Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbedaan pendidikan karakter dengan pendidikan akhlak

Perbedaan pendidikan karakter dengan pendidikan akhlak

Ratings: (0)|Views: 126 |Likes:
Published by Nur Kholiq

More info:

Published by: Nur Kholiq on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
Pendidikan  Karakter,  Pendidikan  Moral  dan  Pendidikan  Akhlak;  Adakah  Perbedaan?Mengapa pendidikan karakter ramaia dibicarakan? Apa yang sesungguhnya yang membuatpendidikan karakter berbeda?Setelah urgensi pendidikan karakter dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah menjadinyata dan jelas dengan uraian-uraian di muka, bagian in bermaksud mempertegas konseppendidikan karakter yang belum dijelaskan secara eksplisit. Sepintas lalu tiga terminologi diatas seperti bermakna sama. Namun ternyata diselidik dari akar filosofis, kesan yangterkandung dan aplikasinya ketiga terminologi tersebut memiliki perbedaan yang karenanyaharus dibedakan.
Pendidikan Moral
Terminologi Pendidikan moral (moral education) dalam dua dekade terakhir secara umumdigunakan untuk menjelaskan penyelidikan isu-isu etika di ruang kelas dan sekolah. Setelahitu nilai-nilai pendidikan menjadi lebih umum. Pengajaran etika dalam pendidikan morallebih  cenderung  pada  penyampaian  nilai-nilai  yang benar  dan  nilai-nilai  yang  salah.Sedangkan penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat tidak mendapat porsi yang memadai. Dengan kata lain, sangat normatif dan kurang bersinggungandengan ranah afektif dan psikomotorik  siswa. Namun demikian,  terminologi  ini bisadikatakan  sebagai  terminologi  tertua  dalam  menyebut  pendidikan  yang  bertujuanmengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia.
Pendidikan Akhlak 
Berbeda dengan itu, pendidikan akhlak sebagaiman dirumuskan oleh Ibn Miskawaih dandikutip oleh Abudin Nata, merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang mampumendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang bernilai baik dari seseorang.Dalam pendidikan akhlak ini, kreteria benar dan salah untuk menilai perbuatan yang munculmerujuk kepada Al-Qur’an dan Sunah sebagai sumber tertinggi ajaran Islam. Dengandemikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan moral dalam diskursuspendidikan Islam. Telaah lebih dalam terhadap konsep akhlak yang telah dirumuskan olehpara tokoh pendidikan Islam masa lalu seperti Ibnu Miskawaih, Al-Qabisi, Ibn Sina, Al-Ghazali dan Al-Zarnuji , menunjukkan bahwa tujuan puncak pendidikan akhlak adalahterbentuknya karakter positif dalam perilaku anak didik. Karakter positif ini tiada lain adalahpenjelmaan  sifat-sifat  mulia  Tuhan  dalam  kehidupan  manusia.Namun  demikian  dalam  implementasinya,  pendidikan  akhlak  dimaksud  masih  tetapcenderung pada pengajaran right and wrong seperti halnya pendidikan moral. Menjamurnyalembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia dengan pendidikan akhlak sebagai trademark di satu sisi, dan menjamurnya tingkat kenakalan perilaku amoral remaja di sisi lainmenjadi bukti kuat bahwa pendidikan akhlak dalam lembaga-lembaga pendidikan Islambelum optimal. Atau berdasar analisis terdahulu, boleh jadi pendidikan akhlak ini sebenarnyajuga terabaikan dari dunia pendidikan Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->