Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
semnas mipa Biologi

semnas mipa Biologi

Ratings: (0)|Views: 2,233 |Likes:
Published by Mochammad Haikal

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

 
SEMNAS MIPA 2010  BIO - 1
THE EFFECT OF
Toxoplasma gondii 
PROFILIN INDUCTION ONTHE EXPRESSION OF TLR-11, IL-6, AND TNF-
AS APREDICTOR CANDIDATE OF ADIPOCYTE DYSFUNCTION
 
(
InVitro
STUDY ADIPOCYTE  DYSFUNCTION ON SUBCUTANADIPOCYTE CULTURE) 
Hendra Susanto*, Sudjari**, Rasjad Indra*** 
* Laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang **Laboratorium Parasitologi  Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya*** Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
  
ABSTRACT 
Metabolic syndrome is a group of several risk factors consist of hypertension, dyslipidemia, glucoseintolerance disorder and obesity. It has a relationship with cardiovascular disease pathomechanism,WHO reported in 2003 more than 300 million adult in the word suffered from obesity. The role of adiposetissue in infectious diseases and adipocyte quality changes after exposure to pathogen has not beenrevealed. On the other hand, the prevalence of infectious diseases in developing country is still high.Some studies reported that there is a relationship between the infection of T gondii and adipose tissuefunction. Profilin is a membrane component of T gondii that’s able to stimulate expression of IL-12 and other proinflammation cytokines of dendrite cells through binding with TLR-11. This may occur in the fat cell, triggering the adipocyte dysfunction that leads to metabolic syndrome. The previous study hasmentioned that the metabolic syndrome associated with fat tissue is always referred to visceral fat,whereas subcutaneous fat is also potentially to become pathogenic. Therefore it is necessary to study howthe effects of further profiling exposure to subcutaneous adipocyte in vitro in order to explain theinvolvement adipocyte dysfunction in pathomechanism of metabolic syndrome due to protozoan parasiteinfection. This study aims to prove the influence of profilin exposure to the expression of TLR-11, IL-6,and TNF-
 
in adipose tissue culture. This study used subcutaneous adipose tissue culture. Themeasurement of TLR-11, IL-6, and TNF-
 
levels was done by ELISA technique. The result showed that the effects of profilin exposure doses 5, 15 and 25 ng / ml increased IL-6, and TNF-
 
levels, but decreased the level of TLR-11. This research proves that exposure to profilin causes adipocytedysfunction through increasing the levels of proinflammatory adipocytokine as a pathomechanism of metabolic syndrome associated with adipose tissue. 
Key words
: profilin Toxoplasma gondii, Subcutan adipose, TLR-11, adipocytokines (IL-6, TNF-
 
),adipocyte dysfunction
 
PENDAHULUAN
Sindroma metabolik merupakankumpulan beberapa faktor resiko sepertihipertensi, dislipidemia, gangguan toleransiglukosa dan obesitas. Sindroma ini memilikihubungan dengan mekanisme patologispenyakit kardiovaskuler. Obesitas yangmenjadi faktor resiko sindroma metabolik pada umumnya obesitas abdominal atauobesitas viseral. Prevalensi obesitas diseluruh dunia dan hubungannya dengankelompok penyakit metabolik meningkatdengan cepat. Di Amerika Serikat 65,7%dewasa dan 16% anak-anak mengalami
overweight.
1
Angka obesitas terusmeningkat dari tahun ke tahun. LaporanWHO tahun 2003 menyebutkan, di dunialebih dari 300 juta orang dewasa menderitaobesitas. Di Amerika 280.000 orangmeninggal setiap tahunnya akibat obesitaskarena menjadi pemicu penyakit-penyakitseperti jantung, artritis, DM tipe 2 sertatekanan darah tinggi.
2
 Sampai saat ini peranan jaringanadiposa pada penyakit infeksi masih belumjelas diketahui. Pada beberapa kasus selainsebagai target dari parasit intraseluler sepertipada
Chagas Disease
akibat infeksi
Trypanosoma cruzi
, disfungsi metabolismelemak akibat toxoplasmosis, serta infeksioleh viral dengan lama paparan dalamjangka waktu yang lama akan menyebabkaninisiasi proses hiperplasi dan hiperproliferasidari adiposit. Akan tetapi bagaimanakahperubahan kualitas dari adiposit pada
 
SEMNAS MIPA 2010  BIO - 2
jaringan adiposa setelah paparan patogentersebut masih sangat minim diketahui. Disisi lain, prevalensi penyakit infeksi dinegara berkembang masih tinggi dandisebutkan terdapat hubungan antara infeksidengan obesitas.
3
 
 
Toxoplasma gondii
merupakan parasitpatogen intraseluler yang memilikikemampuan untuk menginfeksi semua selberinti mamalia.
4
 
T gondii
memiliki molekulprofilin yang berhubungan dengan infeksipada sel host melalui aktivasi TLRs. Profilinmerupakan molekul protein dengan beratmolekul sedang yang teridentifikasi terdapatpada membran
T. gondii
. Infeksi
T. gondii
 berhubungan dengan interfensi pada lipidresources sel host,
5
menyebabkan cachexia,meningkatkan trigliserid sirkulasi,menurunkan aktivitas LPL dan massalemak,
6
meningkatkan ekspresi IL-12 danMyD88 yang menjadi adapter protein untuk signaling TLR-11 pada jalur NF-kB ,
7,8
 menurunkan aktivitas DGK (Diacylgliserolkinase) dan akan menstimulasi signalingjalur TLR dengan penghambatan jalur PI3K.
9
 Berdasarkan fakta-fakta diatas makatujuan jangka pendek dari penelitian  iniadalah (1). Membuktikan pengaruh paparanprofilin dari
T. gondii
terhadap kualitasadiposit subkutan manusia melalui  ekspresiTLR-11, IL-6 dan TNF-
. dan (2).Mengungkap patomekanisme awal efek paparan profilin dari protozoa
T. gondii
 terhadap progresi adiposit patogenik.Disamping itu tujuan jangka panjang adalahmenghasilkan suatu model patomekanismebaru untuk hubungan antara infeksi profilindari
T. gondii
terhadap disfungsi adiposityang berakselerasi dengan progresisindroma metabolik terkait dengan jaringanadiposa. 
METODE PENELITIANRancangan Penelitian
Penelitian ini bersifat eksperimentalLaboratorik. Rancangan penelitianmenggunakan
postest only control group
.Dengan rancangan ini, memungkinkanpeneliti mengukur pengaruh perlakuan(intervensi) pada kelompok eksperimendengan cara membandingkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.Variabel dalam penelitian ini dibagimenjadi 2 variabel, yaitu :1.
 
Variabel Bebas`Variabel bebas :Paparan Profilin dosis 5, 15, dan 25ng/ml2.
 
Variabel Terikat`Variabel terikat adalahekspresi TLR-11, IL-6dan TNF-
padakultur adiposit jaringan lemak subkutan3.
 
 
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni– Nopember 2009. Untuk pemeriksaanELISA dilakukan di Laboratorium FisiologiMolekuler Fakultas Kedokteran UniversitasBrawijaya Malang untuk mengetahuiekspresi TLR-11, IL-6dan TNF-
. 
Isolasi Protein dan Penentuan Kadarprotein TLR-11, IL-6 dan TNF-
denganELISA
Antigen TLR-11, IL-6 dan TNF-
 dilarutkan dalam
coating buffer 
kemudiandimasukkan dalam mikroplate ELISA (1:50)sebanyak 50
l. TLR-11, IL-6dan TNF-
 intrasel didapatkan dari hasil isolasi proteinpada sel preadiposit jaringan lemak viseraltikus wistar. Antigen yang sudahdimasukkan dalam mikroplate ELISAdiinkubasi pada suhu 4
0
C selama semalam.Suspensi antigen dicuci dengan PBS-T 2 X 5menit dan dilanjutkan dengan inkubasi BSA1% selama 45 menit. Antigen dicuci denganPBS-T selama 2 X 5 menit. Inkubasiantibodi primer antibodi anti TLR-11, IL-6dan TNF-
selama 60 menit. Suspensidiambil dan dicuci kembali dengan PBS-T 2X 5 menit. Inkubasi antibodi sekunder berlabel biotin antimouse selama 60 menit.Suspensi diambil dan dicuci dengan PBS-Tselama 2 X 5 menit dan dilanjutkan denganmenambahkan SA-HRP dan diinkubasiselama 60 menit. Reaksi  dicuci denganPBS-T selama 2 X 5 menit. Substrat TMBdimasukkan dan diinkubasi selama 30 menit.Reaksi dihentikan dengan menambahkanHCL 1 N selama 15 menit kemudian dibacapada ELISA reader dengan
492 nm.
10
  
Pengolahan dan Analisa Data
Seluruh teknis pengolahan datadianalisis secara komputerisasi dengan
Oneway Anova
menggunakan
SoftwareStatistical Product and Servive Solution 14
 
SEMNAS MIPA 2010  BIO - 3
PS (SPSS 14 PS)
dengan taraf signifikan (
p
 < 0,05) untuk mengetahui perbedaan kadar TLR-11, IL-6 dan TNF-
dengan ELISAreader. Data hasil analisis disajikan dalambentuk mean±SD. 
HASIL DAN PEMBAHASANHasil
Berdasarkan hasil penelitian setelahdilakukan pemaparan dengan 3 macam dosisprofilin maka hasil pengukuran denganELISA untuk mengetahui kadar TLR-11, IL-6 dan TNF-
α. Untuk hasil pengukuran kadar 
TLR-11 (mean±SD) dan gambaranperbandingan  kadar TLR-11 dari beberapakelompok perlakuan seperti pada gambar 5.1. dan tabel 5.1. dibawah ini:
 
Gambar 1. Hubungan antara Efek Paparan Profilin  terhadap KadarTLR-11
Keterangan: 1 = kelompok Kontrol, 2 =kelompok perlakuan dosis 5 ng/ml profilin,3 = kelompok perlakuan dosis 15 ng/mlprofilin , 4 = kelompok perlakuan dosis 25ng/ml profilin
 
Tabel 1. Rerata Kadar TLR-11 padaBeberapa Kelompok Perlakuan(µg/mL)
Perlakuan NMean ±SD(
p
 
≤ 0,05)
 
Kontrol 6 652±45
a
 Profilin Dosis 5ng/ml6 587±37,63376
(b
 Profilin Dosis15 ng/ml6 585±50,73329
(b
 Profilin Dosis25 ng/ml6 580±39,55108
(b
 
Keterangan
.Notasi yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata sedangkan notasi yangberbeda menunjukkan berbeda signifikan. Berdasarkan gambar 1 dan tabel 1.diatas nampak bahwa akibat adanya paparanprofilin pada kultur sel lemak menyebabkanterjadinya perbedaan yang signifikan antarakadar TLR-11 kelompok kontrol dengankelompok perlakuan secara bermakna(p>0,05) setelah dilakukan pengukurandengan ELISA. Hasil diatas menunjukkanbahwa pada dosis profilin  5 , 15 dan 25ng/ml kadar TLR-11 menurun secarasignifikan terhadap kelompok kontrol.Untuk perbandingan nilai rerata hasilpengukuran kadar IL-6 dan gambaranperbandingan kadar IL-6 antara kelompok perlakuan seperti pada gambar 2. dan tabel 2berikut:
 
Gambar 2. Hubungan antara Efek Paparan Profilin  terhadapKadar IL-6
Keterangan: 1 = kelompok Kontrol, 2 =kelompok perlakuan dosis 5 ng/ml profilin,3 = kelompok perlakuan dosis 15 ng/mlprofilin, 4 = kelompok perlakuan dosis 25ng/ml profilin 
Tabel 2. Rerata Kadar IL-6 padaBeberapa Kelompok Perlakuan(pg/mL)
Perlakuan NMean±SD(
p
 
≤ 0,05)
 
Kontrol 6 581±56,53354(
a
 ProfilinDosis 5ng/ml6 639±67,0844
(b
 ProfilinDosis 15ng/ml6 683±185,7462
(c
 ProfilinDosis 25ng/ml6 694±124,0102
(c
 
Keterangan: Notasi yang sama menunjukkantidak berbeda nyata sedangkan notasi yangberbeda menunjukkan berbeda signifikan. Perbedaan kadar IL-6 jugamenunjukkan hasil yang signifikanberdasarkan hasil pemeriksaan denganmetode ELISA. Pada kelompok perlakuan

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mar'atus Sakinah liked this
Suci Siti Ulfah liked this
Iman Lukman liked this
bangun_mustika liked this
Sariey Lnd liked this
Shinta Veroliza liked this
Ros Geo Semangat liked this
Thini Jehadu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->