Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
23Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH PIDANA KORPORASI

MAKALAH PIDANA KORPORASI

Ratings: (0)|Views: 5,478|Likes:
Published by Etty Septia Sari

More info:

Published by: Etty Septia Sari on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
Penerapan Pidana Korporasi Terhadap Kegiatan YangDiaturDalam Pasal 100 Undang-Undang Nomor 32 Tahun2009Dan Implikasinya Pada Tanggung Jawab Direksi
I. PENDAHULUAN
Proses modernisasi yang berlangsung di Indonesia, khususnyadibidang ekonomi dan perdagangan telah menyebabkan perubahandari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Perkembanganindustri (pertambangan, agrobisnis, perikanan, peternakan,pengolahan dan lainnya) merupakan salah satu faktor yang menjadipenopang perekonomian di Indonesia. Bidang industri dalam RencanaPembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan RencanaPembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) merupakansubidang dalam pembangunan bidang ekonomi.Adanya kegiatan industri di Indonesia memiliki dampak terhadapkehidupan masyarakat, baik yang bersifat langsung maupun tidaklangsung. Dampak langsung dari kegiatan industri dapat berupaterjadinya pencemaran seperti pencemaran air, udara dan daratan.Dampak tidak langsung dari kegiatan industri dapat berupa terjadinyaurbanisasi, perubahan perilaku, sosial budaya dan bahkankriminalitas. (Wardhana, 2004).Keberdaan suatu industri disatu sisi memiliki dampak positiseperti terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Denganadanya lapangan kerja, jumlah pengangguran akan berkurang. Selainitu keberadaan suatu industri juga dapat meningkatkanperekonomian Indonesia melalui retribusi pajak yang dibebankankepada pelaku industri (perusahaan).Dampak positif dari suatu kegiatan pasti diiringi dengan dampaknegatif. Dampak negatif dari kegiatan industri adalah terjadinya
1
 
pencemaran terhadap lingkungan hidup. Hal ini terjadi akibatpembuangan limbah yang tidak memenuhi baku mutu yang telahditetapkan oleh pemerintah melalui kebijakan dibidang lingkunganhidup yaitu Undang – Undang Nomor 32 tahun 2009 tentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).Undang-undang ini dikeluarkan dalam rangka menjaminkepastian hukum terhadap hak setiap orang untuk mendapatkanlingkungan hidup yang baik dan sehat. Undang-undang ini mengaturketentuan pidana terhadap pelanggaran hukum dibidang lingkunganhidup. Seperti yang tercantum dalam pasal 100 yaitu :
(1) Setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, baku mutuemisi, atau baku mutu gangguan dipidana, dengan pidana penjarapaling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 tiga miliar rupiah).(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali.
Dalam kaitannya dengan kegiatan industri yang berpotensi dandapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan, ketentuanpidana ini dapat diberlakukan terhadap perseorangan maupunkelompok (badan usaha, perseroan, perusahaan, perkumpulan,yayasan, perserikatan, oragnisasi dan lain-lain). Jika diterapkan padakelompok, ketentuan ini termasuk pada wilayah pidana korporasi.
II. TINJAUAN PUSTAKAII.1.Isu lingkungan hidup
Dalam konsep pembangunan berkelanjutan (
sustainabledevelopment 
), sasaran utama tidak hanya pada terfokus pada bidangekonomi saja, tetapi harus selaras dengan bidang sosial danlingkungan (ekologi). Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampaknegatif dari kegiatan pembangunan khususnya di bidang industri olehsuatu badan hukum/korporasi.Akibat semakin dirasakannya dampak negatif yang disebabkanoleh kegiatan korporasi, maka negara-negara maju khususnya yang
2
 
perekonomiannya baik, mulai mencari cara untuk meminimalisir ataumencegah dampak tersebut. Salah satunya adalah denganmenggunakan instrumen hukum pidana. Di indonesia, salah satuperaturan yang mempidanakan kejahatan korporasi adalah Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup.
II.2.Baku mutu lingkungan
Dalam pasal 100 UU PPLH, ketentuan pidana akan diterapkanpada setiap orang jika melanggar baku mutu air limbah, baku mutuemisi dan atau baku mutu gangguan. Ketentuan ini ditetapkansehubungan dengan meningkatnya kegiatan pembangunan industriyang menyebakan adanya gangguan terhadap lingkungan hidupseperti :1) Kehancuran sumber-sumber alam;2) Pencemaran biologis;3) Pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan kimia;4) Pencemaran fisik seperti kebisingan;5) Radiasi panas dan bahan radioaktif; dan6) Gangguan – gangguan sosial budaya. (Silalahi, 2001).Untuk itu harus ditetapkan suatu standar/baku mutu terhadappelaksanaan kegiatan industri yang dapat menimbulkan gangguanterhadap lingkungan seperti pencemaran. Penentuan terjadinyapencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkunganhidup. Dalam UU PPLH, yang dimaksud dengan baku mutu lingkunganhidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi,atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemaryang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentusebagai unsur lingkungan hidup. Baku lingkungan hidup meliputi :baku mutu air, baku mutu air limbah, baku mutu air laut, baku mutuudara ambien, baku mutu emisi, baku mutu gangguan, dan bakumutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi. Penerapan baku mutu lingkungan, memiliki kegunaanantara lain :
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->