Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Batu Ureter

Batu Ureter

Ratings: (0)|Views: 1,190 |Likes:
Published by Alfreed Richardson

More info:

Published by: Alfreed Richardson on Feb 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN TEORITIS
A.KONSEP DASAR MEDIS
Dalam penulisan landasan teori tentang Batu Ureter banyak referensi-referensi yang dapat diambil untuk dapat memudahkan pemahaman dalam pemberian asuhan keperawatan, adapun konsep dasar ini terdiri dari: Pengertian,anatomi fisiologi, Pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan dan komplikasi.Untuk klien dengan Batu Ureter.
1.Anatomi dan Fisiologi
a.GinjalSuatu kelenjar yang terletak dibagian belakang peritoneum padakedua sisi vertebral lumbalis III, melekat langsung pada dinding belakangabdomen. Bentuknya seperti biji kacang, jumlahnya ada dua kiri dankanan.Fungsi ginjal terdiri dari:
Memegang peranan penting dalam mengeluarkan zat-zat toksis atau racun..
Mempertahankan keseimbangan cairan.
Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein, ureum,kreatinin amoniak. b.UreteUreter terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dariginjal kekandung kemih vesika urinaria panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang ± 0,5 cm. ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dansebagian terletak dalam rongga pelvis.Lapisan dinding ureter terdiri dari:
Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
Lapisa tengah lapisan otot polos.
Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa.
5
 
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap5x/menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk kedalam kandungkemih.Ureter berjalan hampir pertikal dibawah sepanjang fasia muskulus psoa dan dilapisi oleh peritoneum. Penyempitan ureter terjadi pada tempatureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluhlimfe berasal dari pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik.c.Vesika urinaria (kandung kemih)Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balonkaret, terletak dibelakang simfisis pubis didalam rongga panggul. Bentuk kandung kemih seprti kerucut dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungandengan ligamentum vesika umbilikus medius.d.UretraMerupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemihdan berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Pada laki-laki berjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian menembuslapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagian penis panjangnya ±20 cm. uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubis berjalanmiring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3-4 cm (Syafudin,1992).
2.Definisi
Batu ureter adalah keadaan dimana terdapat batu saluran kencing, batuyang terbentuk ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalium, oksalat,kalium fosfat, dan asam urat meningkat (Sudarth & Brunner, 1997).Batu ureter adalah suatu keadaan terdapatnya batu disaluran kemih(Manjoer, 2000).Batu ureter adalah bentuk deposit mineral paling umum oksalat kalsiumdan oksalat fosfat, namun asam urat dan lainya juga penyebab pembentukan batu (Doenges,2000)Definisi operasional; batu ureter adalah terdapat batu disaluran ureter.
3.Etiologi
6
 
a)Imobilisasi terlalu lama b)Dehidrasic)Nefrolitiasisd)Kerusakan efitel ginjale)Obstruksi aliran limfe ginjalf)Hiferkasemiag)Hiperkalsiurah)Penyakit mieloproliferatif, yang menyebabkan priliferasi abnornormal sel darah merah dari sum-sum tulang.i)Perubahan ph urine (Sudarth & Brunner, 1997).
4.Patofisiologi
Batu terbentuk ditraktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentuseperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu jugadapat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti sitrat yangsecara normal mencegah kristalisasi dalam urin. Kondisi lain yangmemperlaju pembentukan batu mencakup ph urin dan status cairan pasien(batu cenderung terjadi pada pasien (dehidrasi).Batu dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai kekandungvkemih,faktor tertentu yang mempengaruhi pembentukan batu mencakup infeksi,statis urine, periode imobilitas.Batu yang terjebak di ureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar  biasa, akut dan kolik yang menyebar kepaha dan genetalia. Pasien seringmerasa ingin berkemih, namun hanya sedikit urine yang keluar, dan biasanyamengandung darah akibat aksi abrasive batu (kolik uriteral). Umumnya, pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter 0,5 sampai 1 cm secaraspontan. Batu dengan diameter lebih dari cm biasanya harus diangkat ataudikeluarkan secara spontan (Sudarth & Brunner, 1997)
7

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Farida Maksum Lz liked this
Farida Maksum Lz liked this
sitinorhasanah liked this
Achmad Muhazir liked this
nafira00 liked this
Calvaria liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->