7
B. Bahan Penyusun Beton1. Semen Portland
Semen Portland merupakan bahan ikat yang penting dan banyak digunakan dalam pekerjaan beton. Di dunia sebenarnya terdapat berbagaimacam semen, dan tiap macamnya digunakan untuk kondisi-kondisi tertentusesuai dengan sifat-sifatnya yang khusus.Kualitas semen sangat mempengaruhi kualitas beton, yang manasemakin besar pemakaian semen maka beton semakin kuat, namun jika terlalubanyak juga tidak menjamin kekuatan yang baik (Nugraha dan Antoni, 2007).Jenis dari semen bermacam-macam oleh karena itu semen yangdigunakan untuk pekerjaan beton harus disesuaikan dengan rencana kekuatandan spesifikasi teknik yang diberikan.Perbedaan sifat jenis semen yang satu dengan yang lainnya dapatterjadi karena perbedaan susunan kimia maupun kehalusan butir-butirnya.Bahan pembentuk semen terdiri dari 4 senyawa pokok sebagaimana diuraikanberikut ini :a. Trikalsium Silikat (C
3
S)Senyawa ini segera mulai berhidrasi dalam beberapa jam jam denganmelepas sejumlah panas. Kuantitas yang terbentuk dalam ikatanmenentukan pengaruh terhadap kekuatan beton pada awal umurnya,terutama pada 14 hari sebelumnya.b. Dikalsium Siklat (C
2
S)Senyawa ini bereaksi dengan air lebih lambat, sehingga hanyaberpengaruh terhadap pengerasan semen setelah berumur lebih dari 7 hari.c. Trikalsium Aluminat (C
3
A)Senyawa ini berhidrasi dan bereaksi sangat cepat, sangat berpengaruhpada panas hidrasi tertinggi dan memberikan kekuatan setelah 24 jam.d. Tetra Kalsium (C
4
AF)Senyawa ini kurang begitu besar pengharuhnya terhadap kekuatan dansifat-sifat semen keras lainnya.