Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah psikologi lingkungan

makalah psikologi lingkungan

Ratings: (0)|Views: 3,633|Likes:
Published by Etty Septia Sari

More info:

Published by: Etty Septia Sari on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap PengembanganProgram “
Corporate Social Responsibility 
” di areal sekitar pertambangan(Studi Kasus di pertambangan bauksit PT. Harita Prima Abadi MineralKecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat)I.PENDAHULUAN
Industri pertambangan adalah salah satu industri yang mendukung programpembangunan nasional. Pendayagunaan secara bijak segala jenis bahan tambang(
good mining practices
) dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomiannasional maupun daerah. Hal ini dikarenakan hasil tambang tidak hanyadimanfaatkan untuk keperluan domestik dalam negeri tetapi juga dapat diekspordan menghasilkan devisa bagi negara Indonesia.Pertambangan sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusiterhadap perekonomian nasional juga harus dapat memberikan kesejahteraan bagirakyat Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut pengelolaan pertambangan harusdilakukan secara bijak. Untuk itu pemerintah dalam melakukan pengelolaanpertambangan melibatkan peran swasta dalam rangka pemberdayaan masyarakat.Pertambangan di satu sisi dapat memberikan dampak positif sepertiterciptanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar daerah pertambangan sehinggasecara ekonomi meningkatkan pendapatan masyarakat dan secara sosialmengurangi angka pengangguran. Tetapi di sisi yang lain kegiatan pertambangan juga menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Kegiatan pertambangan pastiakan berdampak negatif yaitu merusak lingkungan.Perusahaan sebagai pihak yang melakukan kegiatan pertambangan harusmempunyai program untuk mengurangi dampak negatif dari kegiatanpertambangan. Diantaranya adalah melakukan kegiatan reklamasi untukmemperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat kegiatan pertambangan,melakukan kegiatan
Corporate Social Responsibilt
(CSR) sekitar arealpertambangan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambanganbauksit, PT. Harita Prima Abadi Mineral juga melakukan kegiatan reklamasi untukmemperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat pertambangan terbuka (
open pit mining
) dan program CSR untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi sosialmasyarakat.
II.TINJAUAN PUSTAKA
II.1.
Definisi dan Bentuk Pelaksanaan
Corporate Social Responsibility (CSR)
Salah satu usaha swasta yaitu badan usaha yang diamanatkan olehpemerintah dalam mendukung pembangunan nasional adalah melaksanakan
Corporate Social Responsibility
 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
 ).
CSRdicetuskan sebagai suatu visi akuntabilitas suatu bisnis. Kuncinya adalah terfokuspada proteksi lingkungan dan keselamatan kerja para pekerja, dan pengembangankomunitas masyarakat secara umum baik saat ini maupun di masa depan.(Djajadiningrat, Famiola, 2004)Pelaksanan CSR oleh badan usaha yang beroperasi di Indonesia telahdiamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. CSR selanjutnya lebih diarahkan kepada peningkatan keselarasankegiatannya dengan program pemerintah dalam mendukung pembangunannasional, antara lain termasuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)serta penanganan perubahan iklim.Sebelum memasuki isu dan prinsip CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan,harus diketahui terlebih dahulu definisi dari CSR. Ada beberapa definisi tentang
Corporate Social Responsibility 
(CSR) yang oleh antara lain :
1)
CSR adalah tanggung jawab yang dimiliki oleh suatu perusahaanterhadap masyarakat dimana perusahaan tersebut berdiri menjalankanusahanya (http://www6.miami.edu/ethics/pdf_files/csr_guide.pdf ).
2)
CSR merupakan suatu konsep bahwa organisasi (khususnya, tapitidak terbatas pada perusahaan) memiliki kewajiban untuk memperhatikan
1
 
kepentingan pelanggan, karyawan, pemegang saham, komunitas danpertimbangan-pertimbangan ekologis dalam segala aspek dari usahanya(kamus wikipedia).
3)
CSR merupakan operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untukmeningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi jugapembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga danberkelanjutan.(Edi S., 2008).
4)
Menurut Gunawan Widjaya dan Yeremia Ardi Pratama (2008), CSRadalah :
a)
Bahwa sebagai suatu
artificial person
, perusahaan atau korporasitidaklah berdiri sendiri dan terisolasi, perusahaan atau perseroan tidakdapat menyatakan bahwa mereka tidak memiliki tanggung jawabterhadap keadaan ekonomi, lingkungan dan sosialnya.
b)
Keberadaan (eksistensi) dan keberlangsungan (
sustainability 
)perusahaan atau korporasi sangatlah ditentukan oleh seluruh faktorstakeholder-nya dan bukan hanya stakeholder-nya. Para
stakeholders
ini,terdiri dari
shareholders
, konsumen, pemasok, klien, customer, karyawandan keluarganya, masyarakat sekitar dan mereka yang terlibat baiksecara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan
(the localcimmunity and society at large)
.
c)
Melaksanakan CSR berati juga melaksanakan tugas dan kegiatansehari-hari perusahaan atau korporasi, sebagai wadah untukmemperoleh keuntungan melalui usaha yang dijalankan dan ataudikelola olehnya. Jadi ini berarti CSR adalah bagian terintegrasi darikegiatan usaha (bussiness), sehingga CSR berarti juga menjalankanperusahaan atau korporasi untuk memperoleh keuntungan.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa CSR, pada awalnya bukanlah suatubentuk tanggung jawab yang mempunyai akibat hukum yang memaksa. Jadi lebihmerupakan
moral obligation
perusahaan terhadap:a)Keadaan ekonomi,b)Keadaan sosial dan
c)
Keadaan lingkungan perusahaan yang terkait dengan kegiatan usahaatau jalannya perusahaan secara berkesinambungan. Hal ini menunjukkanbahwa bentuk atau wujud pelaksanaan CSR tidak selalu harus sama antaraperusahaan yang satu dengan yang lainnya
.
Konsep pelaksanaan CSR bahkan telah dibuat suatu acuan oleh badanstandar dunia (ISO,
International Standard Organization
) dengan dikeluarkannyaISO 26000 yang berisi
Guidance Standard on Social Responsibility.
ISO 26000menjadi kunci penting untuk mendorong CSR yang substansial dan komprehensif. Jika merujuk pemahaman yang digunakan oleh para ahli yang menggodokISO 26000 yang secara konsisten mengembangkan tanggung jawab sosial, makamasalah CSR akan mencakup 7 isu pokok yaitu:1)Pengembangan Masyarakat2)Konsumen3)Praktek Kegiatan Institusi yang Sehat4)Lingkungan5)Ketenagakerjaan6)Hak asasi manusia
7)
Organizational Governance
(governance organisasi)Sementara itu, dalam melaksanakan CSR, ada beberapa prinsip yang harusdiperhatikan yaitu :
a.
Prioritas Perusahaani. Penelitian
 b.
Manajemen Terpaduj. Prinsip pencegahan
c.
Proses Perbaikank. Kontraktor dan pemasok
d.
Pendidikan Karyawanl. Siaga menghadapi darurat
e.
Pengkajianm. Transfer
best practice
2
 
f.
Produk dan Jasan. Memberikan sumbangan
g.
Informasi Publiko. Keterbukaan
(disclosure)
h.
Fasilitas dan Operasip. Pencapaian dan pelaporanPrinsip-prinsip dalam pelaksanaan CSR tersebut juga didukung olehperaturan perundang-undangan dari berbagai sektor seperti perlindungan danpengelolaan lingkungan hidup, ketenagakerjaan, pertambangan dan lainnya. Dalamkaitannya dengan pertambangan seperti tertera pada Undang-Undang Nomor 4tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, dikemukakan prinsip dan kewajibanperusahaan pertambangan untuk melaksanakan CSR seperi tercantum dalam tabelberikut ini :
Tabel 1. Prinsip-prinsip Tanggung Jawab Sosial PerusahaanKetentuan PasalSubstansiPrinsip CSR
UU Nomor 4 Tahun 2009tentang Mineraldan BatubaraPasal 2Asas pengelolaanpertambangan
Human capital, disclosure,
akuntabilitas, keberlanjutan,dan berwawasan lingkunganPasal 65 ayat(1)Kewajiban pemegang izinpertambangan untukmemenuhi berbagaipersyaratanGCG (
Good CorporateGovernance
)Pasal 96Penerapan kaedahpertambangan yang baikGCGPasal 97Penerapan standar danbaku mutu lingkunganBerwawasan lingkunganPasal 99 dan100Kewajiban melakukan danmenyediakan danareklamasi
Disclosure
dan teknologiramah lingkungan.Pasal 106Mengutamakanpemanfaatan tenaga kerjasetempat, barang, dan jasa dalam negeri
Human capital
Pasal 107Mengikut sertakan UKMKemitraanPasal 108
Community development Disclosure
dan akuntabilitasPasal 145ayat (1)Hak masyarakat menuntutganti rugiPelaksanaan CSR telah mengalami perubahan paradigma dari
voluntary 
(sukarela menjadi
mandatory 
(kewajiban). Hal ini sejalan dengan perubahanparadigma bahwa perusahaan tidak hanya dipandang sebagai suatu instrumenekonomi, tetapi juga sebagai institusi sosial yang saling terintegrasi.
II.2.
Kegiatan
Corporate Social Responsibilit
yang dikembangkan oleh PT.Harita Prima Abadi Mineral
PT. Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) adalah salah satu perusahaan yangbergerak dibidang pertambangan bauksit dan berlokasi di desa Kuala LabaiKecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat.Penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka (
open pit mining
).Sistem pertambangan terbuka adalah sistem pertambangan yang berpotensibesar dapat merusak lingkungan hidup. Oleh karena itu, perusahaan melakukankegiatan reklamasi dengan penanaman karet dan kelapa sawit pada areal bekaspertambangan bauksit. Selain itu, sebagai wujud kewajiban perusahaan terhadapmasyakarat, perusahaan juga melakukan kegiatan CSR dengan melakukanpengelolaan pelayanan kesehatan masyarakat antara lain :
3

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
May Dhe'a Arinii liked this
Annastasia Hakim liked this
Annastasia Hakim liked this
Marpi Lalita liked this
Nurlianti liked this
Anjo Rilexs liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->