Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permentan No 06 Tahun 2011

Permentan No 06 Tahun 2011

Ratings: (0)|Views: 2,912|Likes:

More info:

Published by: R Iskandar Zulkarnaen on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
 MENTERI PERTANIANREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MENTERI PERTANIANNOMOR : 06/Permentan/SR.130/2/2011TENTANGKEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUKSEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2011DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI PERTANIAN,Menimbang : a. bahwa peranan pupuk sangat penting dalam peningkatanproduktivitas dan produksi komoditas pertanian dalam rangkamewujudkan Ketahanan Pangan Nasional;b. bahwa untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penerapanpemupukan berimbang diperlukan adanya subsidi pupuk;c. bahwa atas dasar hal-hal tersebut di atas, perlu menetapkanKebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk BersubsidiUntuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2011;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem BudidayaTanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, TambahanLembaran Negara Nomor 3478);2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang PerlindunganKonsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, TambahanLembaran Negara Nomor 3821);3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan UsahaMilik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 70,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 85, Tambahan LembaranNegara Nomor 4411);5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Nomor 4437);6. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan danKesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 84,Tambahan Lembaran Negara Nomor 5015);7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang AnggaranPendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011(Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 126, Tambahan LembaranNegara Nomor 5167);8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang PupukBudidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 14,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4079);
 
 2
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang PembagianUrusan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, danPemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun2007 Nomor 82, Tambahan Berita Negara Nomor 4737);10. Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang PenetapanPupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam Pengawasan;11. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukandan Organisasi Kementerian Negara;12. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentangPembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;13. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, serta SusunanOrganisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I;14. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan Tata CaraPengawasan Barang dan/atau Jasa yang Beredar di Pasar;15. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 237/Kpts/OT.210/4/2003tentang Pedoman Pengawasan Pengadaan, Peredaran danPenggunaan Pupuk An-Organik;16. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 239/Kpts/OT.210/4/2003tentang Pengawasan Formula Pupuk An-Organik;17. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 456/Kpts/OT.160/7/2006tentang Pembentukan Kelompok Kerja Khusus PengkajianKebijakan Pupuk Dalam Mendukung Ketahanan Pangan;18. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 465/Kpts/OT.160/7/2006tentang Pembentukan Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi TingkatPusat;19. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 08/Permentan/SR.140/2/ 2007 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pupuk An-Organik;20. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/ 4/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P dan K Pada PadiSawah Spesifik Lokasi;21. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 07/M-DAG/PER/2/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan MenteriPerdagangan Republik Indonesia Nomor 12/M-DAG/PER/6/2008tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi UntukSektor Pertanian;22. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28/Permentan/SR.130/5/ 2009 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan PembenahTanah;23. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.02/2/2010 tentangTatacara Penyediaan Anggaran, Penghitungan, Pembayaran danPertanggungjawaban Subsidi Pupuk;24. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/ 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian;Memperhatikan : 1. Hasil Rapat Kerja Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RItanggal 15 Desember 2010;2. Surat Menteri Keuangan Nomor S-49/MK.02/2011 tanggal31 Januari 2011 tentang Penundaan Kenaikan Harga EceranTertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran (TA) 2011;
 
 3
MEMUTUSKAN :Menetapkan : KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUKBERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN2011BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:1. Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsurhara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung.2. Pupuk an-organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisika dan ataubiologi, dan merupakan hasil industri atau pabrik pembuat pupuk.3. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahanorganik yang berasal dari tanaman dan/atau hewan yang telah melalui prosesrekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahanorganik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.4. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk bagi tanaman sesuai dengan statushara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai produktivitas yang optimal danberkelanjutan.5. Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang pengadaan dan penyalurannya ditataniagakandengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan di penyalur resmi di Lini IV.6. Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah harga pupuk bersubsidi di Lini IV (di kiospenyalur pupuk di tingkat desa/kecamatan) yang dibeli oleh petani/kelompok tani yangditetapkan oleh Menteri Pertanian.7. Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah struktur biaya pengadaan dan penyaluran pupukbersubsidi oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) dengan komponen biaya sebagaimanaditetapkan oleh Menteri Pertanian.8. Subsidi pupuk adalah selisih antara HPP dikurangi HET dikalikan Volume PenyaluranPupuk.9. Sektor Pertanian adalah sektor yang berkaitan dengan budidaya tanaman pangan,hortikultura, perkebunan, hijauan pakan ternak, dan budidaya ikan dan/atau udang.10. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan budidayatanaman pangan atau hortikultura dengan luasan tertentu.11. Pekebun adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan budidayatanaman perkebunan dengan luasan tertentu.12. Peternak adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan budidayatanaman hijauan pakan ternak dengan luasan tertentu.13. Pembudidaya ikan atau udang adalah perorangan warga negara Indonesia yangmengusahakan lahan, milik sendiri atau bukan, untuk budidaya ikan dan atau udangyang tidak memiliki izin usaha.14. Produsen adalah Produsen Pupuk yaitu PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) beserta anakperusahaannya yang terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT PetrokimiaGresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda yangmemproduksi Pupuk Anorganik yaitu Pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK dan Pupuk Organikdi dalam negeri.15. PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) adalah Perusahaan Induk dari PT Pupuk SriwidjajaPalembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang,PT Pupuk Iskandar Muda.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Anang Budi liked this
Ema Mucharromah liked this
Ema Mucharromah liked this
edysutiarso liked this
driremes liked this
Irwan Agoes liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->