Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
52Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
URUTAN PENGERJAAN DERMAGA

URUTAN PENGERJAAN DERMAGA

Ratings: (0)|Views: 4,162 |Likes:
Published by nafarul

More info:

Published by: nafarul on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
Ini adalah salah satu cara urutan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dermaga mulaidari pemancangan tiang pancang, pemasangan bracket, pemasangan base form,pemasangan tulangan, pemasangan side form, pengecoran balok, pemasanganprecast slab, pemasangan tulangan slab, pengecoral plat/slab. AGAR SUPAYA FILEDLM BENTUK PRESENTASI INI TIDAK BERANTAKAN, maka pile tersebut diproteksi,sehingga urutan dari metode konstruksi tersebut tetap beraturan. namun demikiantetap saja dapat di buka tuk dipelajari dan di presentasikan dengan status (READONLY). Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini agar file tersebut tidak berantakaDedy, Cara mendesain terlebih dahulu diawali dgn menghitung energi tumbukanterhadap Jetty. dalam blog ini ada cara analisisnya dgn judul Cara mendesain Jetty.selanjutnya jika semua gaya2 yg bekerja terhadap struktur jetty tersebut sudahdipahami (gaya benturan kapal, gaya reaksi fender yang timbul, gaya arus, gayaombak, gaya angin pada sisi kapal yg di transformasikan pada bollard, gaya gempa,beban mati, beban hidup, beban bergerak saat operasi (truck, crane, dll) tentunyaakan masuk pada perhitungan struktur, tergantung dari fungsi dari dermagatersebut. dari analisis struktur tersebut, tentunya anda jga harus mendesainfondasinya, sesuai dgn data soil investigasinya. disamping itu anda juga harusmenentukan elevasi dari jetty tersebut, berdasarkan data pasang surut yang ada.coba anda lihat dalam blog ini “CARA MENDESAI FENDER”, itu akan memberikangambaran. tidak terlalu sulit untuk mendesain dermaga, asalkan pemahaman andaakan analisis struktur dan geoteknik sangat baik.
Your disability are our expertise, by Lambutan Sinaga
Posted by:
Sinaga
| 26 May, 2008
Desain Pondasi Tiang Pancang Concrete Spun Pile
Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara mendesain tiang pancang, disini saya berikansalah satu contoh yang dapat membantu anda dalam desain fondasi tiang pancang. semoga dapatbermanfaat.Download desain fondasi tiang pancang 
Share this:
 
Responses
1.
@eka, mungkin maksud anda tanah keras itu dc qc 250 kg/cm2 (sondir)perlu anda ketahui, fungsi dari fondasi tersebut adalah untuk mendukung beban diatasnyayang diteruskan kepada daya dukung tanah. jika sudah bisa menggunakan fondasidangkal, tentunya tidak perlu menggunakan fondasi dalam. jadi sebelum memutuskanuntuk menggunakan fondasi tiang pancang, tentunya anda sudah terlebih dahulumelakukan analisis sesuai dgn beban2 yang bekerja dan melakukan analisis terhadapdaya dukung tanah tersebut. dengan demikian ada dapat memutuskan apakah memangharus menggunakan fondasi tiang pancang atau tidak.
By: 
on 28 July, 2010at 10:00 am
2.
pak sinaga saya ingin numpang bertanya pak mengenai concrete spun pile.Apabila kedalaman tanah keras telah dcapai dg qc 25 kg/cm2 pada kedalaman tanah rata-rata 3,5 m maka apakah masih perlu menggunakan pondasi tiang pancang concrete spunpile?Adapun beban yang didukung merupakan boiler house dengan ukuran kira2 20 x 40 m2.Mohon bimbingannya y pak, trimakasih ^^
By:
eka
on 27 July, 2010at 3:12 pm
3.
terima kasih
By:
faisal
on 26 July, 2010at 4:37 pm
4.
 
Saya ingin menanyakan apakah tiang pancang atau bor pile dapat digunakan sebagaiangkur (menerima gaya tarik) apabila digunakan pada desain basement yang mempunyaigaya uplift yang tinggi.tiang pancang atau bor pile, dapat menerima gaya tarik, tentunya daya dukung terhadapgaya tarik yang terjadi tersebut adalah akibat dari skin friction dari tiang pancangtersebut. oleh sebab itu skin friction dari pile tersebut harus mampu mendukung gayapulling yang terjadi pada pile tersebut. disamping itu, secara struktur pilenya tersebut jgaharus mampu mendukung gaya tarik yang berkerja tersebut.
By: 
on 16 July, 2010at 2:06 pm
5.
Salam kenal,Saya ingin menanyakan apakah tiang pancang atau bor pile dapat digunakan sebagaiangkur (menerima gaya tarik) apabila digunakan pada desain basement yang mempunyaigaya uplift yang tinggi.Terima kasih
By: 
on 14 July, 2010at 12:21 pm
6.
@ Mahdi Febrian: Selamat sore Abang Sinaga, perkenalkan nama saya mahdi febrian.saya mau nanya Bang, untuk kapal bobot 10.000 DWT draftnya 6,2m. nah untuk mencarikedalaman di dermaga biar kapal tersebut bisa sandar biasanya saya tambah 1m dari drafttersebut yaitu menjadi -7,2m LWS ada rumus nggak Bang untuk menghitungnya?terimakasih banyak atas tanggapanya Bang.Mas Mahdi, untuk menentukan kedalaman air yg harus direncanakan, benar seperti yg sdr katakan bahwa perlu ada penambahan 1 meter dari “FULL LOAD DRAFT”. namum adasyarat2 yang perlu anda perhatikan, yaitu: penambahan 1 meter tersebut adalah haruspada posisi air surut terendah. dan perlu juga anda perhatikan posisi sedimentasi yangakan terjadi di daerah tersebut (berapa cm per tahun akan terjadinya sedimentasi),selanjutnya setiap berapa tahun anda rencanakan akan melakukan pengerukan jikasedimentasi tersebut terjadi.sebagai contoh saya berikan: Vessel anda 10.000 dwt,full load draft 6.2 m, saya asumsikan elevasi air rata2 MSL+0.00, HWL +1.40 m, LWL-0.8, sedimentasi yg akan terjadi 10 cm/tahun, dan umur rencana pelabuhan 30 tahun, dandirencanakan akan melakukan pengerukan setiap 5 tahun.jadi kedalaman air laut yg harus anda rencanakan adalah: 6.2+(5*0.1)+1.0 = 7.70 m dari

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Henis Sugianto liked this
Dian Setiawan liked this
Nhataq Alle liked this
dehasri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->