Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah munculnya sosialisme

Sejarah munculnya sosialisme

Ratings: (0)|Views: 1,248 |Likes:
Published by njugul

More info:

Published by: njugul on Mar 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

 
SOSIALISMESejarah munculnya sosialismeSosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi dansosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Revolusi industri ini memang memberikan keberkahan buatpara pemilik pabrik pada saat itu, tetapi di lain pihak para pekerja justru malah semakin miskin. Semakinmenyebar ide sistem industri kapitalis ini, maka reaksi dalam bentuk pemikiran-pemikiran sosialis punsemakin meningkat.Meskipun banyak pemikir sebelumnya yang juga menyampaikan ide-ide yang serupa dengan sosialisme,pemikir pertama yang mungkin dapat dijuluki sosialis adalah François Noël Babeuf yang pemikiran-pemikirannya muncul selama revolusi Prancis. Dia sangat memperjuangkan doktrin pertarungan kelasantara kaum modal dan buruh yang di kemudian hari diperjuangkan dengan lebih keras oleh Marxisme.Para pemikir sosialis setelah Babeuf ini kemudian ternyata lebih moderat dan mereka biasanya dijulukikaum “utopian socialists”, seperti de Saint-Simon, Charles Fourier, dan Robert Owen. Mereka lebihmoderat dalam artian tidak terlalu mengedepan pertentangan kelas dan perjuangan kekerasan tetapimengedepankan kerjasama daripada kompetisi. Saint-Simon berpendapat bahwa negara yang harusmengatur produksi dan distribusi, sedangkan Fourier dan Owen lebih mempercayai bahwa yang harusberperan besar adalah komunitas kolektif kecil. Karena itu kemudian muncul perkampungan komunitas(communistic settlements) yang didirikan berdasarkan konsep yang terakhir ini di beberapa tempat di Eropadan Amerika Serikat, seperti New Harmony (Indiana) dan Brook Farm (Massachussets).Setelah kaum utopian ini, kemudian muncul para pemikir yang ide-idenya lebih ke arah politik, misalnyaLouis Blanc. Blanc sendiri kemudian menjadi anggota pemerintahan provisional Prancis di tahun 1848.Sebaliknya juga muncul para anarkis seperti Pierre Joseph Proudhon dan radikalis (insurrectionist) AuhusteBlanqui yang juga sangat berpengaruh di antara kaum sosialis di awal dan pertengahan abad ke-19.Pada tahun 1840-an, istilah komunisme mulai muncul untuk menyebut sayap kiri yang militan dari fahamsosialisme. Istilah ini biasanya dirujukkan kepada tulisan Etiene Cabet dengan teori-teorinya tentangkepemilikan umum. Istilah ini kemudian digunakan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels untuk menggambarkan pergerakan yang membela perjuangan kelas dan mengaruskan revolusi untuk menciptakansebuah masyarakat kerjasama (society of cooperation). Karl Marx adalah anak dari pasangan Hirschel andHenrietta Marx. Ia lahir di Trier, Germany, tahun 1818.Penggunaan kata sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda oleh berbagaikelompok, namun hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri danburuh tani pada abad ke-19 dan ke-20, yang berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkanmasyarakat egalitarian, yang dengan sistem ekonomi, menurut mereka, dapat melayani masyarakat banyak,ketimbang hanya segelintir elite. Menurut penganut Marxisme model dan gagasan sosialis dapat dirunuthingga ke awal sejarah manusia, sebagai sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial.Sosialisme merupakan sebagai sebuah ideologi. Karena ia memiliki ide dasar sekaligus metode pemecahanterhadap berbagai masalah kehidupan. Secara historis, gagasan sosialisme -include komunisme- merupakanantitesis dari kekuatan hegemonik di Eropa era aufklarung. Dalam Manifesto Communist, Marx mencita-citakan masyarakat tanpa kelas. Teori Dialektika materialisme menjadi metode baku yang harus dilakukanuntuk mencapai tujuan tersebut. Dialektika materialisme merupakan cara pandang peristiwa alam yangbersifat dialogue, yaitu metode pembahasan dan penelitian yang membongkar kontradiksi pemikiran danbenturan antar berbagai pandangan melalui diskusi atau dialog. Disamping karena argumentasi danpandangannya terhadap berbagai peristiwa alam ini bersifat materi. Cara pandang seperti ini jugadiimplementasikan dalam pembahasan tentang kehidupan masyarakat berikut berbagai kasus yang terjadi didalamnya.Teori Marx telah memberikan inspirasi besar bagi orang-orang kritis waktu itu. Puncaknya, Vladimir IllichUlyanov (Lenin) mendirikan negara Komunis pertama -Uni Soviet- dengan sebuah revolusi berdarahmenggulingkan kekuasaan Tsar. Sebagai ideolog komunis terkemuka, Lenin telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan komunis dengan tangan besinya. Semangat perlawanan ala Lenin juga diikuti oleh rezim-rezim komunis lainnya. Jutaan nyawa harus meregang akibat pemerintahan otoriter yang dipraktekkan olehmereka. Amartya Sen dalam The Black Book of Communism memperkirakan jumlah orang yang tewasakibat sosialisme-komunisme mencapai angka 100 juta (Chomsky, 2003). Cita-cita sosialisme -menghapuspenindasan kapitalisme- ternyata diganti dengan penindasan ala komunis yang tidak kalah mengerikan.Sentralisasi kekuasaan yang absolut melahirkan slogan “negara adalah saya”. Dalam perkembangannya,bermunculanlah berbagai varian pemikiran dari ideologi sosialisme ini.
 
SOSIALISME SEBAGAI IDEOLOGI POLOITIK Oleh Drs. Sri Agus, M.Pd.PENDAHULUANSosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan.Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagialiran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadapalat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembagaperorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhanmasyarakat.Dalam arti tersebut ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2)komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira padaawal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.Bentuk lain adalah sosialisme Fabian yaitu suatu bentuk dari teori sosialisme yang menghendaki suatutransisi konstitusional dan pengalihan bertahap pemilikan dan sarana produksi kepada Negara. Tidak akandilakukan teknik-teknik revolusioner dan lebih ditekankan pada metode pendidikan. Aliran ini mencobacara yang praktis untuk memanfaatkan semua sarana legislatif untuk pengaturan jam kerja, kesehatan, upahdan kondisi kerja yang lain. Bentuk sosialisme ini didukung oleh Fabian society yang didirikan 1884.Tokoh gerakan sosial di Inggris berasal dari kelompok intelektual di antaranya George Bernard Shaw, LordPassfield, Beatrice Webb, Graham Wallas dan GDH Cole (Ali Mudhofir, 1988:90).Istilah “ sosialis” atau negara sosial demokrat digunakan untuk menunjuk negara yang menganut pahamsosialisme “ moderat” yang dilawankan dengan sosialisme ”radikal” untuk sebutan lain bagi “komunisme”.Hal ini ditegaskan mengingat dalam proses perkembangannya di Negara Barat yang pada mulanyamenganut paham liberal-kapitalis berkembang menjadi Negara sosialis (sosialis demokrat) ( Frans MagnisSuseno,1975: 19-21). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan komunisme(Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi,konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi.Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup) tertentu yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata (W.Surya Indra, 1979: 309). Dalammembahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yangmempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis(1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah “sosialisme” dan ”komunisme” secarabergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab Marx ingin membedakan teorinya yangdisebut “sosialisme ilmiah” dari “ sosialisme utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialismedan juga karena latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah “komunisme” sebagai ganti “sosialisme”agar nampak lebih bersifat revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991: 127).Dalam perkembangannya, Lenin dan Stalin berhasil mendirikan negara “komunis”. Istilah “sosialis” lebihdisukai daripada “komunis” karena dirasa lebih terhormat dan tidak menimbulkan kecurigaan. Merekamenyebut masa transisi dari Negara kapitalis ke arah Negara komunis atau “masyarakat tidak berkelas”sebagai masyarakat sosialis dan masa transisi itu terjadi dengan dibentuknya “ Negara sosialis”, kendatiistilah resmi yang mereka pakai adalah “negara demokrasi rakyat”. Di pihak lain Negara di luar “Negarasosialis”, yaitu Negara yang diperintah oleh partai komunis, tetap memakai sebutan komunisme untuk organisasinya, sedangkan partai sosialis di Negara Barat memakai sebutan “sosialis demokrat” (MeriamBudiardjo, 1984: 5).
 
Dengan demikian dapat dikemukakan, sosialisme sebagai idiologi politik adalah suatu keyakinan dankepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnyakesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dantanpa kekerasan.SOSIALISME DAN DEMOKRASIPertalian antara demokrasi dan sosialisme merupakan satu-satunya unsur yang paling penting dalampemikiran dan politik sosialis. Ditinjau dari segi sejarah sosialisme, segera dapat diketahui gerakan sosialisyang berhasil telah tumbuh hanya di negara-negara yang mempunyai tradisi-tradisi demokrasi yang kuat,seperti Inggris, Selandia Baru, Skandinavia, Belanda, Swiss, Australia, Belgia (William Ebenstein, 1994:213). Mengapa demikian sebab pemerintahan yang demokratis dan konstitusional pada umumnya diterima,kaum sosialis dapat memusatkan perhatian pada programnya yang khusus, meskipun program itu tampak terlalu luas yakni: menciptakan kesempatan yang lebih banyak bagi kelas-kelas yang berkedudukan rendahmengakhiri ketidaksamaan yang didasarkan atas kelahiran dan tidak atas jasa, membuka lapanganpendidikan bagi semua rakyat, memberikan jaminan sosial yang cukup bagi mereka yang sakit,menganggur dan sudah tua dan sebagainya.Semua tujuan sosialisme demokratis ini mempunyai persamaan dalam satu hal yaitu membuat demokrasilebih nyata dengan jalan memperluas pemakaian prinsip-prinsip demokrasi dari lapangan politik kelapangan bukan politik dari masyarakat. Sejarah menunjukkan, masalah kemerdekaan merupakan dasar bagi kehidupan manusia. Kemerdekaan memeluk agama-kepercayaan, mendirikan organisasi politik dansebagainya merupakan sendi-sendi demokrasi. Jika prinsip demokrasi telah tertanam kuat dalam hati danpikiran rakyat, maka kaum sosialis dapat memusatkan perhatian pada aspek lain. Sebaliknya, di Negarayang masih harus menegakkan demokrasi, partai sosialis harus berjuang untuk dapat merealisasikan idetersebut. Misalnya di Jerman masa kerajaan kedua (1870-1918) yang bersifat otokratis, partai sosialisdemokratis senantiasa bekerja dengan rintangan yang berat. Lembaga parlementer hanya sebagai selubunguntuk menutupi pemerintahan yang sebenarnya bersifat diktaktor. Pada masa Bismarck berkuasa, kaumsosialis demokrasi dianggap sebagai” musuh-musuh Negara”, dan pemimpin partai yang lolos daripenangkapan melarikan diri ke Inggris dan Negara Eropa lainnya. Demikian pula pada masa republik Weiner (1919-1933), partai sosial demokratis Jerman juga tidak berdaya karena tidak ada pemerintahanyang demokratis.Demokrasi dan sosialilsme merupakan dua ideologi yang sekarang nampak diannut di berbagai Negarayang bukan Fasis dan bukan Komunis. Dalam keadaan sekarang tidak mudah merumuskan pengertiandemokrasi . Berbagai macam demokrasi telah berkembang menjadi berbagaai bentuk masyarakat.Demokrasi Inggris modern atau demokrasi Swedia lebih dekat dalam beberapa hal pada sosialisme Negaradi Soviet Rusia dibandingkan dengan sistim ekonomi Amerika Serikat . Akan tetapi dalam soal-soalperorangan dan kemerdekaan politik hal sebaliknya yang berlaku . Berbeda lagi yang ada di AmerikaSerikat mungkin dapat disebut “demokrasi kapitalis”. Disebut demikian karena yang tampak hanyademokrasi politik, tetapi tidak cukup ada apa yang dinamakan demokrasi ekonomi dengan tetap adanyafreefight ekonomi yang memungkinkan beberapa gelintir orang menjadi kapitalis yang amat kaya .Dari uraian di atas dapat disimpulkan sosialisme hanya dapat berkembang dalam lingkungan masyarakatdan pemerintahan yang memiliki tradisi kuat dalam demokrasi . Pada saat kaum sosialis berhasilmemegang kekuasaan, pemerintahan masih tetap diberikan kesempatan kepada pihak lain untuk ikut ambilbagian ( sebagian oposisi) ) dan mereka juga menyadari bahwa kekuasaan yang diperoleh tidak bersifatpermanen .4. Liberalismeliberalisme telah menjadi sumber yang semakin penting bagi sosialisme, terutama sejak Partai Liberalmerosot peranannya di banyak Negara. Di Inggris sebenarnya Partai Liberal sudah lenyap dan Partai Buruhyang menjadi pewarisnya. Dalam 40 tahun terakhir semakin banyak orang liberal yang menggabungkan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Marliana Fauzia liked this
Ta Tik liked this
adeayu_shynta liked this
Hanif Eka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->