Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
teori fungsional

teori fungsional

Ratings: (0)|Views: 271 |Likes:
Published by hamdimatkilo

More info:

Published by: hamdimatkilo on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

 
Section I.1
Dec16Posted by indudt, Published on 16 December 20101. Pendekatan FungsionalPada pendekatan fungsional ini berusaha untuk melacak penyebab perubahan social sampaiketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhi dirimereka. Pendekatan ini merupakan suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnyadalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan pendekatanfungsional adalah Auguste Comte, Emile Durkheim, dan Herbet Spencer. Pemikiran structuralfungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologi, yaitu menganggap masyarakat sebagaiorganisme biologi yang terdiri dari organ-organ yang paling ketergantungan tersebutmerupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup. Samadengan pendekatan-pendekatan yang lainnya yang bertujuan untuk mencapai keteraturansosial. Teori struktural fungsional ini awalnya berangkat dari pemikiran Emile Durkheim,dimana pemikiran Durkheim ini dipengaruhi oleh Auguste Comte dan Herbert Spencer.Comte dengan pemikirannya mengenai analogi organismik kemudian dikembangkan lagi olehHerbert Spencer dengan membandingkan dan mencari kesamaan antara masyarakat denganorganisme, hingga akhirnya berkembang menjadi apa yang disebut dengan requisitefunctionalism, dimana ini menjadi panduan bagi analisa substantif Spencer dan penggerak analisa fungsional. Dipengaruhi oleh kedua orang ini, studi Durkheim tertanam kuatterminology organismik tersebut. Durkheim mengungkapkan bahwa masyarakat adalahsebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Bagian-bagiandari sistem tersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadiseimbang. Bagian tersebut saling interdependensi satu sama lain dan fungsional, sehingga jikaada yang tidak berfungsi maka akan merusak keseimbangan sistem. Pemikiran inilah yangmenjadi sumbangsih Durkheim dalam teori Parsons dan Merton mengenai strukturalfungsional. Selain itu, antropologis fungsional-Malinowski dan Radcliffe Brown jugamembantu membentuk berbagai perspektif fungsional modern.Selain dari Durkheim, teori struktural fungsional ini juga dipengaruhi oleh pemikiran MaxWeber. Secara umum, dua aspek dari studi Weber yang mempunyai pengaruh kuat adalah• Visi substantif mengenai tindakan sosial dan• Strateginya dalam menganalisa struktur sosial.Pemikiran Weber mengenai tindakan sosial ini berguna dalam perkembangan pemikiranParsons dalam menjelaskan mengenai tindakan aktor dalam menginterpretasikan keadaan.Perkembangan Teori Pendekatan Struktural FungsionalHingga pertengahan abad, fungsionalisme menjadi teori yang dominan dalam perspektif sosiologi. Teori fungsional menjadi karya Talcott Parsons dan Robert Merton dibawahpengaruh tokoh – tokoh yang telah dibahas diatas. Sebagai ahli teori yang paling mencolok dijamannya, Talcott Parson menimbulkan kontroversi atas pendekatan fungsionalisme yang iagulirkan. Parson berhasil mempertahankan fungsionalisme hingga lebih dari dua setengahabad sejak ia mempublikasikan The Structure of Social Action pada tahun 1937. Dalamkaryanya ini Parson membangun teori sosiologinya melalui “analytical realism”, maksudnyaadalah teori sosiologi harus menggunakan konsep-konsep tertentu yang memadai dalammelingkupi dunia luar. Konsep-consep ini tidak bertanggungjawab pada fenomena konkrit,tapi kepada elemen-elemen di dallamnya yang secara analitis dapat dipisahkan dari elemen-elemen lainnya. Oleh karenanya, teori harus melibatkan perkembangan dari konsep-konsepyang diringkas dari kenyataan empiric, tentunya dengan segala keanekaragaman dan
 
kebingungan-kebingungan yang menyertainya. Dengan cara ini, konsep akan mengisolasifenomena yang melekat erat pada hubungan kompleks yang membangun realita sosial.Keunikan realism analitik Parson ini terletak pada penekanan tentang bagaimana konsepabstrak ini dipakai dalam analisis sosiologi. Sehingga yang di dapat adalah organisasi konsepdalam bentuk sistem analisa yang mencakup persoalan dunia tanpa terganggu oleh detailempiris.Sistem tindakan diperkenalkan parson dengan skema AGILnya yang terkenal. Parsonmeyakini bahwa terdapat empat karakteristik terjadinya suatu tindakan, yakni Adaptation,Goal Atainment, Integration, Latency. Sistem tindakan hanya akan bertahan jika memeninuhiempat criteria ini. Dalam karya berikutnya , The Sociasl System, Parson melihat aktor sebagaiorientasi pada situasi dalam istilah motivasi dan nilai-nilai. Terdapay berberapa macammotivasi, antara lain kognitif, chatectic, dan evaluative. Terdapat juga nilai-nilai yangbertanggungjawab terhadap sistem sosoial ini, antara lain nilai kognisi, apresiasi, dan moral.Parson sendiri menyebutnya sebagai modes of orientation. Unit tindakan olehkarenayamelibatkan motivasi dan orientasi nilai dan memiliki tujuan umum sebagai konsekuensikombinasi dari nilai dan motivasi-motivasi tersebut terhadap seorang aktor.Karya Parson dengan alat konseptual seperti empat sistem tindakan mengarah pada tuduhantentang teori strukturalnya yang tidak dapat menjelaskan perubahan sosial. Pada tahun 1960,studi tentang evolusi sosial menjadi jawaban atas kebuntuan Parson akan perubahan sosialdalam bangunan teori strukturalnya. Akhir dari analisis ini adalah visi metafisis yang besar oleh dunia yang telah menimpa eksistensi manusia. Analisis parson merepresentasikan suatuusaha untuk mengkategorisasikan dunia kedalam sistem, subsistem, persyaratan-persyaratansystem, generalisasi media dan pertukaran menggunakan media tersebut. Analisis ini padaakhirnya lebih filosofis daripada sosiologis, yakni pada lingkup visi meta teori. Pembahasanmengenai fungsionalisme Merton diawali pemahaman bahwa pada awalnya Mertonmengkritik beberapa aspek ekstrem dan keteguhan dari structural fungsionalisme, yangmengantarkan Merton sebagai pendorong fungsionalisme kearah marxisme. Hal ini berbedadari sang guru, Talcott Parson mengemukakan bahwa teorisi structural fungsional sangatlahpenting.Parson mendukung terciptanya teori yang besar dan mencakup seluruhnya sedangkanparson lebih terbatas dan menengah.Seperti penjelasan singkat sebelumnya, Merton mengkritik apa yang dilihatnya sebagai tigapostulat dasar analisis fungsional( hal ini pula seperti yang pernah dikembangkan olehMalinowski dan Radcliffe brown. Adapun beberapa postulat tersebut antara lain:• Kesatuan fungsi masyarakat , seluruh kepercayaan dan praktik sosial budaya standardbersifat fungsional bagi masyarakat secara keseluruhan maupun bagi individu dalammasyarakat, hal ini berarti sistem sosial yang ada pasti menunjukan tingginya level integrasi.Dari sini Merton berpendapat bahwa, hal ini tidak hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapigeneralisasi pada masyarakat yang lebih besar.• Fungsionalisme universal , seluruh bentuk dan stuktur sosial memiliki fungsi positif. Hal inidi tentang oleh Merton, bahwa dalam dunia nyata tidak seluruh struktur , adat istiadat,gagasan dan keyakinan, serta sebagainya memiliki fungsi positif. Dicontohkan pula denganstuktur sosial dengan adat istiadat yang mengatur individu bertingkah laku kadang-kadangmembuat individu tersebut depresi hingga bunuh diri. Postulat structural fungsional menjadibertentangan.• Indispensability, aspek standard masyarakat tidak hany amemiliki fungsi positif namun jugamerespresentasikan bagian bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan. Hal ini berartifungsi secara fungsional diperlukan oleh masyarakat. Dalam hal ini pertentangn Merton punsama dengan parson bahwaada berbagai alternative structural dan fungsional yang adadidalam masyarakat yang tidak dapat dihindari.Argumentasi Merton dijelaskan kembali bahwa seluruh postulat yang dijabarakan tersebutberstandar pada pernyataan non empiris yang didasarakan sistem teoritik. Mertonmengungkap bahwa seharusnya postulat yang ada didasarkan empiric bukan teoritika. Sudut
 
pandangan Merton bahwa analsisi structural fungsional memusatkan pada organisasi,kelompok, masyarakat dan kebudayaan, objek-objek yang dibedah dari structural fungsionalharsuslah terpola dan berlang, merespresentasikan unsure standard.Awalnya aliran fungsionalis membatasi dirinya dalam mengkaji makamirakat secarakeseluruhan, namun Merton menjelaskan bahwa dapat juga diterapkan pada organisasi,institusi dan kelompok. Dalam penjelasan ini Merton memberikan pemikiran tentang themiddle range theory. Merton mengemukakan bahwa para ahli sosiologi harus lebih maju lagidalam peningkatan kedisiplinan dengan mengembangkan “teori-teori taraf menengah”daripada teori-teori besar. Teori taraf menengah itu didefinisikan oleh Merton sebagai : Teoriyang terletak diantara hipotesa kerja yang kecil tetapi perlu, yang berkembang semakin besar selama penelitian dari hari ke hari, dan usaha yang mencakup semuanya mengembangkanuato teori terpadu yang akan menjelaskan semua keseragaman yang diamati dalam perilakusocial. Teori taraf menengah pada prinsipnya digunakan dalam sosiologi untuk membimbingpenelitian empiris. Dia merupakan jembatan penghubung teori umum mengenai istem socialyang terlalu jauh dari kelompok-kelompok perilaku tertentu, organisasi, ddan perubahanuntuk mempertanggungjawabkan apa yang diamati, dan gambaran terinci secara teratur mengenai hal-hal tertentu yang tidak di generaliasi sama sekali. Teori sosiologi merupakankerangka proposisi yang saling terhubung secara logis dimana kesatuan empiris bisadiperoleh.The middle range theory adalah teori-teori yang terletak pada minor tetapi hipotesis kerjamengembangkan penelitian sehari-hari yang menyeluruh dan keseluruhan upaya sistematisyang inklusif untuk mengembangkan teori yang utuh. The middle range theory Merton inimemiliki berbagai pemahaman bahwa secara prinsip digunakan untuk panduan temuan-temuan empiris, merupakan lanjutan dari teori system social yang terlalu jauh daripenggolongan khusus perilaku social, organisasi, dan perubahan untuk mencatat apa yang diobservasi dan di deskripsikan, meliputi abstraksi, tetapi ia cukup jelas dengan data yangterobservasi untuk digabungkan dengan proposisi yang memungkinkan tes empiris danmuncul dari ide yang sangat sederhana. Dalam hal ini Merton seakan melakukan tarik danmenyambung, artinya apa yang dia kritik terhadap fungsionalis merupakan jalan yang diatempuh untuk menyambung apa yang dia pikirkan. Atau dianalogikan, Merton mengambilbangunan teori kemudian di benturkan setelah itu dia perbaiki lagi dengan konseptual yangmenurut kami sangat menarik.Para stuktural fungsional pada awalnya memustakan pada fungsi dalam struktru dan institusidalam amsyarakat. Bagi Merton hal ini tidaklah demikian, karrena dalam menganalis hal itu ,para fungsionalis awal cenderung mencampur adukna motif subjektif individu dengan fungsistuktur atau institusi. Analisis fungsi bukan motif individu. Merton sendiri mendefinisikanfungsi sebagai konsekuensi-konsekuensi yang didasari dan yang menciptakan adaptasi ataupenyesuian, karena selalu ada konsekuensi positif. Tetapi , Merton menambahkankonsekuensi dalam fakta sosial yang ada tidaklah positif tetapi ada negatifnya. Dari siniMerton mengembangkan gagasan akan disfungsi. Ketika struktur dan fungsi dpat memberikankontribusi pada terpeliharanya sistem sosial tetapi dapat mengandung konsekuensi negativepada bagian lain.Hal ini dapat dicontohkan, struktur masyarakat patriarki c memberkankontribusi positif bagi kaum laki-laki untuk memegang wewenang dalam keputusankemasyarakatan, tetapi hal ini mengandung konsekuensi negative bagi kaum perempuankarena aspirasi mereka dalam keputusan terbatas. Gagasan non fungsi pun , dilontarkan olehMerton. Merton mengemukakan nonfungsi sebagai konsekuensi tidak relevan bagi sistemtersebut. Dapatkonsekuensi positif dimasa lalu tapi tidak dimasa sekarang.Tidaklah dapatditentukan manakah yang lebih penting fungsi-fungsi positif atau disfungsi. Untuk itu Mertonmenambahkan gagasan melalui keseimbangan mapan dan level analisis fungsional.Dalam penjelasan lebih lanjut , Merton mengemukakan mengenai fungsi manifest dan fungsilaten.Fungsi manifest adalah fungsi yang dikehendaki, laten adalah yang tidak dikehendaki.Maka dalam stuktur yang ada, hal-hal yang tidak relevan juga disfungso laten

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Taruna Yotatulu liked this
Nazirah Mustafa liked this
Sampean liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->