Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dengue Shock Syndrome

Dengue Shock Syndrome

Ratings: (0)|Views: 1,047 |Likes:

More info:

Published by: Indah Sandy Simorangkir on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
DENGUE SHOCK SYNDROME
BAB I
PENDAHULUAN
Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksiyang disebabkan oleh virus dengue dengan manisfestasi klinis demam, nyeri otot dan atau nyerisendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik.Infeksi virus dengue telah ada di Indonesia sejak abad ke  -18, seperti yang dilaporkan oleh DavidBylon seorang dokter berkebangsaan Belanda. Saat itu infeksi virus dengue menimbulkan penyakityang dikenal sebagai penyakit demam lima hari kadang-kadang disebut juga sebagai demam sendi.Pada masa itu infeksi virus dengue di Asia Tenggara  hanya merupakan penyakit ringan yang tidak pernah menimbulkan kematian. Pola penyebaran penyakit infeksi virus Dengue sejak 1780 – 1949memiliki kecenderungan epidemic dan lebih banyak di daerah tropis.
(1,2,3,4,5,6)
Saat ini, infeksi virus dengue menyebabkan angka kesakitan dan kematian paling banyak dibandingkan dengan infeksi arbovirus lainnya. Setiap tahun, di seluruh dunia, dilaporkan angkakejadian infeksi dengue sekitar 20 juta dan angka kematian berkisar 24.000. Sejak tahun 1952infeksi virus dengue menimbulkan penyakit dengan manifestasi klinis berat, yaitu DBD yangditemukan di Manila, Filipina. Kemudian ini menyebar ke negara lain seperti Thailand, Malaysia,dan Indonesia. Pada tahun 1968 penyakit DBD dilaporkan di Surabaya dan Jakarta dengan jumlahkematian yang sangat tinggi.
(1,2,3,4.5)
Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatanhematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (
dengue shock syndrome
) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh tanda renjatan atau syok dapatberakibat fatal. Kegawatdaruratan DBD dinyatakan sebagai salah satu masalah kesehatan global.
(1,2,3)
Indah Sandy Simorangkir S,Ked - Kepaniteraan Klinik Penyakit Dalam RS.Otorita Batam  - Des’09 - FK Univ.Trisakti
1
 
BAB II
SINDROM SYOK DENGUE
Spektrum klinis infeksi virus dengue bervariasi tergantung dari faktor yang mempengaruhidaya tahan tubuh dengan faktor-faktor yang mempengaruhi virulensi virus. Dengan demikianinfeksi virus dengue dapat menyebabkan keadaan yang bermacam-macam, mulai dari tanpa gejala(asimtomatik), demam ringan yang tidak spesifik 
(undifferentiated febrile illness),
DemamDengue, atau bentuk yang lebih berat yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Sindrom Syok Dengue (SSD).
(1,2,3)
1. DEFINISI
Sindrom Syok Dengue (SSD) adalah keadaan klinis yang memenuhi kriteria DBD disertaidengan gejala dan tanda kegagalan sirkulasi atau syok. SSD adalah kelanjutan dari DBD danmerupakan stadium akhir perjalanan penyakit infeksi virus dengue, derajat paling berat, yangberakibat fatal.
(1,2,3)
2. ETIOLOGI
Virus dengue, termasuk genus Flavivirus, keluarga flaviridae. Terdapat 4 serotipe virusyaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. keempatnya ditemukan di Indonesia dengan den-3serotype terbanyak. Infeksi salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi terhadap serotipe yangbersangkutan, sedangkan antibodi yang terbentuk terhadap serotipe  lain sangat kurang, sehinggatidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap serotipe lain tersebut. Seseorangyang tinggal di daerah endemis dengue dapat terinfeksi oleh 3 atau 4 serotipe selama hidupnya.Keempat serotipe virus dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia,pengamatan virus dengue yang dilakukan sejak tahun 1975 di beberapa rumah sakit menunjukkanbahwa keempat serotipe ditemukan dan bersirkulasi sepanjang tahun. Serotipe DEN-3 merupakanserotipe yang dominan dan diasumsikan menunjukkan manifestasi klinik yang berat.
(1,2,3)
Penularan terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama
Aedes aegypti
dan
A.albopictus
). Terdapat tiga faktor yang memegang peranan pada penularan infeksi virus dengue,yaitu manusia, virus, dan vektor perantara. Nyamuk Aedes tersebut dapat mengandung virusdengue pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia. Kemudian virus yangberada di kelenjar liur berkembang biak dalam waktu 8-10 hari
(extrinsic incubation period)
sebelum dapat ditularkan kembali kepada manusia pada saat gigitan berikutnya. Virus dalam tubuh
Indah Sandy Simorangkir S,Ked - Kepaniteraan Klinik Penyakit Dalam RS.Otorita Batam  - Des’09 - FK Univ.Trisakti
2
 
nyamuk betina dapat ditularkan kepada telurnya
(transovanan transmission)
. Sekali virus dapatmasuk dan berkembangbiak di dalam tubuh nyamuk, nyamuk tersebut akan dapat menularkanvirus selama hidupnya (infektif). Di tubuh manusia, virus memerlukan waktu masa  tunas 46 hari
(intrinsic incubation period)
sebelum menimbulkan penyakit. Penularan dari manusia kepadanyamuk hanya dapat  terjadi bila nyamuk menggigit manusia yang sedang mengalami viremia,yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul.
(1,2)
3. EPIDEMIOLOGI
Saat ini, infeksi virus dengue menyebabkan angka kesakitan dan kematian paling banyak dibandingkan dengan infeksi arbovirus lainnya. Setiap tahun, di seluruh dunia, dilaporkan angkakejadian infeksi dengue sekitar 20 juta kasus dan angka kematian berkisar 24.000 jiwa. Sampaisaat ini DBD telah ditemukan di seluruh propinsi di Indonesia, dan 200 kota telah melaporkanadanya kejadian luar biasa.
Incidence rate
meningkat dari 0,005 per 100,000 penduduk padatahun 1968 menjadi berkisar antara 6-27 per 100,000 penduduk (1989-1995). Mortalitas DBDcenderung menurun hingga 2% tahun 1999.
(1,2,3,4,5)
Gambar 1. Distribusi Virus Dengue, Infeksi dan Daerah Epidemis
Indah Sandy Simorangkir S,Ked - Kepaniteraan Klinik Penyakit Dalam RS.Otorita Batam  - Des’09 - FK Univ.Trisakti
3

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
anisadestya liked this
Okja Fayujie liked this
Eka Putrawan liked this
pesulap liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->