Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MANAJEMEN JALAN NAFAS

MANAJEMEN JALAN NAFAS

Ratings: (0)|Views: 1,261 |Likes:
Published by rmurtia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: rmurtia on Feb 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
MANAJEMEN JALAN NAFAS
THOMAS J. GAL
Tanggung jawab utama dari seorang ahli anestesi adalah menjamin respirasi yangadekuat bagi pasien. Unsur vital dalam menyediakan fungsi respirasi adalah jalan nafas.Tidak ada anestesi yang aman tanpa melakukan usaha keras untuk memelihara jalan nafasyang lapang. Prinsip manajemen jalan nafas secara garis besar dalam bab ini adalahaplikasi untuk semua situasi klinis dimana kemungkinan berkembangnya  respirasi yangtidak adekuat.
STRUKTUR DAN FUNGSI DARI JALAN NAFAS BAGIANATAS.
Hidung 
Jalan nafas yang normal secara fungsional dimulai dari hidung. Udara lewatmelalui hidung yang berfungsi sangat penting yaitupenghangatan dan melembabkan(humidifikasi). Hidung adalah jalan utama pada pernafasan normal jika tidak ada obstruksioleh polip atau infeksi saluran nafas atas. Selama bernafas  tenang , tahanan aliran udarayang melewati hidung sejumlah hampir dua per tiga dari total tahanan jalan nafas. Tahananyang melalui hidung adalah hampir dua kali bila dibandingkan melalui mulut. Inimenjelaskan mengapa pernafasan mulut digunakan ketika aliran udara tinggi dibutuhkanseperti pada saat aktivitas berat.Inervasi sensoris pada mukosa berasal dari dua divisinervus trigeminal. Nervusethmoidalis anterior menginervasi pada septum anterior, dinding lateral, sedangkan padaarea posterior di inervasi oleh nervus nasopalatina dari ganglion sphenopalatina. Anestesilokal dengan topikal cukup efektif memblokade nervus ethmoidalis anterior dan nervusmaksila bilateral.
Faring 
Faring meluas dari bagian belakang hidung turun ke kartilago krikoid berlanjutsampai esofagus. Bagian atas atau nasofaring dipisahkan dengan orofaring dibawahnyaoleh jaringan palatum mole. Pinsip kesulitan udara melintas melalui nasofaring kerenamenonjolnya struktur jaringan limfoid tonsiler. Lidah adalah sumber dari obstruksi padaorofaring,  biasanya  karena  menurunnya  tegangan  muskulus  genioglosus,  yang  bilaberkontraksi berfungsi menggerakkan lidah kedepan selama inspirasi dan berfungsi sebagaidilatasi faring.
Laring 
Laring terbentang pada level Servikal 3 sampai 6 vertebra servikalis,melayaniorgan fonasi dan katup yang melindung jalan nafas bawah dari isi traktus digestifus.Strukturnya terdiri dari otot, ligamen dan kartilago. Ini termasuk tiroid, krikoid, aritenoid,kornikulata dan epiglotis. Epiglotis, sebuah kartilago fibrosa, memiliki lapisan membranmukus, merupakan lipatan glosoepiglotis pada permukaan faring dan lidah. Pada bagianyang tertekan disebut velecula. Velecula ini adalah tempat diletakkannya ujung bladelaringokop Macinthos. Epiglotis menggantung pada bagian dalam laring dan tidak dapatmelindungi jalan nafas selama udema.1
 
Rongga laring meluas dari epiglotis ke kartilago krikoid dibagian bawah. Bagiandalam dibentuk oleh epiglotis, gabungan apek kartilago arytnenoid, lipatan aryepiglotis,Bagian dalam rongga laring adalah lipatan vestibuler cincin sempit dan jaringan fibruspada tiap sisinya. Ini perluasan dari permukaan anterolateral aritenoid, sudut tiroid, dimanayang terakhir berikatan dengan epiglotis. Lipatan ini adalah sebagai korda vokalis palsu,yang terpisah dari korda vokalis sesungguhnya oleh sinus laringeal atau ventrikel. Kordavokalis yang sesungguhnya pucat, putih, struktur ligamen melekat pada sudut tiroid bagianbelakang. Celah triangular antara korda vocalis saat glotis terbuka merupakan segmentersempit pada  orang dewasa. Pada anak kurang dari 10 tahun, bagian tersempit adalahdibawah plika vocalis pada level setinggi cincin krikoid.Panjang rata-rata pembukaan glotis sekitar 23 mm pada laki-laki  17 mm padawanita. Lebar glotik adalah 6-9 mm tapi dapat direntangkan sampai 12 mm. Penampangmelintang glotis sekitar 60 – 100 mm2Bidang pembahasan pada bab ini tidak memungkinkan membahas secara mendetailaksi dari otot-otot laring, namun demikian otot-otot ini dapat diklasifikasikan menjadi tigagroup berdasarkan aksinya pada korda: abduktor, adduktor, dan regulasi tegangan. Seluruhinervasi motorik dan sensorik pada otot-otot laring berasal dari dua cabang nervus vagusyaitu nervus superior dan rekuren laring, yang secara ringkas disajikan dalam tabel 4.1
Trakea
Trakea adalah sebuah struktur berbentuk tubulus yang mulai setinggi  Cervikal 6columna vertebaralis pada level kartilago tiroid. Trakea mendatar pada bagian posterior,panjang sekitar 10 – 15 cm, didukung oleh 16 – 20 tulang rawan yang berbentuk tapal kudasampai bercabang menjadi dua atau bifurkasio menjadi brokus kanan dan kiri padathorakal 5 kolumna vertebaralis. Luas penampang melintang lebih besar dari glotis, antara150 – 300 mm2.2
 
Beberapa tipe reseptor pada trakea, sensitip terhadap stimulus mekanik dan kimia.Penyesuaian lambat reseptor regang yang berlokasi pada otot-otot dinding posterior,membantu mengatur rate dan dalamnya pernafasan, tetapi juga menimbulkan dilatasi padabronkus melalui penurunan aktivitas afferen nervus vagus. Respon cepat resptor iritan yangberada pada seluruh permukaan trakea berfungsi sebagai reseptor batuk dan mengandungreflek bronkokontriksi.
Obatruksi Jalan Nafas Atas
Obstruksi jalan nafas atas dapat total atau parsial.  Obstuksi total ditandai olehhilangnya gerakan atau suara nafas, berbeda dengan tidak efektifnya usaha pernafasan.Obstruksi  jalan  nafas  sangat  penting  bagi  orang  yang  tidak  berpengalamanmenginterpretasikan  retraksi  pada  celah  kosta  dan  gerakan  diafragma  pada  usahapernafasan. Aktualnya suara pernafasan harus didengar dan dirasakan dengan mendekatkantelinga atau  tangan diatas mulut  pasien. Pengamatan terjadinya obstruksi tergantung dariobservasi ketat dan tingginya indek kecurigaan.Penderita dengan obstruksi parsial menunjukan berkurangnya pertukaran udarayang  dihubungkan  dengan  retraksi  pada  dada  bagian  atas  dan  suara  snoring  jikaobstruksinya di nasofaring atau stridor inspirasi jika obstruksinya di daerah laring. Jikaupaya inspirasi berat, jalan nafas atas mungkin mengalami tekanan dinamis inspirasikarena perbedaan gradien tekanan dalam jalan nafas atas.Pegobatan obstruksi jalan nafas atas tergantung dari penyebabnya, disebabkan olehobstruksi jaringan lunak, tumor, benda asing atau spasme laring. Paling sering disebabkanoleh berkurangnya jarak antara dinding faring dengan dasar lidah karena relaksasinya ototlidah dan rahang. Obstruksi mungkin terjadi karena benda asing seperti gigi palsu. Tidak adanya benda asing, aliran udara dapat dikembalikan dengan mencegah rahang jatuhkebelakang, gerakan kedepan dengan memanfaatkan jari tengah dan telunjuk di belakangsudut mandibula. Leher penderita dapat diektensikan ringan untuk memperoleh jalan nafasyang optimal. Ektensi leher dan menggerakkan mandibula ke anterior, tulang hyoid kedepan, pengangkatan epiglotis untuk menjamin lapangnya bagian dalam laring. Jikaocciput diangkat kedepan – 
sniffing position
, berkurangnya ekstensi dibutuhkan untumendapatkan jalan nafas yang lapang. Obstruksi pada orofaring dapat juga terjadi olehpeningkatan tekanan orofaring dari inflasi manual dengan ambubag. Satu perhatian padainflasi manual pada paru-paru tanpa intubasi trakea  adalah potensial terjadi insuflasigaster. Hubungan antara  tekanan dan masuknya udara kedalam gaster telah diteliti padapasien yang tidak sadar atau paralisis. Inflasi gaster jarang terjadi ketika digunakan tekanankurang dari 15-20 cm H2O, secara umum tekanan berkaitan dengan volune tidal melebihi 1liter.Kemampuan yang dibutuhkan ahli anestesiologi adalah kemampuan memperbaikiobstruksi jalan nafas pada pasien tidak sadar atau teranestesi. Obstruksi ini biasanya karenatertutupnya  faring  oleh  lidah  yang  jatuh  kebelakang.  Koreksi  pada  problem  yangdiperkirakan dengan insersi alat yang disebut
oropharingeal 
atau
nasopharingeal airway.Nasopharingeal airway
merupakan tube dari karet yang lunak , kurang traumatik dan dapatditoleransi lebih baik pada stadium anestesi yang ringan atau tidak sadar. Cukup panjang,masuk kedalam faring lewat dibelakang dasar lidah. Dalam situasi dimana hidung tidak mungkin dilewati, terjadi perdarahan atau obstruksi,
oropheringeal airway
mungkindigunakan.
Orophringeal airway
didesain untuk diinsersikan sepanjang lidah sampai kegigi atau gusi untuk mencegah lewat lebih lanjut. Penempatan alat-alat ini memberikanjalan udara artifisial dibelakang lidah yang dalam beberapa kasus tidak menjamin tidak 3

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kurrotun Ayni B liked this
humayrahazzahra liked this
MaRia Anastasia liked this
21586 liked this
khalida_nst liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->