pergaulan hidup kita akan teratur dengan baik. Sebaliknya, bila jiwa tak dapat menguasai diri, maka hidupkita akan seperti kuda tunggangan yang liar, berlari kesana kemari dan akhirnya tergelincir.Curiga, artinya keris, senjata tajam yang dipuja-puja. Maka perlulah tiap orang terutama para pemimpinmemiliki persenjataan hidup yang lengkap, kepandaian, keuletan, ketangkasan dan lain-lain. Begitu pula pikiran harus tajam, mampu menebak dengan dengan tepat, agar dapat bertindak tepat pula untuk kebahagiaan masyarakat.Kukila, artinya burung, burung berkutut yang dipelihara di Jawa, untuk didengarkan suaranya, yangmerdu, enak didengar, menentramkan sanubari. Demikianlah, setiap kata yang keluar dari muluthendaknya enak didengar, lemah lembut, menentramkan orang yang mendengarkannya. Setiap kata yangkeluar harus tegas dan bersifat memperbaiki dan membangun, agar siapapun yang mendengar bisaterpikat dan mengindahkannya. Waranggana, artinya tandak atau ronggen, untuk pandangan waktumenari. Pada zaman dewa-dewa, ini disebut Lenggot-bawa. Peraturannya seperti ini : seorang waranggamenari di tengah kerumunan orang, bersama seorang lelaki yang ikut menari. Diempat penjuru ada penarilaki-laki yang menari, seakan-akan ikut menggoda si waranggana agar memalingkan mukanya dari yanglelaki yang tengah menari. Maknah gambaran di atas adalah: dalam usaha meraih cita-cita yang muliah (waranggana), pasti akan banyak kita jumpai godaan yang mencoba menghalang-halangi pencapaian cita-cita tersebut.
Aji Narantaka
Beberapa tahun sebelum pecah Baratayuda, tanpa izin dari para Pandawa, Gatotkaca mengajak saudara-saudaranya, para putra Pandawa, mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Latihan perang inidianggap sebagai provokasi oleh pihak Kurawa. Prabu Anom Duryudana lalu memerintahkan para putraKurawa di bawah pimpinan Dursala, putra Dursasana, untuk membubarkan latihan perang itu.Di Tegal Kurusetra Dursala menyampaikan perintah Duryudana untuk bubar. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak perintah itu. Akibatnya pecah perang di antara mereka. Dalam perang tanding,Dursala menggunakan Aji Gineng, sehingga Gatotkaca toboh, terluka berat. Para putra Pandawamengundurkan diri dari gelanggang, sedangkan Antareja membawa tubuh Gatotkaca ke tempat yangaman. Antareja lalu mengobati Gatotkaca hingga sembuh. Setelah sembuh Gatotkaca bertekad untuk membalas kekalahannya. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Sang Resi memberinya ilmu sakti bernama Aji Narantaka. Dalam perjalanan mencari Dursala untuk membalas dendam, Gatotkaca bertemu dengan DewiSumpani. Wanita ini ingin diperistri, tetapi Gatotkaca memberi syarat, jika wanita itu dapat menahan pukulan dengan Aji Narantaka, Gatotkaca bersedia memperistrinya. Dewi Sumpani ternyata kuat, karenaitu Gatotkaca menerimanya sebagai istri. Setelah bersua dengan Dursala, terjadi lagi perang tanding diantara mereka. Dursala kalah dan tewas seketika terkena Aji Narantaka.Untuk mengembalikan NegaraAstina kepihak Pandawa, Prabu Duryudana merasa sayang dan tidak rela, untuk itu segala daya upayadicari untuk membinasakan keluarga Pandawa agar tidak selalu mengusik-usik negara Astina yangmemang menjadi haknya.Begawan Dorna lalu mengusulkan agar Dursala muridnya dapat diberi tugas tersebut. Tetapi sebelumDursala pergi ke Tegal Kuru Setra untuk membinasakan pihak Pandawa, Dursala harus tanding lebihdahulu dengan Prabu Baladewa, sebab Prabu Baladewa menyangsikan kemampuan dan kesaktianR.Dursala. Setelah perang tanding dengan Prabu Baladewa, maka dengan diiringi bala tentara Kurawa berangkatlah R.Dursala ke Tegal Kuru Setra. Kedatangan R.Dursala di Tegal Kuru Setra menjadikankeributan dan perkelahian, namun para putra Pandawa dan Pandawa tak satupun mampu menandingikesaktian R.Dursala. DenganAji Kumbala Geni pemberian gurunya (Pisaca ), R.Dursala mengalahkansemua kerabat Pandawa. Kemampuan Aji Gineng bila digunakan dan mengenai seseorang, maka orangyang terkena aji Gineng akan hancur lebur, dan R,Gatotkaca terkena aji Gineng tidak mampu menahanya