Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
143Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TRAGEDI AMBON BERDARAH

TRAGEDI AMBON BERDARAH

Ratings:

4.63

(24)
|Views: 38,979 |Likes:
Published by jodi p

More info:

Published by: jodi p on Aug 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
KONSPIRASI POLITIKRMS DAN KRISTENMENGHANCURKANUMMAT ISLAM DIAMBON-MALUKU
Judul:Fakta, Data dan Analisa
KONSPIRASI POLITIK RMS DAN KRISTENMENGHANCURKAN UMMAT ISLAMDI AMBON - MALUKUMengungkap Konflik Berdarah Antar Ummat Beragamadan Suara Hati Warga Muslim yang Teraniaya
Penulis:
 Rustam Kastor
Editor:
Irfan S. Awwas
Disain Cover:
Dicky Hidayat
Type Lay Out/Setting:
Muflich.Asy
Cetakan Pertama:
 Syawwal 1420 H / Februari 2000 M
 Cetakan Kedua:
 Dzulhijjah, 1420 H / Maret 2000 M
Penerbit:
 WIHDAH PRESS
Penerbit dan Penyebar Buku Islami
Jl. Kusumanegara No. 98 YogyakartaTelp. / Fax. (0274) 389135
ISBN : 979 - 9311 - 07 - 1
 
Distributor :
 
CV. ADIPURA Yogyakarta Telp. ()274) 373019
  Hak Pengarang dilindungi Undandangng-u
All Rights Reserved
 
 
KATA PENGANTAR
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia,bukan karena orang itu membunuh orang lain,atau melakukan kerusakan di muka bumi,maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,maka seolah-olah dia telah memeliharakehidupan manusia seluruhnya”.
 (Qs. Al-Maidah, 5:32
)
KETIKA jarum jam sejarah dunia beranjak memasuki tahun 2000 dan mulainya abad ke-21,Indonesia sedang terbakar oleh api permusuhan, akibat konflik kepentingan, ambisi kekuasaanserta nafsu keserakahan.Perjalanan menuju Indonesia Baru yang adil dan beradab, manusiawi dan demokratis, dibawah naungan Pancasila, agaknya hanya
utopia
belaka. Sejak Indonesia merdeka, belumpernah ada seorang penguasa di negeri ini yang, secara serius dan sungguh-sungguh berusahamembawa Indonesia ke arah cita-cita dimaksud.Kini, konstelasi politik nasional, justru memperlihatkan kecen- derungan yang sebaliknya.Kita tengah menyaksikan suatu episode sejarah di mana tragedi kemanusiaan dijawab olehpemerintah hanya dengan retorika politik dan pelecehan atas derita ummat manusia.Konflik horizontal antar ummat beragama dan sejumlah krisis sosial, politik dan ekonomi,tengah mencengkeramkan taring- taringnya ke atas ubun-ubun bangsa ini. Semua ini amatmerisau- kan, sebagaimana ungkapan seorang penyair: “Jika terdapat seribu pembangun danseorang penghancur. Itu sudah cukup untuk meluluh lantakkan seluruh bangunan. Bagaimana jika terdapat seribu penghancur dan hanya ada seorang pembangun?”Itulah kenyataan yang mengharu-biru Indonesia kini. Betapa banyaknya kaum penghancurdan perusak, provokator kerusuhan maupun propagandis kesesatan. Tragedi kemanusiaan,yang demikian besar dan meresahkan sedang melingkupi hampir seluruh atmosfir bangsa ini.Menghilangkan nyawa seorang manusia, tanpa alasan yang benar dan adil, dalam pandanganIslam merupakan peristiwa besar yang tidak bisa disepelekan,karena sama artinya denganmenghilangkan nyawa semua orang. Itulah faham kemanusiaan yang dianut Islam, dan yangtertera di dalam al-Qur’an, surat al-Maidah ayat 32:
“Oleh karena itu Kami perintahkan kepada Bani Israil, ”Barang siapa yang membunuh seseorang,bukan lantaran dia membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat bencana di muka bumi, makaseakan-akan ia telah membunuh semua manusia. Dan siapa yang menghidupkan (tidak melakukan pembunuhan dan kerusakan), maka berarti ia telah menghidupkan semua manusia. Dan sesungguhnyatelah datang kepada mereka rasul-rasul Kami yang membawa keterangan yang nyata, Kemudian banyakdi antara mereka sesudah itu berbuat bencana yang melampaui batas di muka bumi”.
Respons Pemerintah dan TNI
 
Darah luka yang menetes di bumi Ambon, Tual, Tobelo, Namlea, Haruku, Halmahera, danentah dipojok manalagi di tanah Maluku, kian terasa perih dan memedihkan hati. KonspirasiPolitik antara RMS, GPM dan PDI-P (eks Parkindo dan partai Katholik), seakan telah dengansengaja menebar ranjau maut dalam setahun terakhir ini, untuk menghancurkan ummat Islam.Terjadinya konflik berdarah antar pemeluk ummat beragama di Ambon dan Maluku, walaudalam sekala lokal, namun mengakibatkan korban pembantaian yang luarbiasa dahsyatnya.Ribuan nyawa manusia muslim dicabut, tubuhnya dicincang dan dibakar, ratusan Masjiddihancurkan, rumah-rumah penduduk dibumi hanguskan, harta benda di lenyapkan, danpuluhan ribu wanita, orang tua dan anak-anak menjadi warga pengungsi.Mengherankan, respons pemerintah dalam hal ini, terkesan sangat lamban dan sama sekalitidak memuaskan.Dalam kunjungan resminya ke daerah yang diselimuti awan kelabu bersamaWapres Megawati Soekarno Putri, 12 Desember 1999, Presiden Abdurrahman Wahid bahkanbersikap seakan-akan bukan sebagai Presiden. Dalam pertemuannya dengan tokoh-tokoh
2
 
agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, beliau mengatakan:”Kerusuhan Ambon hanya dapatdiselesaikan oleh orang Ambon sendiri. Pemerintah pusat hanya akan berperan sebagaipendorong dan membantu”.Keputusan untuk menyerahkan penyelesaiannya kepada masyarakat Ambon sendiri,setelah kerusuhan berlangsung lebih setahun dan korban terus berjatuhan setiap hari, memangterasa aneh dan terkesan pemerintah ingin melepaskan tanggung jawabnya. Adalah mustahilmenyerahkan penyelesaian sendiri terhadap dua kelompok yang sedang bertikai, tanpahadirnya pihak ketiga sebagai pendamai.Menanggapi kerusuhan yang, dalam retorika politik Indonesia, bernuansa SARA, sikappemerintahan Gus Dur selalu mengecewa-kan jika yang menjadi korbannya adalah ummatIslam. Dalam banyak kesempatan, Gus Dur malah seringkali menyepelekan pengorbananummat Islam dan meremehkan penderitaan mereka.Berkenaan dengan solidaritas ummat Islamterhadap situasi di Maluku misalnya, pak presiden malah mengancam sambil melecehkan.Sikap beliau akan berbeda manakala yang menjadi korban adalah ummat Kristen, dia selalutampil membela dan melindungi. Untuk hal ini, Gus Dur pernah memberi alasan,”Kita tidakingin dikatakan oleh dunia luar, bahwa di Indonesia warga mayoritas muslim telahmembahayakan nasib warga minoritas non muslim”. Berhadapan dengan ummat Islam, seakantidak ada sesuatu apa pun yang perlu dikhawatirkan. Seakan membenarkan ungkapan, dalambahasa orang Ambon,”Gus Dur, seng ada lawan!”Adapun TNI, sikapnya luar biasa gagah perkasa dan pasang kumis jika berhadapan denganmassa Islam, tetapi terhadap massa selainnya mereka menjadi pasukan yang lemah dan tidakberdaya. Dalam peristiwa Doulos Jakarta, misalnya. Banyak muballigh yang ditang-kap, tapitidak demikian halnya ketika masjid Istiqlal diledakkan manusia biadab. Ketika disinyalirseribu orang preman jalan Ketapang Jakarta dikirim untuk melakukan kerusuhan di Ambon,TNI tidak berbuat apa-apa. Tapi dalam kerusuhan di Mataram, NTB, Kapolda langsungmengeluarkan perintah tembak di tempat, dan akan menindak siapapun yang mengadakanpengumpulan massa atas nama agama. Jadi, berhadapan dengan massa Islam, TNImemperlihatkan wajah rezim orde baru yang otoriter, sebaliknya terhadap massa yang bukanIslam, TNI menunjukkan wajah yang reformatif dan demokratis.Malangnya, setiapkali ummat Islam menunjukkan solidaritas imaniyah, kemudian bangkitmenjawab, menentang atau melawan kezaliman serta kedurjanan itu, tiba-tiba seluruh mediacetak dan elektronika, penguasa thaghut serta tokoh-tokoh sekuler dan munafik mengatakanbahwa ummat Islam sebagai perusuh, pemberontak dan pengganggu keamanan. Merekamengutuk, melaknat, menghalangi dengan segala kekuatan yang mereka siapkan. Berbagaiistilah kotor bermunculan, kemudian mensifatkan tindakan ummat Islam sebagai provokatordan penjahat. Akan tetapi yang mengherankan adalah, apabila kalangan Kristen atau musuh-musuh Islam yang memulai pemerkosaan, penyiksaan maupun pembunuhan, tidak seorangpun dari para dedengkot demokrasi atau pembela HAM yang dengan gagah perkasa bangkituntuk menyelesaikan dan menghukum mereka sebagai penjahat perang, penjagalkemanusiaan, dan istilah-istilah yang semisal dengannya, kecuali segelintir ummat Islam yangberani tampil dengan gagah mengumandangkan kalimat Thayyibah, dan mengang- katsetinggi-tingginya bendera Islam. Semoga Allah menolong mereka.Peragaan ketidakadilan seperti ini, jelas tidak kondusif untuk mewujudkan perdamaiandalam menyelesaikan pertikaian horizontal yang melanda masyarakat dewasa ini. Sikaprepresif dan diskriminatif pemerintah, apapun alasannya, tidak akan membuat jera ummatIslam. Sudah terlalu sering ummat Islam bangsa Indonesia diperlakukan secara zalim, nyatanyatidak pernah menyurut-kan semangat mereka untuk melakukan perlawanan atas namaagamanya. Ummat Islam tidak menuntut untuk dibela, atau di-perlakukan istimewa, tetapimenuntut supaya pemerintah bersikap adil dalam merespons berbagai gejolak yang timbul dimasyarakat.
Mengapa Ummat Islam Dimusuhi
 
Pada zaman permulaan Islam, menjadi seorang muslim berarti menjadi manusia mulia danterhormat. Oleh karena itu, siapa saja yang menjadi muslim karena kesadaran, maka denganrela hati mereka meninggalkan seluruh masa lalu jahiliyahnya. Mereka berkeyakinan, tanpaIslam mereka hanya sampah saja, tak bedanya dengan orang-orang kafir dan musyrik yang adaketika itu. Sebaliknya, dengan Islam mereka merasa terangkat harkat kemanu-siaannya,
3

Activity (143)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
1 hundred thousand reads
upriadil added this note
kesadaran umat untuk berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah makin menguat dari hari ke hari. Semua ini merupakan hasil dari dakwah yang tak kenal lelah, bukan hasil dari berdiam diri. Syariah Islam pasti akan diterapkan kembali dan al-Khilafah juga pasti akan tegak kembali. Itu adalah kemenangan yang besar dan kemuliaan yang agung. Namun, yang terpenting hendaknya kita semua tidak diam menungg
tinfuse liked this
Ann Child Shot liked this
Insanul Kamil liked this
Chaken Kotu liked this
Achmad Muhaimin added this note
teruslah berjuang mujahidin,,,jihat adalah kewajiban

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->