sudah cukupdikenal sebagai salah satu tumbuhan liar yang berkhasiat mengobati. Akan tetapi, pengetahuan mereka tentang khasiat meniran hanya sedikit saja. Setelah menirandiuji secara klinis oleh tim kedokteran dari berbagai belahan dunia, akademisimengetahui bahwa meniran adalah salah satu kekayaan alam yang terabaikan atau bahkan kurang dapat perhatian selama ini.Meniran merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan olehmasyarakat untuk obat. Menurut Heyne (1987), tumbuhan ini di daerah Jawadisebut “meniran” dikarenakan bentuk buahnya seperti menir (butiran beras).Tumbuhan ini merupakan terna semusim, tumbuh liar di hutan, di ladang, semak-semak, sepanjang jalan, pinggir sungai, pinggir pantai, tanah berumput, gembur atau bebatuan pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut.1
 
Selain tempuyung, meniran atau menir juga merupakan tumbuhan liar  berkhasiat mengobati yang sering dibuang ketika membersihkan pekarangan.Hanya masyarakat di pedesaan yang sudah mengenal meniran sebagai tumbuhan bermanfaat bagi kesehatan. Tidak sedikit dari mereka sebagai pengguna jamumengkonsumsi meniran.Apabila kita berada di pekarangan rumah yang dipenuhi rerumputan, makakita akan menemukan tumbuhan liar yang mirip dengan pohon asam kecil“bonsai”. Tingginya tidak lebih dari dua jengkal tangan.Meniran merupakan satu dari banyak tumbuhan obat yang terdapat diIndonesia yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh.Pada saat banyak penyakit sulit disembuhkan dengan obat modern danmemerlukan biaya yang cukup tinggi, pengobatan dengan bahan-bahan alami bisamenjadi alternatif penyembuhan yang tidak kalah manjur. Apalagi saat ini banyak tumbuhan obat tradisional sudah diuji secara klinik untuk mengetahui komposisi,kandungan, dan efek farmakologinya.Dibandingkan obat-obatan dokter dengan resep ketat, pengobatan dengan bahan tumbuhan ini relatif aman dan tidak berefek samping yang membahayakan(Jaka Sulaksana, 2004). Selain itu, tumbuhan obat bisa juga dibudidayakan untuk keperluan pengobatan dan menjaga kesehatan seumur hidup.Menurut banyak literatur dan jurnal, lebih dari 1.000 jenis tumbuhan obatdi Indonesia, termasuk meniran sudah diteliti. Kekayaan tumbuhan obat yang berasal dari berbagai tipe ekosistem hutan sudah diidentifikasi dan diinventarisasisebanyak 1.845 jenis. Hal ini sangat membantu pengadaan bahan baku obattradisional di negeri ini. Seperti diketahui, 90% bahan baku obat-obatan modern berasal dari luar negeri.Beberapa jenis penyakit yang terbilang baru di dunia kedokteran yangmenggemparkan dunia, seperti kanker dan SARS, diketahui dapat dilawan denganmengkonsumsi tumbuhan meniran, baik daun, batang, maupun akarnya.Sementara beberapa jenis penyakit berat, seperti: hepatitis dan demam berdarah, juga dapat ditanggulangi dengan ramuan yang salah satunya menggunakan2
 
meniran. Beberapa pengalaman penderita penyakit telah membuktikan khasiatmeniran.
1.2. Ruang Lingkup Masalah
Tumbuhan meniran telah diketahui mengandung senyawa flavonoid dansaponin, namun kandungan kimia lainnya belum diketahui. Pada umumnyatumbuhan meniran yang dapat digunakan sebagai obat mempunyai rasa yang pahitdan pada umumnya alkaloid-alkaloid yang mengandung atom N memiliki rasa pahit dan juga mempunyai aktifitas fisiologis yang juga dapat digunakan menjadiobat. Penelitian ini akan mencoba melihat apakah ada senyawa alkaloid daritumbuhan meniran (
 Phyllanthus niruri L
) dengan menggunakan pelarut etanol.
1.3. Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada isolasi dan identifikasi senyawa alkaloid daritumbuhan meniran dengan metode ekstraksi sokhletasi dengan menggunakan pelarut etanol. Ekstrak etanol dilanjutkan dengan identifikasi cara uji kimiadengan uji warna HNO
3
dan pereaksi Mayer, Dragendorff, Wagner, danBouchardat dan dengan Spektrofotometer IR dan GC–MS.
1.4. Rumusan Masalah
Alkaloid merupakan suatu senyawa yang bersifat basa karena memiliki pasangan elektron bebas pada unsur N. Sebagai basa, alkaloid biasanyadiekstraksi dari tumbuhan dengan menggunakan pelarut alkohol di dalam kondisiasam. Dengan demikian alkaloid dapat bereaksi dengan asam. Maka yang menjadirumusan masalah adalah: “Adakah senyawa alkaloid dalam ekstrak etanol?”
1.5. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan:1.Mengisolasi alkaloid dari tumbuhan meniran dengan metode ekstraksisokhletasi.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->