P. 1
Proposal Cara Merawat BBL

Proposal Cara Merawat BBL

Ratings: (0)|Views: 2,884 |Likes:
Published by Fahriadi

More info:

Published by: Fahriadi on Mar 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Strategi pembangunan nasional adalah pembangunan berwawasankesehatan untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. Strategi ini harus diikutidengan pembangunan sumber daya manusia berkualitas, yang bercirikanmanusia sehat, cerdas, produktif, dan mandiri. Upaya ini harus dimulaisedini mungkin yaitu sejak manusia itu masih berada dalam kandungan, bayidan semasa balita.Setiap tahun diperkirakan delapan juta bayi lahir meninggal padabulan pertama setelah kelahiran dan sekitar 80 persen kematian neonatal initerjadi pada minggu pertama. Sebagian besar dari kematian ini terjadi dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Angka kematian bayi di Indonesiamenurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 sebesar 26,9 per 1000kelahiran hidup. Tingginya kematian bayi pada usia hingga satu tahunmenunjukkan masih rendahnya status kesehatan ibu dan bayi baru lahir,rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnyapada masa persalinan dan segera sesudahnya, serta perilaku ibu hamil dankeluarga serta masyarakat yang bersifat negatif bagi perkembangankehamilan sehat, persalinan yang aman dan perkembangan dini anak.
 
Perawatan bayi baru lahir yang baik dan benar merupakan salahusaha untuk mendukung upaya penurunan kematian bayi. Perawatan bayibaru lahir merupakan bagian perawatan maternal. Bayi baru lahir akanmenjadi orang yang berdiri sendiri yang membutuhkan perhatian,perawatan dan pengawasan yang baik (Manuaba, 2002). Perawatan bayibaru lahir berkembang sejalan dengan pengetahuan bahwa bayi adalahlemah dan tidak berdaya, membutuhkan panas tubuh ekstra, dan merupakanperiode hidup yang berbahaya sehingga harus mendapatkan perlindungan,pengaturan lingkungan dibawah pengawasan yang konstan (Hamilton,2000).Infeksi pada talipusat atau tetanus neonatorum merupakan salah satucontoh dari perawatan bayi baru lahir yang kurang baik. Di negara-negaraberkembang seperti Indonesia, tetanus neonatorum menyebabkan kematianbayi yang cukup tinggi karena pemotongan tali pusat masih banyak menggunakan alat-alat tradisional. Masuknya kuman tetanus
Clostridumtetani
sebagian besar melalui tali pusat. Masa inkubasinya sekitar 3 – 10hari dan semakin pendek masa inkubasinya maka penyakit akan semakinfatal. Tetanus neonatorum menyebabkan kerusakan pada pusat motorik,jaringan otak, pusat pernafasan dan jantung (Manuaba, 2002).Sebagian besar ibu yang mempunyai bayi merasa takut dan malasuntuk merawat tali pusat yang tampak tidak menarik apalagi bila bayi baruberumur beberapa hari dan tali pusat masih basah. Selain itu dalambudaya masyarakat kita masih banyak ditemui mitos-mitos tentang
 
perawatan talipusat bayi yang beresiko terhadap terjadinya infeksi padatalipusat. Salah satunya adalah anjuran untuk menempelkan uang logamdiatas pusat bayi setelah talipusatnya puput, tujuannya adalah agar pusatbayi tidak menonjol (bodong). Kemudian masih banyak masyarakat kitayang melakukan hal yang dapat mengakibatkan talipusat terinfeksi,contohnya talipusat bayi yang dibubuhkan dengan kopi dan air jeruk yangmuda agar talipusat cepat mengkerut dan kering.Tindakan pencegahan aseptik yang baik hendaknya perludiperhatikan pada perawatan dini tali pusat. Yang paling penting dalamperawatan tali pusat adalah hygiene perawatan yang baik, terutamamencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. Suatu carapencegahan lain yang merupakan prosedur rutin adalah mengoleskanujung tali pusat dan kulit abdomen disekitarnya dengan antiseptik dalamhal ini
povidone iodine
. Dengan cara ini maka populasi bakteri padadaerah tempat masuknya infeksi pada bayi sangat menurun terutamakuman patogennya (Yu dan Monintja, 1997).Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatanbaik individu, kelompok, masyarakat dikelompokan menjadi 4 yaitulingkungan (
environment 
), perilaku (
behavior 
), pelayanan kesehatan(
health services
), dan keturunan (
hereditas
) (Blum, 1974 dalamNotoatmodjo, 2005). Pengetahuan dan motivasi adalah salah satu unsur perilaku manusia dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan.Pengetahuan dapat dikatakan sebagai pengalaman yang mengarah pada

Activity (34)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Angelwice Sweet liked this
Nandita Yogis P liked this
Rola Darmansyah liked this
Threez Cliquers liked this
Winda Sri Mialni liked this
Mardian Ners liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->