Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
eka

eka

Ratings: (0)|Views: 283|Likes:
Published by Hesty Rahayu

More info:

Published by: Hesty Rahayu on Feb 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/26/2011

pdf

text

original

 
Permintaan Dan Penawaran Tenaga Kerja
PERMINTAAN TENAGA KERJA Tujuan Instruksional Umum (TIU): Setelah menyelesaikan mata kuliahEkonomi Sumber Daya Manusia (pada akhir semester), mahasiswa program studi Sosial EkonomiPerikanan / Agrobisnis Perikanan semester VII akan dapat memahami permasalahan dan solusi dalampengelolaan sumber daya manusia di pasar tenaga kerja serta berbagai dinamika ketenagakerjaan.Tujuan Instruksional Khusus (TIK) : Setelah membaca bab ini mahasiswa dapat menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam membuat ramalan kebutuhan sumber daya manusia, KonsepPermintaan, Permintaan Tenaga Kerja dalam Jangka Pendek, dan Permintaan Tenaga Kerja DalamJangka Panjang. A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Membuat Ramalan KebutuhanSumberdaya Manusia Faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam membuatramalan kebutuhan sumberdaya manusia pada waktu yang akan datang: A.1. Lingkungan Eksternal oEkonomi o Sosial Politik dan Budaya o Hukum dan Peraturan-peraturan o Perkembangan Ilmu danTeknologi o Persaingan antar organisasi Permintaan Tenaga KerjaOrganisasi Internal o Rencana-rencana pengembangan o Anggaran atau pembiayaan-pembiayaan oDesain organisasi o Perluasan usaha dan sebagainya A.3. Persediaan Karyawan o Karyawan yang akanpensiun o Pengunduran diri karyawan o Kematian dan sebagainya Peramalan (Forcast) kebutuhansumberdaya manusia secara logis dapat dibagi menjadi 3 yakni: a. Peramalan permintaan sumberdayamanusia Ramalan akan kebutuhan permintaan ini sebaiknya dibagi kedalam permintaan jangka panjangdan permintaan jangka pendek. Dalam membuat ramalan permintaan ini perlu mempertimbangkanatau memperhitungkan rencana strategi organisasi, perkembangan penduduk, perkembangan ekonomi,perkembangan teknologi, serta kecendrungan perubahan-perubahan sosial di dalam masyarakat. b.Peramalan persediaan sumber daya manusia Dalam membuat ramalan persediaan sumber dayamanusia ini perlu memperhitungkan antara lain: persediaan sumberdaya manusia yang sudah adasekarang ini, baik jumlah maupun kualifikasinya, tingkat produksi atau efektifitas Permintaan TenagaKerjakerja sumberdaya yang ada tersebut, tingkat pergantian tenaga, angka absensi karyawan atau tenagakerja, dan tingkat rotasi atau pemindahan kerja. c. Perlakuan atas sumber daya manusia Berdasarkanperhitungan atau ramalan kebutuhan di suatu pihak dan ramalan persediaan sumberdaya manusia saatini, maka perlu tindak lanjut yaitu (tindakan) yang akan diambil ramalan perlakuan ini misalnya:pengangkatan pegawai baru, penambahan kemampuan terhadap pegawai yang sudah ada melaluipelatihan, pengurangan pegawai, dan sebagainya. B. Konsep Permintaan Analisis permintaan tenagakerja didasarkan atas asumsi bahwa permintaan pasar tenaga kerja diturunkan dari permintaanmasyarakat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkannya. Tenaga kerja diminta karena kemampuannyamenghasilkan barang dan jasa. Dengan demikian, analisis permintaan tenaga kerja biasanya didasarkanpada teori produktivitas tenaga kerja. Permintaan adalah hubungan antara tingkat upah (yang dilihatdari perspektif seorang majikan adalah harga tenaga kerja) dan kuantitas tenaga kerja yang dikehendakioleh majikan untuk diperkerjakan (dalam hal ini dapat dikatakan dibeli). Secara khusus suatu permintaanmenggambarkan jumlah maksimum yang dikehendaki seorang pembeli untuk membelinya pada setiapkemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal tenaga kerja, kurva permintaanmenggambarkan jumlah maksimum tenaga kerja yang seorang pengusaha bersedia untukmempekerjakannya pada setiap kemungkinan tingkat upah dalam jangka waktu tertentu. Secaraalternatif, kurva permintaan tenaga kerja dapat dilihat sebagai gambaran bagi setiap kemungkinanjumlah tenaga kerja dengan tingkat upah yang Ekonomi Sumberdaya Manusia
 
maksimum di mana pihak pengusaha bersedia untuk mempekerjakan. Dengan salah satu pandangan,permintaan tenaga kerja haruslah dilihat sebagai suatu kerangka alternatif yang dapat diperoleh padasuatu titik tertentu yang ditetapkan pada suatu waktu. B.1. Kurva Permintaan Tenaga Kerja Gambar dibawah ini menggambarkan kurva permintaan tenaga kerja U DTK 0 TK Gambar 1. Kurva PermintaanTenaga Kerja Apabila masukan modal (M) juga berubah. Untuk itu Kurva di atas kita reproduksi denganditambah notasi Mo. U NPM (M1) NPM (M1) NPM (M0) 0 TK Gambar 2. Kurva permintaan tenaga kerjadengan masukan modal Permintaan Tenaga KerjaBila M naik menjadi M1 sehingga M1 > M0, maka dampak penambahan M dapat dibedakan menjadi duamacam, yaitu substitutif dan komplementer. Dampak substitutif terlihat dari menggesernya kurva NPMke kiri. Namun, bila dampak komplementer yang terjadi karena M dan Tk merupakan pasangan kerjaNPM yang baru, maka akan menggeser kurva NPM ke sebelah kanan. Dampak perubahan teknologipada NPM mirip dengan dampak perubahan M. Bila perubahan teknologi bersifat lebih padat modalakan mengurangi NPM, sedangkan bila perubahan teknologi bersifat labor deepening, maka NPM akanbergeser ke kanan. B.2. Identifikasi Determinan Permintaan Tenaga Kerja Kita dapat mengidentifikasikandeterminasi permintaan tenaga kerja melalui: B.2.1. Tingkat upah Tingkat upah merupakan biaya kurvadiperhitungkan untuk mencari titik optimal kuantitas TK yang akan dipergunakan. Makin tinggi tingkatupah, makin sedikit tenaga kerja yang diminta, begitu pula sebaliknya. B.2.2. Teknologi Kemampuanmenghasilkan tergantung teknologi yang dipakai. Makin efektif teknologi, makin besar artinya bagitenaga kerja dalam mengaktualisasikan keterampilan dan kemampuannya. B.2.3. Produktivitas Bentukkurva NPM dipengaruhi oleh produktivitasnya. Produktivitas tergantung modal yang dipakai.Keleluasaan modal akan menaikkan produktivitas tenaga kerja. Ekonomi Sumberdaya ManusiaKualitas tenaga kerja Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang merupakan indeks kualitastenaga kerja mempengaruhi letak atau bentuk NPM, begitu pula keadaan gizi mereka. B.2.5. Fasilitasmodal Dalam realisasinya, produk dihasilkan atas sumbangan modal dan tenaga kerja yang tidak dapatdipisahkan satu sama lain. Hal ini dikarenakan peranan input yang lain, yaitu M, dapat merupakan faktorpenentu yang lain. Determinasi tersebut, mempengaruhi corak permintaan tenaga kerja. Perubahanyang terjadi pada salah satu determinasi akan mengubah permintaan. C. Permintaan Tenaga Kerjadalam Jangka Pendek Hubungan input-output pada suatu perusahaan adalah produksi. Denganteknologi yang tetap yang digunakan oleh perusahaan (dimana teknologi merupakan teknik yangmengalihkan bentuk input ke dalam bentuk output) jumlah input tenaga kerja dan modal yang lebihbesar yang digunakan oleh perusahaan, makin besar pula output yang dihasilkan. Hubungan Produksi:Produksi Fisik Marginal Hubungan input-output pada suatu perusahaan yang khusus, digambarkansecara grafik pada kurva 3. Unit modal yang digunakan dalam proses produksi diperlihatkan dalamsumbu vertikal; unit tenaga kerja, yang kita ukur dengan hari- hari kerja, diperlihatkan oleh garis sumbuyang horisontal. Garis-garis kurva yang disebut isokuan (isoquants) memperlihatkan berbagai macamkombinasi tenaga kerja Permintaan Tenaga Kerjadan modal yang dapat digunakan perusahaan untuk menghasilkan kuantitas yang sama dari output.Misalnya, perusahaan yang khusus itu mengelola sebuah tambak ikan, dapat menambah 19 ton ikandengan cara menggunakan lima unit tenaga kerja, atau dengan cara kombinasi lainnya antara tenagakerja dan modal lalu merupakan substitusi dalam proses produksi. Akan tetapi, tenaga kerja dan modalbukanlah merupakan substitusi yang sempurna bagi satu sama lainnya. Jika memang demikian, makamereka mestinya merupakan faktor produksi yang sama, misalnya merupakan subtitusi yang kurangsempurna. Isokuan mempunyai kurvaturnya yang khusus untuk alasan itu. Pada umumnya, bila sebuahperusahaan harus secara berturut-turut mengurangi satu unit penggunaannya dari satu faktor produksi,maka ia harus menggunakannya secara berturut-turut jumlah yang lebih besar dari faktor produksi yang
 
lainnya agar dapat mempertahankan kuantitas output tanpa mengalami perubahan. Fakta ini tercerminpada kurvator isokuan yang dilukiskan berbentuk cembung terhadap titik 0 (origin). Sebagaimana dapatkita lihat dari kurva 3, maka perusahaan dapat meningkatkan outputnya dari 19 ton ikan, katakanlahmenjadi 27 ton dengan cara meningkatkan jumlah modal yang digunakan atau dengan carameningkatkan kedua jenis input. Apabila diberikan kebebasan penuh untuk memilih, maka pengusahaakan menghasilkan setiap jenis output dengan kombinasi modal dan tenaga kerja yang paling sedikitbiayanya. Akan tetapi, karena asumsi kita bahwa perusahaan itu berada dalam jangka pendek tidakdapat menambah output kecuali dengan menambah penggunaan tenaga kerja. Ekonomi SumberdayaManusiaInput Modal 7 6 5 4 3 34 2 27 1 10 19 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Input Tenaga kerja Keterangan: Isokuanproduksi bagi ikan. Setiap kuantitas ikan yang diberikan dapat dihasilkan dengan berbagai macamkombinasi tenaga kerja dan modal. Misalnya 19 ton ikan dapat dihasilkan dengan 5 unit modal dan 2unit tenaga kerja atau dengan 4 unit modal dan 3 unit tenaga kerja. Gambar 3. Kurva hubungan inputoutput pada produksi Dengan asumsi input modal telah ditetapkan dalam jangka pendek, maka suatupenyesuaian dalam jumlah tenaga kerja merupakan satu-satunya penyesuaian yang mungkin dilakukanbagi perusahaan yang berada dalam persaingan murni dalam jangka pendek. Perusahaan dalam jangkapendek tidak dapat menambah output kecuali dengan menambah penggunaan tenaga kerja. D.Permintaan Tenaga Kerja Dalam Jangka Panjang Jangka panjang dalam teori perusahaan adalah konsepperusahaan dalam melakukan penyesuaian penuh terhadap keadaan ekonomi yang berubah. PerbedaanPermintaan Tenaga Kerjaantara permintaan tenaga kerja jangka pendek dan jangka panjang adalah perbedaan antara: (1)penyesuaian dalam penggunaan tenaga kerja yang dapat dilakukan oleh perusahaan apabila perusahaantidak sanggup mengadakan perubahan terhadap inputnya yang lain, dan (2) penyesuaian dalampenggunaan tenaga kerja yang dapat dilakukan oleh perusahaan apabila perusahaan itu sanggupmengadakan perubahan terhadap inputnya yang lain. Perusahaan dalam jangka panjang membantuuntuk mengarahkan penggunaan suatu input yang relatif lebih murah. Hal ini memungkinkan bagi kitauntuk membandingkan reaksi perusahaan dalam jangka panjang. Sebagaimana dinyatakan terdahulu,kurva perusahaan VMPP adalah kurva permintaan dalam jangka pendek akan tenaga kerja. Dalam kurva4, perusahaan diasumsikan pada mulanya berada dalam keseimbangan jangka pendek dengan tingkatupah pasar W1, dan tingkat penggunaan tenaga kerja yang sesuai N1, yang ditunjukkan oleh kurvapermintaan perusahaan dalam jangka pendek, VMPP1. Kita juga harus mengasumsikan bahwaperusahaan berada dalam keseimbangan jangka panjang yang di dalamnya menghasilkan output dengankombinasi tenaga kerja dan modal yang paling rendah biayanya, misalkan tingkat upah meningkatsampai W2. Dalam jangka pendek, perusahaan akan menemukan bahwa biaya produksinya telahmengalami kenaikan sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja sampai N1, sepanjang skedulVMPP-nya. Dalam jangka panjang, perusahaan akan melakukan penyesuaian (modal akan menggantikantenaga kerja). Jumlah tenaga kerja yang digunakan selanjutnya dalam jangka panjang akan berkurangsampai titik No. Ekonomi Sumberdaya ManusiaW W2 W1 Dk VMPP1 0 No N1 N1 N Gambar 4. Kurva Permintaan Jangka Pendek dan Jangka PanjangAda dua hal yang patut diperhatikan. Pertama, karena fleksibilitas yang ditambahkan yang dimilikiperusahaan itu dalam jangka panjang, maka permintaan tenaga kerja perusahaan dalam jangka (D1),akan bersifat lebih responsif terhadap perubahan suatu tingkat upah (dalam hal ini memperlihatkanperubahan yang lebih besar dalam jumlah permintaan tenaga kerja) dibandingkan dengan permintaandalam jangka pendek (VMPP) seperti tertera dalam skedul. Misalnya suatu perusahaan perikanan yangmengalami suatu kenaikan tingkat upah mungkin saja pada mulanya hanya mengurangi jumlah produksi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->