Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Program Keluarga Harapan

Analisis Program Keluarga Harapan

Ratings: (0)|Views: 692 |Likes:
Published by ichwan muis

More info:

Published by: ichwan muis on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

 
PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN KLASTER I(RUMAH TANGGA SANGAT MISKIN)PENDAHULUAN
Pada saat pemerintah menaikkan harga dasar BBM, kenaikkan harga dapatmengakibatkan harga kebutuhan pokok meningkat dan bagi masyarakat miskin dapatmengakibatkan daya beli mereka semakin menurun karena akan mengalami kesulitanuntuk beradaptasi dengan perkembangan harga di pasar. Warga masyarakat miskin akanterkena dampak sosial semakin menurun taraf kesejahteraannya atau semakin menjadimiskin.Untuk itu diperlukan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dalambentuk kompensasi (
compensatory program
) yang sifatnya khusus (
crash program
) atauprogram jaring pengaman sosial (
social safety net 
), seiring dengan besarnya bebansubsidi BBM semakin berat dan resiko terjadinya defisit yang harus ditanggungpemerintah. Selain itu, akibat selisih harga BBM dalam negeri dibanding luar negeriberakibat memberi peluang peningkatan upaya penyelundupan BBM ke luar negeri.Pemerintah memandang perlu mereviuw tentang kebijakan subsidi BBM, sehinggasubsidi yang selama ini dinikmati juga oleh golongan masyarakat mampu dialihkanuntuk golongan masyarakat miskin.Kebijakan baru pengalihan subsidi BBM selain bantuan langsung tunai untuk rumahtangga sasaran (BLT-RTS), juga diperuntukkan bagi pembebasan biaya pendidikanpada tingkat tertentu, biaya pengobatan pada masyarakat miskin, subsidi beras, subsidiminyak goreng, subsidi gula dan pembangunan prasarana pedesaan. Kebijakanpengalihan subsidi BBM ini juga disinergikan dengan kebijakan pemberdayaanmasyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), sehinggaskema perlindungan sosial bagi masyarakat miskin tetap mendorong keberdayaanmasyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki.Pada tahun 2005 dan 2006 pemerintah melaksanakan program kompensasi penghapusansubsidi BBM (PKPS BBM) dalam 2 tahap. Yang pertama, diberikan dalam tiga bidang(pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pedesaan). Yang kedua, BLT tanpa syarat1
 
kepada RTS (
unconditional cash transfer 
) sebesar Rp. 100.000,-/bulan selama 1 tahundengan sasaran sejumlah 19,1 juta RTS.Ada yang berpendapat bahwa bantuan langsung tunai kepada RTS bersifat
charity
danmenimbulkan budaya malas, ketergantungan, dan meminta-minta belas kasihanpemerintah serta secara ekonomi mikro menumbuhkan budaya konsumtif sesaat, karenapenggunaan uang tidak diarahkan oleh pemerintah. Pendapat tersebut patut mendapatperhatian semua pihak, karena menghadapi masyarakat miskin selayaknya tidak denganprogram yang sifatnya
hit and run,
harus dengan program yang mampu memenuhikebutuhan dasar secara berkelanjutan dan mendorong mereka untuk mendayagunakanpotensi dan sumber yang dimilikinya (
empowering 
). Namun pada sisi lain pemerintahberkewajiban memberikan perlindungan sosial (
social protection
) bagi masyarakatmiskin untuk mengurangi dampak negatif dari kebijakan penyesuaian harga BBM ataudalam keadaan adanya kebijakan / program penyesuaian secara struktural akanmempengaruhi masyarakat luas (
structural adjusment program
/SAPs). Karena ituprogram BLT RTS dalam rangka PKPS BBM diselenggarakan dalam kerangkakebijakan perlindungan sosial (
social protection
) melalui asistensi sosial (
social assistance
). Apalagi semua paham bahwa mekanisme subsidi BBM sebelumnya lebihbanyak dinikmati oleh masyarakat yang mampu. Program semacam ini di berbagainegara juga dilaksanakan, dalam bentuk yang beragam, seperti pemberian diskon harga,pemberian voucher, tabungan dan bantuan langsung tunai.Selain BLT tersebut telah dilaksanakan juga uji coba bantuan langsung tunai dengansyarat (
conditional cash transfer 
) melalui program keluarga harapan / PKH kepada620.000 rumah tangga sangat miskin yaitu pemberian bantuan langsung dikaitkandengan pengeluaran rumah tangga sasaran untuk akses pendidikan dan kesehatan danatau pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Program ini diharapkan dapat diperluassampai mencakup seluruh rumah tangga sangat miskin yang memenuhi persyaratan,sehingga tercipta program nasional perlindungan sosial.2
 
PROGRAM KELUARGA HARAPAN1.1 Latar Belakang
Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangankebijakan di bidang jaminan sosial, Pemerintah Indonesia mulai tahun 2007 akanmelaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH). Program serupa di negara laindikenal dengan istilah
Conditional Cash Transfers (CCT)
atau bantuan tunai bersyarat.Program ini
bukan
merupakan kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yangdiberikan dalam kerangka Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBMuntuk waktu 1 tahun. Berdasarkan pengalaman negara-negara lain, program serupasangat bermanfaat terutama bagi keluarga dengan kemiskinan kronis. Pelaksanaan PKHdi Indonesia diharapkan akan membantu penduduk miskin, yang pada tahun 2006tercatat masih sebesar 39 juta jiwa atau 17,75 persen dari jumlah penduduk.Pelaksanaan PKH secara berkesinambungan setidaknya hingga tahun 2015 akanmempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (
Millennium DevelopmenGoals
atau MDGs). Setidaknya terdapat 5 komponen MDGs yang akan dicapai olehPKH, yaitu pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, pendidikan dasar, kesetaraangender, pengurangan angka kematian bayi dan balita, dan pengurangan kematian ibumelahirkan.Dalam PKH, bantuan akan diberikan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM)dengan persyaratan yang dikaitkan dengan upaya peningkatan sumber daya manusiaseperti pendidikan, kesehatan dan gizi. Untuk jangka pendek, bantuan ini akanmembantu beban pengeluaran RTSM. Sedangkan untuk jangka panjang, denganmensyaratkan keluarga penerima untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasibalita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi, diharapkan akanmemutus rantai kemiskinan antar generasi.Tingkat kemiskinan suatu rumah tangga secara umum terkait dengan tingkat pendidikandan kesehatan. Rendahnya penghasilan keluarga sangat miskin menyebabkan keluargatersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, untuk tingkatminimal sekalipun. Pemeliharaan kesehatan ibu sedang mengandung pada keluargasangat miskin sering tidak memadai sehingga menyebabkan buruknya kondisi kesehatanbayi yang dilahirkan atau bahkan kematian bayi. Angka kematian bayi pada kelompok penduduk berpendapatan terendah pada tahun 2003 adalah 61 persen, sedangkan pada3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
WindyNurrisqiana liked this
Lusan Mourii liked this
Tigayanti Erna liked this
Ary Wahyudi liked this
Eros Jambul liked this
Lan D Ace liked this
Miftah Addin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->