Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
semnas LS Umum

semnas LS Umum

Ratings: (0)|Views: 3,785|Likes:
Published by Mochammad Haikal

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/22/2013

pdf

text

original

 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDAN KUALITAS PEMBELAJARAN
 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010
1
PERANAN
 LESSON STUDY 
DALAM PROSES TRANSFORMASIBUDAYA BELAJAR GURU BASE BANGILKABUPATEN PASURUAN
Agus DaheriPrayitno
SMP Negeri 1 Rembang-PasuruanSMP Negeri 2 Rembang
Abstrak:
Peran guru sebagai pendidik dalam berbagai perkembangan jaman selalu tetap penting.Kenyataan ini menuntut guru harus menjadi sosok yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat,karena situasi dan kondisi lingkungan siswa yang mereka hadapi mengalami perubahan, jika haltersebut tidak dilakukan maka secara profesioanal guru akan mengalami penurunan kualitas, dayakreativitas dan pembelajarannya tidak menyenangkan peserta didik.Bagaimana agar guru tetap bisa menjaga profesionalatasnya, daya kreativitas dan pembelajarannyadisenangi peserta didik, maka guru harus terus menerus mengembangkan budaya belajarnya, agar kompetensinya terus meningkat. Dalam mengembangkan budaya belajar tersebut, guru tidak mungkinmelakukan sendiri, ia membutuhkan guru lainnya baik teman guru satu mata pelajaran, serumpun bahkan berbeda mata pelajaran yang satu sekolah sekolah atau lain sekolah.Lesson Study merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan guru dalam mengembangkan budaya belajarnya, karena Lesson Study tidak dapat dilakukan secara individu, harus dilaksanakan secara bersama-sama bisa dengan sesama guru dalam mata belajaran berbasis MGMP atau sesama guru antar mata pelajaran dalam satu sekolah dalam bentuk Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) bisadilaksanakanTiga rangkaian kegiatan Lesson Study yang berupa PLAN-DO-SEE. Pada setiap bagian dalam rang-kain PLAN-DO-SEE tersebut guru mengalami proses pembelajaran, interaksi dan sinergi.Jika diikutidengan sungguh-sungguh maka guru yang mengikuti Lesson Study akan mengalami transformasi bu-daya belajar, baik secara individu maupun secara berkelompok.Home Base Bangil merupakan salah satu tempat pengembangan Lesson Study di Kabupaten Pasuruan.Pada awalnya dilaksanakan berbasis MGMP dan dalam perkembangannya hingga saat ini telah banyak masing-masing sekolah yang terus melaksanakan dan mengembangkan LSBS. Manfaat Lesson Studyantara lain membantu guru dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam kaitannya dengan pengem- bangan profesionalisme guru yang bermuara pada penyelenggraaan PBM di kelas. Dengan demikianLesson Study merupakan program pengembangan dan peningkatan kualitas profesi guru yang berksi-nambungan.
Kata kunci:
guru, budaya belajar,
lesson study
 
Lahirnya UU Nomor 14 tahun 2005 tentangGuru dan Dosen merupakan upaya pemerintahmeningkatkan kualita
s
 pendidikan di tanah air. Halyang terpenting dari Undang-undang tersebutmenegaskan bahwa guru merupakan suatu profesi,untuk itu seorang guru dituntut harus profesional.
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDAN KUALITAS PEMBELAJARAN
 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010
2
Sorang guru yang profesional harus memilikikomptensi paedagogik, profesi, kepribadian dansocial. Karena situasi dan kondisi yang dihadapioleh guru senantiasa mengalami perubahan, makagurupu dituntutut tanggap dengan perubahan- perubahan itu sehingga dalam keempat aspek komptensinya selalu mengalami proses up datealias tidak “jadul”.Dalam kondisi bagaimanapun, baik dalam era perkembangan IPTEK, era perkembangan info.-masi dan komunikasi berbasis IT dan bahkandalam era globalisasi seperti sekarang ini eksistensidan peranan guru masih dan akan tetap pentingdalam dunia pendidikan. Kenyataan ini menuntutguru harus menjadi sosok yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat, karena situasi dan kondisilingkungan siswa yang mereka hadapi mengalami perubahan, jika hal tersebut tidak dilakukan makasecara profesioanal guru akan mengalami penurunan kualitas, daya kreativitas dan pembelajarannya tidak menyenangkan pesertadidik.Pemerintah telah melakukan berbagai upayauntuk meningkatkan kualitas profesi gru, anatar lain melalui pelatihan, seminar, lokakarya bahkanada yang melalui pendidikan formal dengan pem- berian beasiswa pada guru utnuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, NamunSangat disayangkan karena program pelatihantersebut hanya berdampak terhadap peningkatan pengetahuan para guru semata, karena kurangnyaimplementasi dalam pelaksanaan tugas, begitukembali ke kelas pasca pelatiahan semua kembalisebagaimaan biasa, soalah-olah tidak pernah terjadiapa-apa terhadap guru tersebut, sehingga dalam pembelajaran sehari-hari masing sering kitatemukan beberapa hal yang seharusnya tidak perluterjadi.Bagaimana agar guru tetap bisa menjaga profesionalatasnya, daya kreativitas dan pembela- jarannya disenangi peserta didik, maka guru harusterus menerus mengembangkan budaya relajarnya,agar komptensinya terus meningkat. Dalam me-ngembangkan budaya belajar tersebut, guru tidak mungkin melakukan sendiri, ia membutuhkan gurulainnya baik teman guru satu mata pelajaran,serumpun bahkan berbeda mata pelajaran yang satusekolah sekolah atau lain sekolah.Lesson Study merupakan wahana yang murahdan berksinambungan yang bisa dimanfaatkan olehguru dalam mengembangkan budaya belajarnya.Lesson Study dalam pelaksanaannya tidak bisa bisadilakukan secara individu, harus dilaksanakansecara bersama-sama bisa dengan sesama gurudalam mata belajaran berbasis MGMP atau sesamaguru antar mata pelajaran dalam satu sekolah dalam bentuk Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) bisa dilaksanakanHome Base Bangil merupakan salah satutempat pengembangan Lesson Study di KabupatenPasuruan. Pada awalnya dilaksanakan berbasisMGMP dan dalam perkembangannya hingga saatini telah banyak masing-masing sekolah yang terusmelaksanakan dan mengembangkan Lesson StudyBerbasis Sekolah (LSBS).
TUJUAN PEMBAHASAN
Untuk memparkan kondisi pembelajaran diBangil sebelum dan sesudah pelaksanaan LessonStudyUntuk memaparkan bagaimana peranananLesson Study dalam mengubah paradigma guruterhadap pembelajaranUntuk memaparkan bagaimana Lesson Studymampu mentransformasikan budaya belajar dikalangan guru di Bangil
BATASAN MASALAH
Lesson Study ialah model pengkajian pem- belajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prisnsip-prinsip kolegalitas dan mutuallearning untuk membanguan komunitas belajar.Transfromasi adalah proses perubahan dariguru konvensional menjadi guru yang terusmelakukan proses belajar untuk meningkatkankompetensinya.Budaya Belajar Guru ialah sebuah perubahan perilaku dari guru yang tidak mau belajar menjadiguru yang mau belajar sepanjang hayat.Base Bangil merupakan salah satu tempat pelaksanaan program LS di Kabupaten Pasuruan
HOME BASE BANGIL, PROSESTRANSFORMASI BUDAYA BELAJAR GURU
Bangil Sebelum Penerapan Lesson Study, GuruMerasa Paling Pandai
Sebagian besar peserta MGMP IPA LessonStudy home base Bangil, sebelum bergabung da-lam Lesson Study, merasa bahwa sebagai guru,maka dirinya sudah dapat mengajar dengan baik,
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDAN KUALITAS PEMBELAJARAN
 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010
3
karena selalu melakukan persiapan dengan mem- baca materi, sehingga saat pembelajaran semuamateri sudah dijelaskan dengan gamblang.Sebagian besar sudah melakukan membuat RPP,melakukan proses pembelajaran sesuai denganRPP, dan melakukan evaluasi dan semua itu dirasasudah cukup memenuhi kebutuhan sebagai seorangguru.Dalam praktek pembelajaran sehari-harimasih sering ditemukan dalam melaksanakan tu-gasnya guru melakukan beberapa kesalahan dansebagian beranggapan bahwa kesalahan itu sebagaisebuah kewajaran. Diantaranya, yang sering terjadidalam penyelengaraan proses pembelajaran, gurutidak membuat persiapan tertulis lebih dahuludalam bentuk Rencana Program Pembelajaran(RPP), sebagian beranggapan dirinya menjadi gurusudah lama, semua materi pasti sudah hafal di luar kepala, sehingga tidak perlu menyusun persiapan pembelajaran secara tertulis. Kalaupun terpaksaharus menyusun RPP secara tertulis, itupun dila-kukan hanya semata-mata untuk memenuhi tuntut-an administrasi, atau karena akan ada pengawasandari pihak yang berwenang.Kedua, ialah mengabaikan berbagai fenomenayang muncul di kelas selama proses pembelajaran,tidak peduli apakah peserta didik benar-benar  belajar pada saat itu, konsentrasinya pada materi pembelajaran atau sedang melamun, pandangannyakosong atau tidak bukan hal-hal yang patut diper-hatikan dan dicermati dan dicari latar belakang permasalahannya sehingga bisa segera diambillangkah-langkah yang strategis guna membantu peserta didik. Semua diabaikan dan mengambillangkah-langkah penanganan setelah peserta didik  berperilaku negatif.Ketiga, ialah mengabaikan keberagaman da-lam diri peserta didik. Mereka seolah sosok pribadiyang seragam, begitu diberi penjelasan materi,diuraikan humus-rumus dan hukum maka semua beres selanjutnya adalah kerjakan soal-soal latihandi LKS dan kumpulkan pada akhir jam belajarl.Semau dianggap, sudah mengerti uraian guru pasti bisa mengerjakan soal. Jika ada yang menyimpangtidak mampu mengerjakan soal, maka dituduh saatguru menerangkan kurang memperhatikan. Jarangada reward dan umpan balik, bahkan peserta didik mungkin tidak pernah tahu mana pekerjaan yang benar dan salah.Keempat.Guru merasa paling pandai.Perasaan itu muncul karena semua peserta didik usianya relatif sangat muda, belum banyak pe-ngalaman, ibarat gelas kosong, maka perlu terusdiisi. Sedang dirinya lebih berpengalaman, lebihdahulu mengetahui, sehingga layaklah merasa lebih pandai
Home Base Bangil pada Awal Rintisan LessonStudy
Pada awal-awal peristisan Lesson Study dihome Bangil, program dikenakan terhadap guruMatematika dan IPA, yang diikuti oleh guru yang berasal dari SMP/MTs negeri dan swasta. Hal yangmenarik pada awal program ini berjalan ialah, se- bagian besar peserta merasakan adanya perbedaandengan program MGMP yang berlangsung sebe-lumnya. Umumnya dalam forum-forum MGMP,guru bertemu, membahas materi bersama, berdis-kusi tentang materi-metari essensial, kemudian me-nyusun secara bersama perangkat pembelajaran,saat itu, dalam menyusun perangkat pembelajaranhanya termotivasi untuk memenuhi tuntutan ad-ministrasi dan ada hasil fisik yang bisa dalaporkanke sekolah, sama sekali tidak terpikirkan bagaima-na pelaksanaannya di sekolah masing-masing.Apakah perangkat yang telah disusun benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak, itu bu-kan hal yang penting. Di dalam Lesson Study se-mua hal yang terjadi selama ini benar-benar terko-reksi.
Pertama Melakukan PLAN
Pada awalnya memang sangat sulit membuatsuatu perencanaan pembelajaran secara bersama-sama. Hal tersebut terjadi karena beberapa haldiantaranya;
 
Meskipun sudah lama menjadi guru ternyata pemahaman masing-masing guru waktu ituterhadap RPP masih sangat minim,
 
Bukanlah hal yang mudah memadukan berbagai aspirasi dan keinginan dari masing-masing guru karena perbedaan pengalaman dnacara pandang terhadap sesuatu proses pembelajaran,
 
Minimnya modal metodologi pembelajaranyang dimiliki oleh sebagain besar guru padawaktu itu,
 
Minimnya pengalaman dalam melakukan pengamatan terhadap peserta selama proses pembelajaran,
 
Karena sudah lama meninggalkan bangkukuliah, bisa terjadi dalam hal keilmuan jugamengalami penurunan, sehingga juga

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
enjahtakari liked this
Remila Mila liked this
Rohizan Ya liked this
Jamal Udin liked this
Sudrajat Saputra liked this
Setyo Harmono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->