Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERAN PEMIMPIN DALAM HUBUNGANNYA

PERAN PEMIMPIN DALAM HUBUNGANNYA

Ratings: (0)|Views: 703|Likes:
Published by anggara_larico

More info:

Published by: anggara_larico on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/03/2011

pdf

text

original

 
PERAN PEMIMPIN DALAM HUBUNGANNYA
 
DENGAN BUDAYA ORGANIASI (PENDEKATAN TEORITIS)
 
 
 
Oleh :
 
ANGGARA
 
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
  
 
 
Abstrak
 Keberadaan seorang pemimpin pada suatu organisasi mempunyai peran yang sangat penting terlebih dalam situasi dimana terjadi ambiguitas peran.Fungsi pemimpin tidak hanya sekedar membimbing dan mengarahkan bawahannya, namun yang terpenting adalah bagaimana pemimpin mampumemberikan visi dan misi atau arah yang jelas kemana organisasi akan dibawa. Dalam era dimana terjadi pergeseran budaya , maka tidak bisa dipungkirilagi bahwa organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki kepekaan dan intuisi yang tajam sehingga dapat mengarahkan bawahannya kearahtujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Pemimpin dan Budaya Organisasi AbstractExistence of a leader at one particular organization have very important role particularly in situation of where happened by ambiguitas role. function of Leader do not just guiding and instructing its subordinate, is all important but is how leader able to give vision and clear direction or mission whereorganization will be brought. In era of where happened by the cultural friction , hence cannot be denied again that organization require a leader owningintuition and sensitivity sharply so that can instruct its subordinate toward the target which wish reached Keyword: Organizational Culture And Leader 
1. PENDAHULUAN
 Dengan semakin majunya pembangunan yang telah berjalan sedemikian pesat dan hal ini tanpa dapat dipungkiri telah membawa pada sejumlah dampak,sehingga mempunyai danpak baik yang bersifat positif maupun negatif. Salah satu bukti yang menunjukkan pesatnya kemajuan itu adalah perdagangandunia yang kini telah membawa perubahan-perubahan pada sistem pasar. Globalisasi yang dulu seIing didengung-dengungkan dan diyakini belum akanberpengaruh dalam waktu dekat, kini telah menunjukkan pengaruhnya yang sangat kuat. Faktor lain yang pada akhirnya tidak dapat dihindarkan adalahbatas-batas negara menjadi kabur sehingga setiap negara tidak bisa lagi secara kaku memperhatikan sistemyang mereka ambil. Budaya yang mendasarisistem yang ada pada akhirnya juga turut memegang pengaruh yang sangat besar. Hal ini terlihat pada budaya yang berkembang di negara Indonesiasendiri. Jika pada masa lalu budaya gotong royong -yang terlihat sangat jelas pada masa perjuangan- masih sangat kuat melekat dalam diri orang-orangIndonesia, hal itu nampaknya kini harus dipertanyakan lagi. Gempuran yang sangat kuat terhadap nilai mata uang Indonesia mendorong orang-orang darisatu golongan tertentu untuk menyelamatkan diri sendiri tanpa memperhitungkan pihak lain. Hal ini menimbulkan suatu tanda tanya adakah nilai-nilaiindividual yang pada dasarnya bukan nilai-nilai bangsa telah merasuki bangsa yang terkenal akan semangat gotong-royongnya. Budaya yang padadasarnya merupakan nilai-nilai, ebiasaan, ritual, mitos maupun praktek-praktek yang terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat merupakan nafasyang menjiwai dan mengarahkan perilaku para anggota (Robbins, 1996 ). semestinya mendasari setiap gerak kehidupan bermasyarakat. Dalam hal inibudaya tidak hanya sekedar sebagai dasar, namun yang terpenting adalah budaya tersebut memiliki peran sebagai pemberi identitas dan µ
normativeglue
¶ 
. Pemimpin dalam konteks ini memiliki andil yang sangat besar terhadap bagaimana budaya tersebut dapat dihayati dengan sungguh-sungguh olehpara anggotanya. Namun kenyataan justru menunjukkan bahwa peran pemimpin dalam hal ini menjadi sangat tidak jelas sehingga anggota-anggotanyamenjadi kehilangan kepercayaan dan pada akhirnya kehidupan organsasi menjadi kehilangan keseimbangan. Jika kepercayaan telah menipis, maka akibatyang timbul adalah nilai-nilai kebersamaan hilang dan masing-masing individu berusaha menyelamatkan diri masing-masing dalam situasi yang sangatrumit dan ambiguitas. 
1.1. Permasalahan
 Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi masalah dalam pemimpin dan budaya organisasi adalah ´ Bagaimana peran pemimpin dalamhubungannya dengan budaya organisasi´ 
 
 
1.2. Tujuan.
 Berdasarkan masalah diatas maka yang menjadi tujuan dalam penulisan ini  adalah untuk mengetahui bagaimana peran pemimpin dalam hubungannyadengan budaya organisasi.
 
 
 
2.TINJAUAN PUSTAKA
 
2.1. Pemimpin dan Kepemimpinan
 Kepemimpinan Menurut Stoner (Handoko:1984) adalah sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan sekelompokanggota yang saling berhubungan tugasnya. Kepemimpinan tidak lagi dipandang sebagai penunjuk jalan namun sebagai partner yang bersama-samadengan anggota lain berusaha mencapai tujuan.Menurut Kennedy,(1996) menyatakan bahwa jumlah definisi tentang kepemimpinan dapat dikatakan sama dengan jumlah orang yang telah berusahamendefinisikannya. Ia sendiri mengartikan kepemimpinan sebagai proses atau tindakan untuk mempengaruhi aktivitas suatu kelompok organisasi dalamusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Fiedler (1967) adalah salah satu ahli lain yang banyak meneliti mengenai kepemimpinan menyatakan bahwa kepemimpinan pada dasarnya merupakanpola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap sekelompok orang agar bekerja bersama-sama untukmencapai suatu tujuan. Dari dua definisi yang telah diajukan tersebut secara jelas menunjukkan bagaimana kepemimpinan tersebut diartikan, yaituberkaitan usaha mempengaruhi dan menggunakan wewenang. Pengertian tersebut memberi suatu pemikiran bahwa pemimpin dipandang  sebagai orangyang memiliki kecakapan lebih dalam usaha untuk memotivasi orang melakukan sesuatu seperti yang diharapkan pemimpin. Kepemimpinan yang absolut menurut (Crosby : 1996) adalah kepemimpinan yang memiliki1.
 
lear agenda,
seorang pemimpin idealnya memiliki dua agenda : satu agenda bagi dirinya sendiri, dan yang kedua adalah agenda bagiorganisasinya. Tujuan dari agenda organisasi adalah untuk menentukan kerangka kerja dari semua pekerjaan yang dilakukan; sedangkanpersonal agenda berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pimpinan pribadi sesuai dengan apa yang memang sungguh-sungguh iainginkan bagi dirinya sendiri, dan hanya dia pribadi yang mengetahui. Dalam hal ini agenda tersebut harus dapat diungkapkan dalam kalimatyang dapat dengan jelas diterima dan tujuan yang dtentukan dapat diukur.2.
 
ersonal 
Ph
ilosop
hy 
, seorang pemimpin hendaknya memiliki philosophi pelaksanaan yang bersifat pragmatis dan dapat dipahami. Kerangkakerja dari pelaksanaan philosophi tersebut diciptakan dari belajar, inovasi dan keputusan3.
 
nduring Relations
h
ip,
kehidupan organisasi pada dasarnya terdiri dari sejumlah transaksi dan hubungan. Kunci untuk menjaga suatuhubungan adalah adanya penghargaan terhadap orang lain, memandang orang lain dengan cara yang positif dan keinginan untuk bekerjasama. Orang lain dalam hal ini tidak hanya terbatas pada anggota-anggota saja tetapi termasuk di dalamnya adalah customers, peers,coworkers, maupun suppliers.4.
 
orldl 
, mendunia (being µworldly
¶ 
) berkaitan dengan udaya lain, tekhnologi, dan pengumpulan informasi. Hal ini berarti pula bagaimanapemimpin mampu menfaatkan tekhnologi-tekhnologi baru, memahami pasar global, penghargaan terhadap orang lain, budaya, kondisi danpraktek-praktek bisnis yang berlangsung. Berarti pula mengetahui apa yang sedang terjadi dan mengumulkan informasi yang bersifat
up-to-date
. Dengan demikian jelaslah bagaimana pandangan Crosby mengenai kepemimpinan.  Stoner (Handoko :1984) menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah :1.
 
Proses untuk mendorong dan membantu orang lain   untuk  bekerja  secara antusias dalam pencapaian  tujuan2.
 
Kepemimpinan yang berhasil  bergantung pada  perilaku, ketrampilan,  tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Peter F. Drucker (1996) dalam bukunya mengenai
h
e Leader of t 
h
e Future
lebih menekankan mengenai bagaimana hendaknya seorang pemimpinhendaknya bersikap dalam menghadapi dunia di masa yang akan datang. Dia mengatakan bahwa pemimpin yang efektif tidak hanya sekedarmendelegasikan tugas, tetapi mereka pun melakukan apa yang mereka delegasikan kepada anak buahnya. Lebih lanjut ia menegaskan bahwaµkepemimpinan harus dipelajari dan dapat dipelajari
¶ 
.Pemimpin dalam hal ini menentukan dimana bisnis hendak berlangsung, sasran-sasaran yang hendak dicapai baik intenal maupun eksternal, aset danskill yang diperlukan, kesempatan dan resiko-resiko yng dihadapi. Pemimpin dalam hal ini adalah ahli strategi yang memastikan bahwa sasaran organisasiakan dapat tercapai.
 
 
2.2. Budaya Organisasi
 Menurut Taliziduhu Ndraha, (2005).Budaya Organisasi adalah pokok penyelesaian masalah-masalah ekternal dan internal yang pelaksanaannya dilakukansecara konsisten oleh suatu kelompok yang kemudian mewariskan kepada angota-anggota baru sebagai cara yang tepat untuk memahami, memikirkan,dan merasakan terhadap masalah-masalah terkait seperti di atas.Edgar Schein (Robin :2002) mengemukakan bahwa budaya organisasi dapat  dibagi ke dalam dua dimensi yaitu :1.
 
Dimensi  external environments; yang  terdapat lima hal esensial yaitu:1.
 
a.      mission and strateg
y;
(b) goals
;
(c) means to ac 
h
ieve goals
;
(d) measurement 
;
dan (e) correction.
 2.
 
Dimensi  internal integration yang  terdapat  enam aspek  utama, yaitu  :
 
1.
 
a.      common language
;
(b) group boundaries for inclusion and exclusion
;
(c) distributing power and status
;
(d) developing normsof intimac 
, friends
h
ip, and love
;
(e) reward and punis
h
ment 
;
dam (f) explaining and explainable : ideolog
and religion.
 Sementara itu, Peter F.Drucker (1996) mengetengahkan enam karakteristik penting dari budaya organisasi, yaitu :(1)
obeserved be
h
avioral regularities
; yakni keberaturan cara bertindak dari para anggota yang tampak teramati. Ketika anggota organisasi berinteraksidengan anggota lainnya, mereka mungkin menggunakan bahasa umum, istilah,  atau  ritual tertentu;(2)
norms
; yakni berbagai standar perilaku yang ada, termasuk di dalamnya tentang  pedoman sejauh mana suatu pekerjaan harus  dilakukan;(3)   dominant values; yaitu adanya nilai-nilai inti yang dianut bersama oleh seluruh anggota organisasi, misalnya  tentang kualitas produk yang tinggi,absensi yang rendah atau efisiensi yang tinggi;(4)
p
h
ilosop
hy;
yakni adanya kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan keyakinan organisasi dalam memperlakukan pelanggan dan karyawan(5)
rules
; yaitu adanya pedoman yang ketat, dikaitkan dengan  kemajuan organisasi(6)
organization climate
;  merupakan  perasaan keseluruhan (an overall ³feeling´) yang tergambarkan dan disampaikan melalui  kondisi tata ruang, caraberinteraksi para anggota organisasi, dan cara anggota organisasi memperlakukan dirinya dan pelanggan atau orang lain
2.3.Fungsi Budaya Organisasi,
 Edgar Schein (Stepen Robin : 2002) menjelaskan bahwa budaya organisasi mempunyai fungsi  sebagai berikut
:
 1.
 
Peran pembeda yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.2.
 
Membawa suatu rasa identitas bagi anggota organisasi.3.
 
Mempermudah timbulnya pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual.4.
 
Meningkatkan sistem social.5.
 
Mekanisme pembuat makna dan kendali untuk memadukan dan membentuk sikap serta perilaku para karyawan. 
2.4. Pembentukan Budaya organisasi.
 Menurut Taliziduhu Ndraha, (2005).menyatakan pembentukan budaya organisasi melalui tahap-tahap berikut:1.
 
Penyusunan nilai-nilai, Nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi disurvei, ditampung dan disaring  sehingga diperoleh nilai-nilai utama yangberlaku dalam organisasi tersebut. Nilai-nilai utama yang telah diperoleh merupakan titik tolak dalammengembangkan budaya kerjaorganisasi2.
 
Internalisasi nilai-nilai Nilai-nilai organisasi yang ada diinternalisasikan pada seluruh anggota organisasi dengan cara sosialisasi atau simulasi.3.
 
Pembentukan
h
ange agent 
U
ntuk mengefektifkan transformasi budaya organisasi perlu dibentuk
h
ange agents,
yang bertugas untukmenularkan nilai-nilai degan model
pembiakan-sel.
 
 
 4.
 
Menyusun sistemMembuat sistem dan prosedur untuk menjaga dan memelihara kesinambungan dan kemajuan perusahaan, dengan selalumengacu pada referensi budaya organisasi.
 
 
2.5. Konsep Budaya Organisasi
.Stephen P.Robbins, (2002) memaparkan pula tentang tiga konsep budaya organisasi yaitu,(1)    Budaya yang kuat;(2)     Budaya yang secara strategis cocok; dan(3)     Budaya adaptif. 
3.  PEMBAHASAN
 
3.1
.
PERAN PEMIMPIN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA        ORGANIASI
 Para ahli perilaku telah berusaha untuk mengembangkan apa sifat, perilaku, sumber kekuasaan, atau aspek-aspek situasi yang menentukan bagaimanasebaiknya pemimpin dapat mempengaruhi pengikut dan agar mereka mencapai sasaran kelompoknya. Jadi pada intinya, teori-teori terdahulu lebihmeninjau kepemimpinan pada siapa yang memiliki keahlian untuk mempengaruhi, dan dalam konteks dimana pengaruh itu digunakan. Perbedaannyaterutamaterletak pada ketidaksetujuan mengenai identifikasi mengenai pemimpin dan proses kepemimpinan. Yukl (Robin : 2002) menjelaskan bahwapada dasarnya fokus perhatian dalam berbagai penelitian mengenai kepemimpinan adalah mencoba mendalami determinan-determinan kepemimpinanyang efektif. Lebih lanjut Yukl menguraikan, beberapa teori meyakini bahwa kepemimpinan tidak berbeda pada proses sosial yang terjadi diantara semuaanggota kelompok dan kepemimpinan dipandang sebagai proses kolektif yang terbagi diantara para anggotanya. Pandangan yang lain berpendapatbahwa pada dasarnya semua anggota kelompok memiliki peran tertentu yang mencakup peran kepemimpinan khusus. Intinya bahwa pemimpin dankepemimpinan tidak bisa hanya dipandang sebagai proses mempengaruhi dengan kekuasaan yang dimiliki tetapi yang terpenting adalah bagaimanapemimpin menjadi partner bagi anggotanya guna mencapai tujuan bersama. Jadi efektif tidaknya pemimpin tergantung pada bagaimana anggotadilibatkan dalam pencapai sasaran organisasi. Salah satu teori mengenai kepemimpinan paling awal yaitu teori sifat memandang bahwa seorang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->