0
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Siswa tuntas dalam belajar adalah harapan semua pihak, baik guru,siswa yang bersangkutan, maupun sekolah secara umum. Permasalah yangkemudian muncul adalah manakala siswa menempuh segala cara untuk mencapai ketuntasan. Siswa setelah selesai ulangan umum, menceritakankepada teman bahwa saat ulangan umum berhasil membuka contekan yangtelah dipersiapkan. Perasaan menang dan puas telah berhasil mencontek tanpadiketahui pengawas (Ulangan/Tes). Ulangan harian membuka buku,mengerjakan tugas hanya tinggal menyalin pekerjaan teman, membeli kuncijawaban ujian nasional, izin ke kamar mandi saat ujian untuk meninggalkankode-kode kepada teman, dan sebagainya. Bahkan saat nilai Ujian Nasional(UN) suatu daerah menempati rating bawah secara nasional, berbagai
statement
dilontarkan untuk bahan evaluasi dan perbaikan, tetapimengkhawatirkan apabila mempersalahkan pelaksanaan Ujian Nasional yangjujur sehingga hasil ujian menjadi hancur. Terbiasa mengutamakan hasil danmengesampingkan proses inilah yang menghiasi ranah pendidikan karenadisadari atau tidak realita ini terjadi di beberapa tempat. Melemahnyapenanaman kejujuran dan penanaman sikap menghargai proses kepadapeserta didik merupakan latar belakang dari permasalahan ini.Kondisi yang sangat mencengangkan dilapangan adalah tingginyaketidakhadiran siswa tanpa keterangan (alpha) baik di sekolah negeri maupunsekolah swasta. Penerapan poin pelanggaran tidak begitu memiliki andil besar dalam mengurangi tingkat alpha siswa. Siswa tenang saja dan merasa hal inisebagai sesuatu yang biasa dan tidak membuat malu. Demikian juga denganorang tua siswa saat diberikan informasi data alpha siswa dari sekolah, tidak sedikit dari orang tua siswa yang tidak melakukan tindak lanjut. Siswaterlambat hadir secara berturut-turut, berseragam tidak semestinya,kelengkapan seragam tidak terpenuhi, dan beberapa pelanggaran lainnya,