2
Berita Utama
Edisi 231 TEdisi 231 TEdisi 231 TEdisi 231 TEdisi 231 Tahun X Iahun X Iahun X Iahun X Iahun X I3- 10 Maret 20113- 10 Maret 20113- 10 Maret 20113- 10 Maret 20113- 10 Maret 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Alamat Redaksi
Jl. Bina Harapan No. 38-C,Telp. (021) 79192764Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan
E-mail
: mediarakyat_new@yahoo.com
Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi
:Jl. Manunggal VII Krajan LamaranKel. Palumbonsari Kab. Karawang Jawa BaratTelp. (0267) 8454238
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon.SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
HisarMT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Irwan Hamid,
Litbang :
Herman Sugianto,
Manager Iklan :
Rudi Harris,
Manager Distribusi:
Herdi,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi,Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu,
Jakarta Barat :
Mohammad(Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor, Depok :
Ali, Ruslan,
Bekasi Kota :
S. Wahyudi,
Kab. Bekasi :
A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani,
Purwakarta :
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Kota Bandung :
Dodi Sulaeman(Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka :
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan,Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
UndangSuryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
Rustandi,
Biro Cianjur :
Ruslan AG, Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah(Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
Ciamis :
Heri Herdiana (Kepala),
Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
HalimUntar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kab. Biro),Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi (Kepala),
Kota Palembang,
Adiyanto (Kepala),
Kota Prabumulih / kab. Muara Enim :
Alex Effendi (Kepala), IndraApriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin,
Biro Batu Raja / OKU :
Sahmi (Kepala),
Biro Oku Selatan :
Thomas Ivan,
Ogan Ilir :
Marleni (Kepala), Astute,
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala), Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
Perwakilan Jambi :
Leman Burhan, (Kepala), Hendar,
Muara Bungo :
Suyono,
Kab. Tebo :
Herzaldi,
Musirawas/ Lubuk Linggau :
Iman Koesnadi,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto,
Biro Batam :
Ganda S.Prawira(Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano,
Kab. Bintan :
Defran,Edi Ishak,
Biro Natuna :
Roy S. (Kepala),
Kab. Anambas :
S. Edwar. S (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah(Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Perwakilan Jawa Timur:
Deasy Epita A (Kepala),
Mojokerto :
Moh. Lutfi,
Lamongan :
Adi Sugiarto (Kepala), HualaSimanjuntak, Julian Tri, Prayitno,
Banyuwangi :
M. Arif Afadi,
Kupang :
Moses Mone Kaka (Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu :
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Kota Medan :
Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti,
Tebing Tinggi :
Hasni (Kepala), Herdan,
Langkat :
Ojak Sianturi (Kepala), Waskito,
Deli Serdang :
T. Manalu (Kepala), Belfri,
Pematang Siantar :
Heru (Kepala), Sintan,
Simalungun :
Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun,
Tarutung :
Juang N,
Dairi :
Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi,
Padang Sidempuan :
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman, Putu Artha.
Direktur FBIKunjungi KPK
Jakarta,(MR)
Program penanggu-langan kemiskinan klaster 4yang dicanangkan presidendianggap sebagai suatureinovasi dan pengembangandari program penanggulangankemiskinan yang sebelumnyasudah ada. Namun pemerintahharus kembali memperhatikanimplementasi dari programtersebut agar program berjalansesuai dengan harapan.Demikian yang disampaikanpengamat ekonomi UniversitasAtma Jaya A. Prasetyantoko, Kamis (24/2)."Saya selama ini melihat program pemerintah sudahbervariasi. Ini merupakan reinovasi dan pengembangan dariprogram yang sudah ada," katanya. Namun Prasetyantokomelihat rencana program yang sudah bagus tersebut seringkaliterkendala oleh masalah implementasi atau eksekusi dilapangan.Menurutnya, hal itu terjadi karena sistem birokrasi danpejabat pemerintah yang tidak cukup mampu dalam melakukanimplementasi dan eksekusi kebijakan di lapangan. "Sebenarnya presiden sudah mengetahui hal itu, seperti soalinfrastruktur di Jakarta. Desainnya sudah ada tetapi kok gakjalan-jalan. Jadi seringkali pejabat kita planning-nya bagus,eksekusinya buruk," tutur Prasetyantoko.Ia melanjutkan, ketidakmampuan sistem birokrasi danpejabat pemerintah dalam mengimplementasikan programpenanggulangan kemiskinan disebabkan oleh dua faktor, yaitupengaruh politik pada kebijakan yang diambil pejabat tertentudan kompetensi pejabat itu sendiri." Pengaruh politik sangat kontaminatif terhadap suatukebijakan, bahkan di tingkat dirjen (direktur jenderal) punpengaruh partai sangat kuat. Harusnya yang profesionaldilakukannya. Sementara kompetensi pejabat itu sendiri masihkurang terkait dengan reformasi birokrasi yang tidak berjalan,"jelas Prasetyantoko.Secara keseluruhan program penanggulangan kemiskinanharus terintegrasi dengan kebijakan ekonomi makro. Selamaini Prasetyantoko melihat masih ada sebuah paradoks yangmenunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkattetapi tidak ditunjukkan dengan peningkatan kesejahteraansebagian besar masyarakatnya.Selain itu Prasetyantoko menghimbau pemerintah agarjangan terus-menerus mencanangkan programpenanggulangan kemiskinan yang bersifat karitatif atau hanyamemberikan bantuan langsung.Program tersebut seharusnya juga dapat memberdayakanmasyarakat miskin. "Program karitatif boleh-boleh sajasebenarnya. Neccesary but not sufficient," ujarnya.
>> Nugraha
ImplementasiProgram KemiskinanHarus Dipantau
A. Prasetyantoko
Selamat MemperingatiMaulid Nabi Muhammad SAW
Tahun 1432 H
Drs. H. Ridwan
Kepala KUA Kec. Rungkut
Lubuk linggau,(MR)
Sekitar 3356 hektar perkebunan karet masyarakat di kotaLubuklinggau Sumatera Selatan, mengalami kerusakan dantidak produktif. Hal ini lebih disebabkan factor usia kebun danfactor perubahan cuaca. “ Adanya lahan perkebunan karet yangkurang produktif tersebut lebih disebabkan usia kebun yangtua dan factor pebuahan cuaca yang saat ini tidak stabil,” kataAbu Bakar, Kabid Perkebunan pada Dinas Tnamana Pangan,Perkebunan dan Kehutanan kota Lubuklinggau.Dijelaskan untuk produksi komoditi karet Kota Lubuklinggau,selama tahun 2010 mencapai 9.501,56 ton atau produksi rata-rata perhektarenya selama saru tahun 821 Kilogram.Jumlah Produksi Komoditi karet mengalami peningkatandibandingkan dengan rata-rata produksi tahun sebelumnya yanghanya mampu memproduksi rata-rata perhektarenya hanyasebesar 796,75 Kilo atau sebanding 0,796 ton.Jumlah produksi tersebut didapat dari jumlah areal tanamankaret seluas 13.874 hektare. “Tanaman Belum Menghasilkan(TBM) seluas 2.295,30 hektare. Lahan Menghasilkan seluas8.219,70 hektare,” tambahnya.Seperti yang diungkapkan Soleh (46) Salah seorang Taukekaret. Untuk sekarang ini petani karet dalam kota Lubuklinggaudan kabupaten Musi Rawas sedikit bernapas lega karenaadanya peningkatan harga. Harga rata-rata karet saat ini Rp19-20 Ribu/kilogramnya.“ Dibandingkan dengan harga sebelumnya kita sedikit bisalega mengingat harga karet yang cukup mahal, tapi kenaikanharga ini mestinya tidak diiringi dengan tingginya hargakebutuhan pokok seperti cabai, karena kalau tidak makakenaikan harga karet juga tidak berpengaruh banyak,” ujarnya.
>> Saliem/ Imam
3356 Hektare Kebun KaretMasyarakat Tidak Produktif
Jakarta,(MR)
Pemerintah menyiapkanPeraturan Presiden (Perpres)baru untuk rencana pembangu-nan Jembatan Selat Sunda(JSS). Karena Perpres 13/2010tentang kerjasama pemerintahdengan badan usaha dalampenyediaan infrastruktur sudahtidak memadai lagi untuk megaproyek seperti JSS. " Draf Per-pres baru yang akan mengaturantara lain bagaimana proyek JSS dikerjakan, organisasinyadan pengelolanya siapa, tidak lagi bisa dipenuhi oleh Perpres13/2011," kata Menteri Peker-jaan Umum, Djoko Kirmanto,kepada pers di Jakarta, Senin(1/3).Yang jelas keberadaan JSStersebut sangat strategis untuk menghubungkan Pulau Suma-tera dan Jawa sehingga diha-rapkan ke depan, tidak lagi ter-ganggu jika tersedia jembatanyang memadai. "Rencana kami,ground breaking (peman-cangan tiang pertama untuk pembangunan konstruksi)pembangunan JSS direncana-kan pada 2014," katanya.Djoko juga mengatakan,tim ahli saat ini sedang bekerjamenyiapkan disain detil yangdipimpin oleh Wakil MenteriPekerjaan Umum dan ada jugatim lain yang dipimpin olehDitjen Bina Marga Kemen-terian Pekerjaan Umum. "Salahsatu hasil terkini menyebutkan,JSS secara teknis dirancangmampu menghadapi permin-
Pemerintah Siapkan Perpres BaruJembatan Selat Sunda
taan beban dari truk terberat,termasuk untuk kereta api.Yang justru menjadi kajian paraahli dan menjadi kekhawatiranutama adalah angin di selatSunda," katanya.Hal itu, tambah Djoko,karena pada JSS yang diren-canakan sepanjang 28 km danakan menjadi jembatan terpan-jang se-dunia ini, terdapatbentang jembatan sepanjang2,5 km tanpa tiang.Sebelumnya, Pemerintahpusat akan mendukung biayapembangunan JSS Sunda (JSS)sebesar 33%- 43%. Dukungansebesar 33% atau senilai Rp59triliun akan diberikan apabilatidak terdapat jalur kereta apipada Jembatan Selat Sunda.Sedangkan dukungan sebesar43% atau Rp106 triliun akandiberikan apabila terdapat jalurkereta api pada jembatantersebut.Hal itu disampaikan WakilMenteri Pekerjaan Umum Her-manto Dardak dalam PelatihanRegional Development Man-agement Leadership Training(RDML) bertema EnhancingStrategic Change and TeamLeadership beberapa waktulalu. "Dukungan pemerintahterhadap proyek JembatanSelat Sunda diperlukan karenanature proyek yang membutuh-kan pendanaan besar dankelayakan finansial yang ren-dah. Besar dukungan tersebutdidasarkan pada analisis finan-sial agar kelayakan proyek mencapai 16 persen," katanya.Menurut Hermanto Dardak,analisis mengenai ada tidaknyajalur kereta api pada JSS antaralain karena kereta api akanmeningkatkan kapasitas laya-nan transportasi jembatan.Beban kereta api jauh lebihberat dari beban kendaraanjalan raya, dibutuhkannyapersyaratan geometri dankriteria desain khusus, sertastudi kasus perencanaan Jem-batan Akasi Kaikyo di Jepangyang biayanya dapat berkurangsekitar 30% jika tanpa jalurkereta api.Aspek teknis yang turutdipertimbangkan dalam pemili-han rute dan konfigurasi jem-batan adalah aspek geologi,sesar, kontur dasar laut, kegem-paan, vulkanologi dan tsunami.Selain itu, kondisi lingku-ngan laut dan cuaca, tata gunalahan dan dampak lingkungan,tinggi ruang bebas dan bentangtengah jembatan, lebar dantinggi dek jembatan, sertaaerodinamika dan aerolastik jembatan.Selat Sunda merupakanbagian dari Alur Laut Kepu-lauan Indonesia (ALKI) makapembangunan jembatan jugaperlu mempertimbangkan jenisdan ukuran kapal terbesar didunia.Ruang bebas vertikal padaJembatan Selat Sunda diusul-kan sebesar 75 m dengan mem-pertimbangkan kebutuhanruang bebas vertikal pada kapalpeti kemas terbesar di duniaMaersk Line butuh ruang 71,5m. " Kapal penumpang terbesardi dunia butuh ruang 58,7 m,Kapal induk terbesar di duniaNimitz Class butuh ruang 57,9m dan SS Enterprise 71,2 m,"kata Hermanto.
>> Ediatmo
Jakarta, (MR)
Duta besar AmerikaSerikat Scot Marciel, Selasa (1/ 3) datang ke kantor KomisiPemberantasan Korupsi (KPK)untuk mengkoordinasikanrencana kunjungan DirekturFederal Bureau Investigation(FBI) Robert Mueller, Rabu (2/ 3)."Kunjungan rutin, sekali-gus koordinasi mengenaikunjungan direktur FBI besok diKPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat ditemui di kantorKPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (1/3).Selain mengkoordinasikan kedatangan petinggi FBI, Scotdan beberapa stafnya juga melakukan pertemuan denganpimpinan KPK. Menurut Wakil Ketua KPK Bidang PencegahanM Jasin, dalam pembicaraan tersebut Dubes Amerika jugamenyampaikan dukungan pada pemberantasan korupsi di In-donesia. " Dubes Amerika mendukung usaha pemberantasankorupsi dan pembenahan, kususnya yang berkaitan denganpembenahan sistem keuangan dalam perpolitikan," jelas Jasin.Menanggapi hal itu, Jasin mengatakan pihaknya jugatengah melakukan kajian penggunaan dana untuk kegiatankampanye dari sejumlah perusahaan ke calon kepala daerahatau partai.
>> Ediatmo
Direktur FBI Robert Mueller
Jakarta,(MR)
Kepala Kepolisian RI(Kapolri) Jenderal Pol TimurPradopo mengatakan, Polrisegera membentuk DetasemenAnti Anarkis. "Sekarang sudahkita siapkan untuk dibentuk dan nanti kita simulasikan,"kata Timur, Selasa.Sementara itu, Kepala
Polri Bentuk Detasemen Anti Anarkis
Bagian Penerangan Umum(Kabag Penum) Polri, KombesPol Boy Rafli Amar menjelas-kan Detasemen Anti Anarkisada di tiap-tiap Polda. "Adasatuan tertentu di tiap-tiap dae-rah yang akan dipersiapkanmenghadapi tindakan-tindakananarkis," katanya.Detasemen ini bisa meng-implementasikan ProsedurTetap 1/X/2010 tentangPenanggulangan Anarki danakan dilakukan pelatihan-pelatihan. "Detasemen untuk menjawab tantangan tugasyang terus berkembang makaperlu ada, dimana sebelumnyasudah ada tapi ini lebih di-khususkan lagi," kata KabagPenum.Detasemen Anti Anarkis initerdiri dari unsur-unsurdiantaranya Brimob danPasukan Huru-Hara (PHH)sebagai tim penindak memban-tu tim Pengendali Massa(Dalmas)." Dalam menghadapi massaada upaya-upaya dalam rangkamenghadapi tindakan anarkis,dimana di situ ada tembaknyatetapi sekarang ini dalamrangka capacity building parapersonel di lapangan," kataBoy.Intinya dalam rangkapeningkatan kualitas pelayanandalam menghadapi pengama-nan-pengamanan yang dipre-diksi akan berdampak padatindakan anarkis dari kelom-pok-kelompok masyarakat ataupelaku yang sifatnya mengarahkepada pengrusakan, katanya.
>> Tedy Sutisna
Jenderal Pol. Timur Pradopo
Jakarta, (MR)
Pengujian ulang terhadapseluruh merek susu formulayang dilakukan oleh BadanPenelitian dan PengembanganKesehatan (Litbangkes)Kemenkes diperkirakan bakalmemakan waktu 6-9 bulan.Ini penelitian besar yangmembutuhkan waktu lama.
Uji Susu Formula Bisa Sampai 9 Bulan
Oleh karena itu sebelumpengumpulan sampel danmodel pengujian dilakukan,harus diubat proposal koordi-nasi pelaksanaan penelitiandahulu, jelas Menteri Keseha-tan Endang Rahayu Sedyaning-sih seusai membuka konferensiWHO Regional Asia Tenggaradi Jakarta, Selasa (1/3).Proses penyusunan pro-posal penelitian rencananyabakal digelar pada Kamis (3/3)antara Kemenkes, BPOM,Ditjen Dikti Kemendiknas, danIPB. Salah satu isu pentingyang bakal dibahas adalahpenyatuan metodologi peneli-tian yang sama antara ketigalembaga tersebut. Metodologipenelitian juga akan disinkron-kan sedekat mungkin denganmetodologi riset tim IPB saatmenemukan susu formulaterkontaminasi virus enterobac-ter sakazakii (ES).Menkes juga memastikanpenelitian bersama nantiterhadap seluruh merek susuformula dan makanan bayiyang beredar di pasaran tidak hanya bertujuan mencaribakteri ES saja. Riset juga akanmencari bakteri lainya yangdilarang terdapat pada produk susu sesuai dengan aturan Co-dex Alimentarius (standarkeamanan pangan dunia), yaitubakteri Salmonella, Shigelladan E Coli.
>> Nokipa